SOLIDWORKS 2021 Beta 3 Rilis

Apa saja fitur terbaru di SOLIDWORKS 2021 ? untuk melihatnya anda bisa memulainya dari menu Bantuan.

Penting untuk diperhatikan, Untuk penjelasan tentang fungsionalitas fitur terbaru 2021 beta bisa dilihat dibawah ini:

A. Jangan mengunakan perangkat lunak Beta untuk pekerjaan produksi.

B. File yang dibuat pada versi rilis Beta tidak mendukung untuk digunakan dalam prarilis dan ServicePacks.

C. Simpanlah atau backup terlebih dahulu salinan dari semua file SOLIDWORKS (part, rakitan, gambar, template dokumen, format lembar, dan fitur pustaka) sebelum anda membukanya di SOLIDWORKS 2021, karena File-file ini secara otomatis diubah ke format SOLIDWORKS 2021 ketika dibuka. Setelah dikonversi dan disimpan, file tidak dapat diakses pada SOLIDWORKS versi sebelumnya

D. Instal versi Beta rilis sebagai instalasi yang baru jangan sebagai pembaruan dari versi sebelumnya.

E. Lisensi online tidak tersedia untuk produk Beta.

F. Produk beta menggunakan aktivasi mesin, meskipun Anda memilih lisensi online untuk rilis produksi sebelumnya di Portal Admin.WORKS. Selain itu, aktivasi dan penetapan produk Beta tidak terdaftar di Portal Admin.

G. Antarmuka pengguna tidak sepenuhnya dilokalkan sampai dengan SOLIDWORKS 2021 Service Pack 0.

System requirement SOLIDWORKS 2021

Penting juga untuk diketahui untuk Akhir Masa Pakai Produk SOLIDWORKS Explorer SOLIDWORKS 2019 SP5 adalah rilis terakhir yang mendukung SOLIDWORKS Explorer sebagai aplikasi yang berdiri sendiri atau stand alone, Fungsi yang didukung seperti Pack and Go, Rename, Replace, dan Move tersedia di menu pintasan file di File Explorer.

Untuk Akhir Masa Pakai Produk Microsoft Windows 7 SP1, Sistem Operasi 64-Bit WORKS 2020 SP5 adalah sebagai rilis terakhir yang mendukung Sistem Operasi Windows®7. dan Produk SOLIDWORKS 2021 tidak akan bisa diinstal pada sistem operasi Windows 7.

Untuk SOLIDWORKS Visualize 2021 dapat berjalan dengan baik dengan dukungan NVIDIA iRay GPU, diperlukan dukungan NVIDIA driver CUDA®10.2 atau terbaru. Selain itu: • Untuk kartu Turing yang mendukung RTX (Turing ™ TU10x), versi driver minimum 442.19 diperlukan untuk mendukung inti RT. • Untuk semua GPU NVIDIA lainnya, diperlukan versi driver minimum 441.22. Untuk memastikan performa yang optimal.

Minimum: Dual core CPU. Rekomendasi: Quad core.
Minimum: 8GB RAM. Rekomendasi: 16GB.
Minimum: 2GB free disk space. Rekomendasi: 5GB.
Minimum: 2GB or more GPU RAM. Rekomendasii: 4GB.
HDR Light Studio connection: HDR Light Studio v5.3.3 atau terbaru, kecuali v5.4
4GB video memory atau lebih dibutuhkan untuk Denoiser feature

For NVIDIA iRay GPU support:

NVIDIA® graphics card: NVIDIA Quadro®/NVIDIA GeForce®/Tesla™ dengan minimal NVIDIA Kepler™ chip; Dual-GPU setup minimal NVIDIA Maxwell™ untuk pengalaman terbaik, NVIDIA driver support for CUDA® 10.1 atau terbaru
Rekomendasi: NVIDIA driver version 419.69 (atau terbaru)


Untuk AMD ProRender GPU support:

Rekomendasi: Radeon™ atau FirePro™ series workstation cards.

Mulai SOLIDWORKS 2021, user yang meminta peningkatan DVD akan menerima tiga buah DVD.

Share

Jasa gambar desain 3d simulasi dan analisis

jasa gambar desain 3d

Dari jaman ke jaman dan seiring berjalannya waktu, Bisnis akan terus menuntut kita agar tetap berkarya dan berinovasi, dan taukah anda bahwa Setiap produk itu mempunyai apa yang disebut dengan “life cycle” atau kata lainnya yaitu “masa hidup”, dan ini yang menyebabkan harus selalu ada produk – produk baru dan seterusnya. Sulit membuat produk yang bisa terus-menerus memberikan keuntungan bagi perusahaan, akan ada masanya produk tersebut akan surut terlebih dengan adanya persaingan yang ketat saat ini apalagi dengan tidak adanya sumber daya manusia yang handal dan terlatih.

Dalam hal ini perkembangan dan permintaan produk-produk desain 3d untuk komponen otomotif, gambar teknik industri dan juga manufaktur kian meningkat, terkadang dengan semakin banyaknya permintaan anda atau perusahaan anda menghadapi kendala baik itu dari segi waktu, sumber daya manusia maupun software yang digunakan.

3D CAD DESIGN MODELING

Kami PT ARISMA DATA SETIA telah berkembang dan berpengalaman sejak tahun 1996 dan juga telah difasilitasi dan didukung oleh software 3d terbaik dan technical support yang bersertifikat internasional akan membantu anda atau perusahaan anda yang sedang mengalami kesulitan / kendala-kendala yang telah disebutkan sebelumnya.

Kami menyediakan jasa gambar desain 3D CAD Modeling (baik 2D maupun 3D), Drafting, Converting File, Rendering. juga jasa Analisa Structure (CAE), Simulasi Fluid Flow (CFD) dan pengolahan datanya, Sheet Metal forming dan Plastic Injection, dan juga Jasa training SOLIDWORKS dan DraftSight Enterprise mulai dari level basic hingga advance.

ANALISA DAN SIMULASI

Dengan dukungan fasilitas dan sdm yang handal kami siap membantu dalam membuat gambar desain produk, memvisualisasikan, menganalisis dll sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh klien kami, dan merealisasikan ide-ide kedalam bentuk nyata untuk menghindari kegagalan – kegagalan yang mungkin terjadi pada saat pembuatan suatu desain atau produk. Untuk memilih metode apa yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk. menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang akan dibuat. menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat. Untuk mengetahui kelayakan produk tersebut sebelum dilempar kepasaran apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali. sehingga produk yang akan dihasilkan sesuai dengan harapan dan berkualitas tinggi juga mempunyai nilai jual yang tinggi.

TRAINING DAN KURSUS

jadi jangan ragu untuk menghubungi kami atau konsultasikan masalah anda sekarang, gratiss!!.. team kami telah didukung oleh trainer yang berpengalaman didunia manufaktur dan bersertifikat dengan level internasional.

Share

Xpress Products – SimulationXpress

Tips and Tricks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan Xpress Product yang bernama SimulationXpress. Fitur ini berfungsi untuk melakukan analisis kekuatan dari produk yang dirancang apakah mampu menahan beban statis atau tidak. SimulationXpress memiliki beberapa tipe pembebanan diantaranya Force (N),Tekanan (Pa) dan untuk tumpuan memilki satu jenis yaitu Fixed Geometry. Pada kesempatan ini kita akan melakukan analisis sebuah batang dengan beban tekan sebesar 110000 N (11 Ton) dan dibagian lain dijepit dengan tumpuan Fixed. SolidWorks SimulationXpress hanya bisa digunakan pada single body. Untuk menjalankan “Static Analysis Single Part” ikuti langkah dibawah ini:

1. Buatlah sebuah part dengan dimensi seperti diatas

2. Aktifkan Xpress Product – SimulationXpress Klik Menu Tools → Pilih Xpress Products → Pilih SimulationXpress → Pilih Next untuk memulai a a Static Analysis Single

3. Menambahkan Tumpuan (Fixtures) Klik Add Fixtures → Pilih Face yang akan dijadikan tumpuan → Klik OK

4. Menambahkan Beban Klik Next → Pilih Add Force → Pilih Face, Referensi Top Plane, 110000 N (Reverse) → Klik OK

5. Menambahkan Material Klik Next untuk melanjutkan → Pilih Choose Material → Pilih Plain Carbon Steel → Pilih Apply → Klik Close

6. Menjalankan Running Klik Next untuk melanjutkan → Klik Run Simulation

7. Postprocessing Tegangan Klik Stop Animation untuk menghentikan animasi → Klik kanan pada Stress (-vonMises-) dan pilih Show untuk menampilkan teggangan Dari hasil simulasi part yang disimulasikan memiliki nilai tegangan maksimum 1,015e+04 MPa melebihi nilai Yield Strength sebesar 2,206e+02 Mpa yang dapat dikatakan tidak aman (not safe)

8. Postprocessing Deformasi Klik Kanan pada Displacement (-Res disp-) dan pilih Show a b, Dapat dilihat nilai deformasi maksimum sebesar 3,38e+02 mm (338 mm) pada ujung tip part

 

Share

ANALISA POROUS MEDIA pada FLOW SIMULATION

kita akan mencoba menganalisa medium berporous atau medium yang memiliki lubang-lubang kecil yang berfungsi menghambat laju aliran fluida yang berguna untuk meredam suara di SOLIDWORKS Flow Simulation. Sebagai contoh konverter exhaust pada kendaraan bermotor yang memiliki porous media untuk meredam bunyi dari mesin motor bakar.

Jalankan Flow Simulasi

Pembuatan wizzard setup

  • Project Name: Porous Media Analysis
  • Unit System: SI (MKS)
  • Analysis Type: Internal
  • Default Fluid –> Air (gass) sebagai domain fluida
  • Wall Condition, Default wall thermal condition –> adiabatic
  • Initial Condition –> Default

pembuatan material porous

Untuk membuat material porous secara custom dapat dilakukan dengan menggunakan engineering database sebagai berikut:
Klik Tools –> Pilih Flow Simulation –> Pilih Tools –> Pilih Engineering Database

Pada engineering database –> Pilih Porous Media –> Pilih user defined –> Klik kanan –> Pilih New Item

Pada Porous Media Database berikan nilai porosity sebesar 0,5 –> Pada Resistance calculation formula Pilih Dependency on velocity –> Berikan nilai A sebesar 57 kg/m2.

Boundary Condition

Untuk mendefinisikan fluida yang bergerak diperlukan kondisis batas dimana harus memiliki minimal 1 inlet dan 1 outlet. Pada kasus ini fluida udara bergerak dengan kecepatan 12 m/s dan untuk outlet menggunakan static pressure dengan besar tekanan atmosfir 1 bar.


Note : Boundary Condition untuk Inlet

Note : Boundary Condition untuk Outlet

Pendefinisian Porous Media

Setelah database material dibuat, selanjutnya adalah pendefinisian untuk komponen yang akan dijadikan porous media. Berikut ini langkahnya:
Klik Tools –> Pilih Flow Simulation –> Pilih Insert –> Pilih Porous Medium

Pada jendela porous medium pilih dua komponen monolith seperti pada gambar berikut –> Pilih porous medium isotropic –> klik OK

Disabel komponen monolith setelah mendefinisikan porous medium karena jika masih terdapat komponen monolith maka akan dianggap solid body dan jadi penghalang (tidak ada fluida yang lewat). Berikut cara mendisable komponen:
Klik kanan Input Data –> Pilih Component Control –> Hilangkan centang pada komponen monolith (porous medium) –> Klik OK

Global Goal

Untuk mencapai keadaan steady state parameter yang diamati yaitu inlet pressure, outlet pressure, overall pressure drop (inlet – outlet), converter drop (mid pressure – outer pressure)

Mesh

Mesh yang digunakan adalah mode Automatic dengan Setting Level: 3

Running

Klik Run untuk proses kalkulasi dan untuk mencapai konvergensi

Result

Setelah proses running kita dapat melihat hasil flow simulasi. Berikut ini beberapa parameter result flow simulasi.

  • Velocity Flow Result, Kecepatan subdomain fluida Refrigerant-R123

Terdapat penurunan kecepatan didaerah porous material yang semula kecepatanya 12 m/s dibagian porous menjadi 2 m/s

Goal Plot

Klik kanan goal plot –> pilih semua parameter goal –> Klik Show

Dari goal plot dapat dilihat terjadi penurunan pressure drop sebesar 164 Pa yang dihitung dari inlet pressure – outlet pressure, sedangkan penurununan konverter drop yang dihitung dari inlet monolith2 pressure – outlet pressure sebesar 83 Pa, hal tersebut sesuai dengan prinsip kerja konverter.

jika ada pertanyaan seputar software solidworks jangan ragu untuk menghubungi kami kami siap membantu anda

Share

MERUBAH TIPE ELEMEN DALAM SOLIDWORKS SIMULATION

Pernahakah ketika kita melakukan running menggunakan SolidWorks Simulation terasa lama dikarenakan jumlah elemen serta nodal yang sangat banyak padahal kasus analisa sangat sederhana?

Hal tersebut dikarenakan ketidakefisien dari jenis elemen yang digunakan untuk melakukan running simulasi. Untuk memudahkan serta menghemat waktu kalkulasi pada saat melakukan simulasi pada SolidWorks Simulation untuk jenis analisa baik statik, dinamik, linear dan nonlinear diperlukan pemilihan tipe elemen yang tepat.

Pada dasarnya pemilihan elemen untuk jenis analisa sangat penting untuk mengoptimalkan simulasi. Tipe-tipe elemen yang ada di SolidWorks Simulation:

1. Elemen Beam Elemen ini terdiri dari dua nodal dan satu penghubung dan biasa digunakan untuk jenis profil yang seragam seperti struktur baja.

2. Elemen Shell Elemen ini terdiri dari tiga nodal dan tiga penghubung biasa digunakan untuk anlisa pelat tipis yang mempunyai tebal yang tidak terlalu besar.

3. Elemen Solid Elemen ini terdiri dari empat nodal dan empat penghubung biasa digunakan untuk analisa dengan bentukan yang sangat kompleks seperti bentuk engine block, dies.

Adapun cara untuk merubah tipe elemen didalam SolidWorks Simulation sebagai berikut: A. Merubah elemen solid menjadi elemen beam Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen solid ke elemen beam – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Treat as Beam

B. Merubah elemen beam/shell menjadi elemen solid Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen beam ke elemen solid – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Treat as Solid

C. Merubah elemen solid menjadi elemen shell Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen solid ke elemen shell – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Define Shell by Selected Face

– Pilih Tipe shell (Contoh: Thin) – Pilih Face yang dijadikan base/dasar permukaan shell – Masukkan besarnya ketebalan (Contoh: 3 mm)

jika anda mengalami kesulitan dalam hal analisa struktur dan simulasi kami meyediakan jasa analisa struktur dan 3d modeling.

Share

ANALISA HEAT EXCHANGER PADA SOLIDWORKS FLOW SIMULATION

Pada tutorial solidwoks simulation kali ini kita akan mencoba menganalisa perpindahan panas pada Heat Exchanger dimana suatu sumber panas (Heat Source) dipindahkan melalui fluida yang bergerak dalam saluran (Refrigerant-R123) dan perpindahan konveksi pada permukaan luar (udara) Heat Exchanger. Adapun skematik dan properti dari fluida dapat dilihat pada gambar berikut:

HEAT EXCHANGER

Jalankan Flow Simulasi

Pembuatan wizzard setup
• Project Name : Heat Exchanger Analysis
• Unit System : SI (MKS)
• Analysis Type : Internal
Include > Heat Conduction in Solid
Gravity (Y = -9.81 m/s2)
• Default Fluid > Air (gass) sebagai domain utama
Refrigerant-R123 (subdomain)
• Default Solid > Aluminum
• Wall Condition > Default
• Initial Condition > Default

HEAT EXCHANGER 2
HEAT EXCHANGER 3

Subdomain Fluida
Untuk mendefinisikan domain fluida yang berbeda (Refrigerant-123) pada region tertentu diperlukan subdomain condition.
Pilih Face domain kemudian pilih Fluid Type > Refrigerant R-123
HEAT EXCHANGER 4
Boundary Condition
Untuk mendefinisikan fluida yang bergerak diperlukan kondisis batas dimana harus memiliki minimal 1 inlet dan 1 outlet. Pada kasus ini fluida sub domain bergerak dengan kecepatan 0,001 kg/s.

HEAT EXCHANGER 5
HEAT EXCHANGER 6

Heat Source
Sumber panas (Heat Source) merupakan sumber termal yang akan dipindahkan ke fluida baik yang diam (udara) atau yang bergerak (Refrigerant-R123). Sumber panas (Heat Source) sebesar 200W pada permukaan Heat Exchanger seperti berikut:

HEAT EXCHANGER 7
HEAT EXCHANGER 8
HEAT EXCHANGER 9
Klik Run untuk proses kalkulasi dan untuk mencapai konvergensi
HEAT EXCHANGER 10
Note : Grafik Konvergensi untuk Global Goal (Temperatur fluida dan Temperatur solid)

Result
Setelah proses running kita dapat melihat hasil flow simulasi. Berikut ini beberapa parameter result flow simulasi.
• Velocity Flow Result
Kecepatan subdomain fluida Refrigerant-R123

HEAT EXCHANGER 11
• Cut Plot Temperature Result
Pada cut plot dibawah ini dapat dilihat distribusi temperatur untuk region fluida dan solid dapat dilihat untuk temperatur solid berada pada 100 oC dan temperatur udara lingkungan berada pada settingan 25 oC.
HEAT EXCHANGER 12
• Flux Plot
Klik kanan Flux Plot  Insert  pilih semua komponen
Dapat dilihat laju perpindahan dari heat source menuju fluida udara dan R123.

HEAT EXCHANGER 13

Share

Analisa Statik SolidWorks Simulation

Mendeteksi Singularity pada Analisa Statik SolidWorks Simulation Menggunakan Stress Hot Spot Diagnostics.

Pernahakah ketika kita melakukan anlisa struktur khususnya anlalisa statik menjumpai adanya kejanggalan terhadap hasil yang kita simulasikan. Kejanggalan tersebut berupa singularity, pada saat kita melakukan simulasi semakin kecil ukuran mesh nilai maksimum stress (von mises) semakin tinggi dan nilai tersebut berujung infinity (singular) sehingga konvergensi hasil tidak tercapai yang menyebabkan hasil simulasi menjadi tidak valid. singularity bisa terjadi akibat adanya keruncingan pada sudut tertentu seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Analisa Statik1

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Stress Hot Spot Diagnostics, fitur ini merupakan fitur terbaru di SolidWorks Simulation 2019 dimana untuk mengetahui apakah terdapat adanya singularity pada saat melakukan analisa statik.

Jalankan analisa statik
Pada kasus dibawah ini ujung L-bracket dijepit dengan tumpuan fixed geometry dan diberi beban sebesar 900 N ke arah vertikal.

Mesh
Mesh yang digunakan pada analisa statik ini yaitu coarse dan medium yang dapat dilihat pada gambar berikut
mesh coarse
meshmedium
Result Stress (Von Mises)
Bisa dilihat hasil stress (von mises) terdapat perbedaan yang signifikan nilai maksimum stress antara mesh kasar (52 MPa) dan mesh medium (65 MPa) hal tersebut dikarenakan adanya singularity dibagian corner L-Bracketnya, semakin kita kecilkan lagi ukuran meshnya maka nilai maksimum stressnya semakin naik. Untuk mengetahui adanya singularity dapat didiagnosis dengan menggunakan Stress Hot Spot Diagnostics.
mesh coarse result
meshmedium result
Stress Hot Spot Diagnostics
Stress Hot Spot Diagnostics memudahkan kita untuk menemukan adanya singularity sehingga kita dapat memperbaiki geometri yang ditemukan adanya singularity, untuk menampilkan Stress Hot Spot Diagnostics yaitu:
klik kanan pada results  Klik Stress Hot Spot Diagnostics  masukkan nilai sensitivitas (semakin besar nilainya semakin detail)  Klik Run Stress Hot Spot Diagnostics.
hotspot
Jika ditemukan adanya kejanggalan (singularity) maka akan muncul notifikasi seperti berikut.
simulation
Lokasi singularity dapat dilihat pada gambar berikut dimana warna abu-abu menunjukkan lokasi elemen yang menunjukkan singularity
singularity
Modifikasi
Untuk memperbaiki singularity dapat dilakukan pemberian fillet untuk mengurangi ketajaman siku pada L-Bracket dan kemudian kita lakukan Stress Hot Spot Diagnostics dan diperoleh tidak adanya singularity.
fillet

Share

Fitur Interference Detection pada SOLIDWORKS 2019

Fitur Interference Detection pada SOLIDWORKS 2019 dapat digunakan langsung pada multibody part. Ini sangat berguna untuk memeriksa bagian-bagian pengelasan (atau bagian lembaran logam multibody) untuk setiap gangguan potensial yang perlu ditinjau. Jika di versi sebelumnya membutuhkan solusi lain seperti menggabungkan part tersebut dengan feature combine atau memasukkan ke dalam sebuah Assembly.
solidworks interface
gambar : SOLIDWORKS 2019 Multibody Interference Detection

SOLIDWORKS Simulation Interference Detection Ini juga berguna ketika menjalankan studi Simulasi pada multibody parts. Studi simulasi akan gagal dengan adanya interference pada body. Tools ini akan membantu menemukan daerah bermasalah.
interface detection solidworks 2
Gambar: SOLIDWORKS Simulation Interference Detection

interface detection solidworks 3
Gambar: SOLIDWORKS Simulation Interference Detection for Simulation Studies

Optionnya mirip dengan Interference Detection yang ada pada Assembly. Ada opsi untuk ‘Skip interferences inside inserted parts’. Jika Anda memasukkan part lain ke part ini, Bagian yg interference apa pun yang ada di dalam part yang dimasukkan diabaikan. Namun jika keseluruhan part yang dimasukkan memiliki interference pada komponen Anda, ini masih akan muncul.
interface detection solidworks 4
Gambar: SOLIDWORKS 2019 Multibody Interference Detection Options

Share