Giaffone Racing dan solusi khusus dari SOLIDWORKS

Dengan persaingan baru yang ada setiap waktu, Giaffone Racing harus mencari teknologi yang lebih canggih untuk mengguncang pasar mereka untuk menghindari stagnasi agar selalu tetap terdepan dalam persaingan di lini bisnis mereka.

Stock Car 2019 – 7ª etapa – Interlagos – CORRIDA DO MILHÃO

Dengan pemikiran itu, para engineer Giaffone akhirnya memutuskan beralih untuk menggunakan SOLIDWORKS. Giaffone Racing pertama kali mengimplementasikan desain SOLIDWORKS Professional, desain dan analisis SOLIDWORKS Premium, dan manajemen data dari SOLIDWORKS PDM Professional pada tahun 2006.

Bersama-sama Giaffone Racing dan SOLIDWORKS telah mencapai prestasi yang sangat luar biasa, seperti pengurangan 70 persen dalam waktu pengembangan. dengan Studi topologi SOLIDWORKS bukan hanya dapat menghemat waktu, tetapi para engineer juga dapat dengan cepat dan mudah memahami kendala desain.

image source : https://blogs.solidworks.com/

Alasan Giaffone menggunakan solusi khusus dari SOLIDWORKS adalah solusi topologi yang dikombinasikan dengan proses desain 3d dan analisa yang ada pada SOLIDWORKS yang memungkinkan para produsen mobil balap menjadi lebih cepat dan gesit.

image source : https://blogs.solidworks.com/

Dengan Mengembangkan part part yang lebih ringan karena ini memiliki andil besar serta kemampuan untuk menghilangkan pembatasan ukuran dalam pengiriman. Dari sana, Koordinator Teknikal Denis Ramon Peixoto mengatakan, “Kami memiliki visi untuk terus berada di ujung tombak teknologi untuk mendorong kesuksesan kami.” Dia kemudian memuji perangkat lunak optimasi topologi untuk membantu Giaffone menciptakan “lini produk off-road,” dan untuk tetap “berpikir ke depan.”

Alat optimisasi topologi dalam perangkat lunak SOLIDWORKS Simulation Professional membantu perusahaan Giaffone untuk membuat desain part menjadi lebih ringan, lebih kuat, dan lebih kaku, dan mengurangi bahkan menghindari dari desain percobaan dan kesalahan, Dengan optimasi topologi SOLIDWORKS, kami dapat mencapai desain akhir dalam sekali percobaan.

baca juga analisa topology study solidworks

Share

membuat ketebalan, memotong dan merotate dengan pemilihan face

Tutorial solidworks basic kali ini akan membahas mengenai penggunaan Move Face yang di peruntukan membuat / menambahkan ketebalan, mengurangi atau merotate dengan hanya memilih face yang sudah ada tanpa membuat sketch terlebih dahulu. Feature ini bisa di gunakan di file SOLIDWORKS atau pun Imported file. Dari bentukan di bawah ini akan di rubah geometri nya hanya dengan memanfaatkan face nya.

Feature Move Face sendiri terletak di Direct Editing seperti di bawah ini.
Metode nya sendiri nanti ada 3 : Offset , Tranlate , Rotate

  1. Offset
    – pilih Face yang akan di tambahakan ketinggian atau ketebalan – dan berikan panjang berapa
    – Ceklis Flip direction apabila akan mengurangi /cutting dari face tadi
  1. Translate
    – pilih Face yang akan di tambahakan ketinggian atau ketebalan – dan berikan panjang berapa.
    – Parameter untuk metode arah ketebalan atau pemotongan Blind, Up to Vertex, Up to Surface, Offset
    from Surface, Up to Body.
    – Menentukan direction referensi Plane, Edge, Planar Face , Axis.
    – Menentukan panjang ketebalan nya berapa.
  1. Rotate (ini di gunakan untuk body surface)
    – Ceklis Copy apabila face mau di copy
    – Paramenter Axis sebagai pusat rotate
    – Parameter derajat kemiringan
    – Ceklis Flip direction untuk membalik arah kemiringan

Demikian tips & trick solidworks kali ini , semoga bisa membantu dan bermanfaat.

Share

Xpress Products – SimulationXpress

Tips and Tricks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan Xpress Product yang bernama SimulationXpress. Fitur ini berfungsi untuk melakukan analisis kekuatan dari produk yang dirancang apakah mampu menahan beban statis atau tidak. SimulationXpress memiliki beberapa tipe pembebanan diantaranya Force (N),Tekanan (Pa) dan untuk tumpuan memilki satu jenis yaitu Fixed Geometry. Pada kesempatan ini kita akan melakukan analisis sebuah batang dengan beban tekan sebesar 110000 N (11 Ton) dan dibagian lain dijepit dengan tumpuan Fixed. SolidWorks SimulationXpress hanya bisa digunakan pada single body. Untuk menjalankan “Static Analysis Single Part” ikuti langkah dibawah ini:

1. Buatlah sebuah part dengan dimensi seperti diatas

2. Aktifkan Xpress Product – SimulationXpress Klik Menu Tools → Pilih Xpress Products → Pilih SimulationXpress → Pilih Next untuk memulai a a Static Analysis Single

3. Menambahkan Tumpuan (Fixtures) Klik Add Fixtures → Pilih Face yang akan dijadikan tumpuan → Klik OK

4. Menambahkan Beban Klik Next → Pilih Add Force → Pilih Face, Referensi Top Plane, 110000 N (Reverse) → Klik OK

5. Menambahkan Material Klik Next untuk melanjutkan → Pilih Choose Material → Pilih Plain Carbon Steel → Pilih Apply → Klik Close

6. Menjalankan Running Klik Next untuk melanjutkan → Klik Run Simulation

7. Postprocessing Tegangan Klik Stop Animation untuk menghentikan animasi → Klik kanan pada Stress (-vonMises-) dan pilih Show untuk menampilkan teggangan Dari hasil simulasi part yang disimulasikan memiliki nilai tegangan maksimum 1,015e+04 MPa melebihi nilai Yield Strength sebesar 2,206e+02 Mpa yang dapat dikatakan tidak aman (not safe)

8. Postprocessing Deformasi Klik Kanan pada Displacement (-Res disp-) dan pilih Show a b, Dapat dilihat nilai deformasi maksimum sebesar 3,38e+02 mm (338 mm) pada ujung tip part

 

Share

Sukses story Applied Robotics, Inc setelah menggunakan SOLIDWORKS

Applied Robotics, Inc. Didirikan pada tahun 1983, adalah perusahaan global yang terkemuka untuk solusi end-of-arm tool dan konektivitas khusus untuk industri otomasi dan robotika, berfokus pada peningkatan efisiensi dan meningkatkan proses manufaktur sejak awal desain. Applied Robotic bekerja dengan produsen robot terkemuka lainnya untuk menyediakan para pelanggannya dengan teknologi dan solusi otomasi yang terbaru. Applied Robotics menyediakan solusi yang mendukung otomotif, manufaktur, pengelasan, perakitan, paletisasi, pembuangan material, penanganan material, laboratorium, dan aplikasi penanganan makanan di seluruh dunia.

Perusahaan kemudian merancang dan membuat solusi layanan otomasi yang inovatif, termasuk sistem penggantian pahat, sensor tumbukan, grippers, dan sistem koneksi.

Dengan pelanggan mulai dari 500 perusahaan besar sampai perusahaan swasta kecil, Applied Robotics memegang lebih dari 40 paten nasional dan internasional untuk penemuan-penemuan seperti sistem pengubah alat robotik stud-welding yang terintegrasi, perakitan sensor gaya robot singleaxis, dan robot pendeteksi overload.

Hingga 2008, Applied Robotics masih menggunakan software desain mekanik Solid Edge® dan paket desain listrik E3® untuk mengembangkan, memproduksi, dan merakit aspek desain mekanik dan listrik dari solusi otomatisasi robotiknya. Namun, menurut VP, Direktur Teknik Stefan Casey, ada beberapa kesulitan yang terkait dengan penggunaan aplikasi skema listrik dan perekrutan engineer dan mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali solusi untuk software desain 3D-nya.

“Kami tidak bisa mendapatkan dukungan lokal untuk perangkat lunak skema listrik dan beberapa perusahaan dan desainer di daerah kami yang familiar atau yang sudah terlatih dengan software Solid Edge,” berdasarkan keterangan Casey. “Ketika kami melihat-lihat perusahaan serupa di daerah kami dan merekrut desainer dan insinyur, kami menjumpai dan mengenal software SOLIDWORKS.

Jadi, perusahaan tersebut memutuskan untuk membeli dan mencobanya. Pengalaman itu menghasilkan transisi penuh dan menggunakan SOLIDWORKS pada tahun 2013. ”

Robotika menerapkan standarisasi pada solusi SOLIDWORKS dan mengimplementasikan SOLIDWORKS Premium mechanical design, software analisis, dan SOLIDWORKS Electrical Schematic design karena menerut perusahaan tersebut lebih mudah digunakan,

Karena perusahaan tersebut mengunakan SOLIDWORKS, mereka dapat dengan mudah menemukan karyawan yang memenuhi standard Departemen Tekniknya untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang sedang berkembang, menurut Manajer Solusi Tom Marcella berpikir bahwa SOLIDWORKS adalah paket yang lebih baik dari Solid Edge, dan Tentunya membuatnya lebih mudah untuk merekrut orang-orang yang berkualitas dan terlatih.

IMPRESI PERTAMA YANG BAIK DENGAN GAMBAR DAN SKEMATIK pada SOLIDWORKS

Meskipun skema listrik dan pneumatik yang dibuat oleh Robotika Terapan tidak terlalu rumit atau canggih, meningkatkan fungsi penting bagi perusahaan otomasi karena Kualitas skema dan gambar adalah apa yang pertama kali dilihat oleh pelanggan,” Marcella menekankan. “Jika Anda memiliki gambar yang terlihat buruk dan tidak profesional, Anda tentu tidak akan memulai proyek dengan baik.”

“Tata letak skema kami jelas terlihat lebih bagus dan membuat kesan yang lebih baik dengan pelanggan,” tegas Insinyur Listrik dan Kontrol Michael Spiesbach. “Kami telah menambahkan sejumlah simbol baru ke basis data Skema Kelistrikan SOLIDWORKS kami, yang memungkinkan saya tidak hanya untuk membuat skema yang lebih menyenangkan secara estetika tetapi juga untuk melengkapinya dengan lebih efisien dan lebih hemat biaya.”

KERJA SAMA DAN PERAKITAN YANG LEBIH BAIK

Dengan kombinasi desain mekanik SOLIDWORKS Premium dan perangkat lunak desain SOLIDWORKS Electrical Schematic, Applied Robotics, Inc telah merealisasikan kolaborasi dan dokumentasi yang lebih baik, menghasilkan peningkatan produktivitas selama desain dan perakitan. “Kami berkolaborasi lebih efektif karena kami beralih ke SOLIDWORKS karena solusi gabungan menyederhanakan banyak hal,” kata Marcella.

“Dalam hal kolaborasi, skema desain listrik harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga perancang mekanik kami tahu apa yang perlu dihubungkan dan apa parameter ruangnya, seperti apakah limiter saat ini harus muat di ruang yang seukuran kotak sepatu. atau seperempat, ”Marcella menambahkan. “Pengembangan skema listrik berjalan jauh lebih cepat dengan perangkat lunak Skema Listrik SOLIDWORKS karena lebih disederhanakan, memungkinkan kita untuk berkolaborasi lebih efektif.”

Subscription Services & technical support yang berpengalaman dan bersertifikasi

Applied Robotics, Inc berinvestasi dalam Subscription Services yang selalu di update setiap tahunnya dari Reseller SOLIDWORKS yang dipilihnya, karena perusahaan menempatkan nilai tinggi pada dukungan lokal yang cepat dan dapat diakses melalui CADimensions, “Membeli maintenance pada lisensi SOLIDWORKS kami itu sangat bagus karena membuat kami selalu terbarui dengan fitur dan kemampuan terbaru,” kata Marcella.

“Namun, manfaat yang lebih besar adalah dapat memanggil seseorang / technical support yang berpengalaman dan bersertifikat dan tentu saja mengetahui perangkat lunak solidworks tersebut dan dapat memberikan solusi cepat pada masalah yang Anda hadapi,” Marcella melanjutkan. “Dukungan lokal yang cepat, yang tidak kami miliki dengan solusi kami sebelumnya pada Solid Edge, membantu kami menyelesaikan masalah apa pun yang mungkin kami temui, sehingga kami dapat terus bekerja dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas kami.”

so, bagaimana dengan perusahaan anda, apakah mau menjadi sukses seperti para perusahaan besar yang beralih menggunakan solidworks ?

jangan ragu untuk menghubungi kami PT Arisma data Setia – reseller resmi solidworks di indonesia sejak tahun 96 dan telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan.
kami siap membantu anda.!!

Share

Cara manual Backup Solidworks PDM Database

Saat memecahkan masalah SOLIDWORKS PDM, atau saat melakukan Software Upgrade, anda mungkin perlu membackup secara manual Database SOLIDWORKS PDM di luar Schdule maintenance yang biasanya dijadwalkan.

Cara backup ini dapat dijalankan sebagai task di Microsoft SQL Server Management Studio.
Langkah 1: Pada SQL Server Management Studio, klik kanan pada database PDM yang ingin di backup, kemudian klik pada flyout Tasks dan pilih “Backup

Langkah 2: Di kotak dialog Backup, di General Page, pastikan bahwa tipe Backup diatur ke Full dan Backup Component diatur ke Database. Di Destination area, periksa kembali bahwa opsi Backup diatur ke Disk. Anda mungkin perlu memilih existing destination yang ada dan kli Remove“, lalu klik “add“.

Backup the SOLIDWORKS PDM Database

Langkah 3: Dalam dialog Select Backup Destination, klik “…” dan pilih folder tempat file backup yang sudah dibuat. Masukkan nama termasuk ekstensi “bak”. Klik Ok pada dialog Select Backup Destination  untuk kembali ke Layar General pada backup dialog.

Select Backup Destination

Langkah 4: Pada Media Options di jendela dialog Backup, atur Overwrite media option ke Overwrite all existing backup sets, lalu centang opsi di bawah Reliability ke Verify backup when finished.

Overwrite media option

Compress backup

Langkah 5 (Opsional): Ukuran file backup tergantung pada ukuran vault. File ini bisa sangat besar, mungkin beberapa gigabytes. Namun ketika dikompresi ukuran file akan berkurang secara dramatis. Jika ukuran file akan sangat besar, pada halaman Opsi backup dari jendela dialog backup, Anda mungkin ingin mengatur tindakan Kompresi ke compress backup. Atau, file .bak dapat dikompres menggunakan kompresi Windows atau program pihak ketiga.

Share

Import File DWG pada SOLIDWORKS Elctrical

Kali ini kita akan membahas tentang caranya melakukan Import DWG file pada SOLIDWORKS Electrical. Pada Ribbon menu SOLIDWORKS Electrical, terdapat menu Import/Export. Pada bagian tersebut terdapat feature Import DWG files untuk bagian Import. Pada feature Import DWG files ini, kita dapat mengubah atau mengimport file dari project SOLIDWORKS Electrical kedalam file DWG. Berikut untuk cara mengimport file project SOLIDWORKS Electrical ke dalam file DWG.

Pertama, pilih feature Import DWF files pada Ribbon menu Import/Export.

Kedua, pilih folder asal dari file DWG pada bagian “Folder of files to import”, kemudian pilih book sesuai dengan posisi book yang ingin ditambahkan file DWG pada project SWE, pada kolom “Destinantion book”. Detelah selesai, pilih “Next”.

Ketiga, bila dalam satu folder terdapat beberapa file, anda dapat memilih file yang akan diimport dan sisanya bisa anda delete.

Apabila file yang akan diimport ke dalam project electrical sudah pilih, anda dapat mengklik next untuk tahap selanjutnya.

Keempat, apabila ada symbol, block, ataupun title block dari file DWG yang akan dihapus, anda dapat mencheck list. Anda juga dapat mereplace atau mengganti object dengan object dari file DWG lain. Namun, apabila tidak ada yang direplace maupun didelete, maka anda dapat langsung mengklik “Next” untuk ke tahap selanjutnya

Kelima, kita dapat menentukan posisi dari hasil import DWG file. Dan pada bagian ini kita juga bisa menambahakan jarak dari bagian tengah dengan menggunakan offset

Keenam, apabila dalam file DWG configuration, anda dapat memilih Save import configuration. Namun kalau tidak ada, anda dapat memilih Do not save. Configuration di sini maksudnya adalah configuration untuk description dari files

Setelah semua proses atau tahapan import dilakukan, maka anda dapat melihat file DWG yang anda import ke dalam project pada Side Panel kiri SOLIDWORKS Electrical. Biasanya untuk penomoran dari dari lembar project akan langsung mengikuti urutan sebelumnya.

Hasil Import DWG file langsung masuk ke project yang sedang dibuka

Demikian pembahasan untuk feature Termination type atau skun. Semoga info ini menambah pengetahuan kita tentang SOLIDWORKS Electrical

Share

Mengkonvert Modo Appearance dari PhotoView 360 ke solidworks Visualize

Salam hangat untuk para user solidworks Indonesia, Pada kesempatan ini saya mau membahas mengenai cara mengkonvert Modo Appearance dari  PhotoView 360 ke solidworks Visualize.
Convert mode appearance ini di maksudkan agar  bisa di gunakan di solidwoks visualize karena di solidwoks visualize hanya bisa mengunakan format  ‘.svap’.

Berikut cara convertnya:
1. Buka SOLIDWORKS, Pilih bagian Modo appearance yang diinginkan.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 1 - SOLIDWORKS - Appearances Tab
Gambar 1 – SOLIDWORKS – Appearances Tab

2. Gunakan atau aktifkan SOLIDWORKS Visualize pada Add-in, dan pilih Export Simple pada tab fitur SOLIDWORKS Visualize.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 2 - SOLIDWORKS - Visualize Add-In Export Simple
Gambar 2 – SOLIDWORKS – Visualize Add-In Export Simple

3. Lalu buka Solidworks Visualized,dan pilih dan klik appearance pada tab Appearances  (beri nama pada appearance).
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 3 - VISUALIZE - Appearance Tab
Figure 3 – VISUALIZE – Appearance Tab

4. pilih appearance , dan klik  Export
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 4 - VISUALIZE - Export Appearance
Gambar 4 – VISUALIZE – Export Appearance

5. beri nama dan klik Save. File akan ter simpan dengan format SOLIDWORKS Appearance File (.svap). kita dapat membuat folder pada library dan menyimpan file appearance pada folder tersebut.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 5 - VISUALIZE - Save As .svap
Gambar  5 – VISUALIZE – Save As .svap

6. Dan sekarang Modo appearance pada local library files.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 6 - VISUALIZE - Local Appearances Library
Gambar 6 – VISUALIZE – Local Appearances Library

 

Share

Mate Pop-up Toolbar

Salam hangat untuk seluruh user SOLIDWORKS di Indonesia. Bagaimana aktivitas desain anda menggunakan SOLIDWORKS? Pastinya sudah makin jago menggunakannya

Tips & Tricks solidworks kali ini membicarakan terkait dengan Mate, pastinya sering menemui fitur tersebut untuk merakit sebuah assembly product.
Sering merakit komponen dalam assembly SOLIDWORKS? Dengan menggunakan toolbar pop-up mate SOLIDWORKS dapat menghemat banyak waktu dan mousing!
Mate pop-up toolbar memang tidak secerdas mate manager yang biasa kita gunakan. Seperti contoh; Mate manager dapat memprediksi langsung kapan dia memilih parallel, coincident, ataupun juga mate yang lain. Tetapi dengan Mate pop-up toolbar yang memang tidak secerdas Mate manager, dapat membantu anda secara waktu dan efisiensi dalam pemilihan mate.

Bagaimana cara menggunakan Mate pop-up toolbar?

  1. Pilih entities (face, edge, point, dll) yang ingin anda mate antara lebih dari 2 komponen (pemilihan sambil menekan tahan ctrl)
  2. Setelah memilih beberapa entities tersebut, maka Mate pop-up toolbar akan muncul, tetapi yang perlu diperhatikan yaitu usahakan mouse pointer anda masih berada di area yang tidak jauh dari pemilihan terakhir. Karena jika mouse pointer anda digerakan terlalu jauh dari pemilihan terakhir, maka Mate pop-pu toolbar akan hilang.

  3. Lalu pilihlah mate yang sesuai dengan entities yang anda pilih.

Seperti contoh juga, jika kita ingin menggunakan Width Mate, anda tinggal hanya memilih 4 face (sambal menekan tombol ctrl) kemudian Width Mate akan muncul pada Mate pop-up toolbar.


Kita dapat membandingkan kecepatan dan kemudahan Mate Pop-up Toolbar melawan Mate Manager yang lebih cerdas tetapi juga lebih rumit untuk digunakan. Cobalah menggunakan Width Mate dengan face yang sama menggunakan Mate Manager dan menjadi jelas betapa lebih banyak pemilihan yang dipilih.

 

Demikian tips & tricks mengenai penggunaan Mate Pop-up Toolbar pada proses assembly. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dalam pengerjaan desain terlebih pada saat proses melakukan assembly.

Share