MENGGUNAKAN ARC CONDITION UNTUK DIMENSI ANTAR LINGKARAN

Pernahkan rekan-rekan menemui atau mendapati sebuah gambar Sketsa, mungkin bisa dari Vendor atau dari Perusahaan rekanan, yaitu dimana Jarak dimensi yang digunakan antar 2 buah lingkaran, atau sebuah lingkaran dengan sebuah garis, namun pada dimensi tersebut mengambil ukuran titik terluar dari lingkaran atau titik terdalam-nya. Sehingga kita akan sedikit bingung dalam membuat Part tersebut di SOLIDWORKS

Mungkin bagi rekan-rekan yang belum mengetahui Arc Condition biasanya menambahkan sebuah Point pada titik terluar atau terdalam dari sketsa lingkaran. Atau menghitung ulang jarak ke titik tengah lingkaran-nya. Hal itu tidak perlu dilakukan apabila rekan-rekan melakukan setting pada Arc Condition dimensi-nya.

Arc Condition bisa digunakan hanya Ketika membuat / memberikan Dimensi dengan memilih langsung pada garis Lingkaran-nya, jadi bukan pada titik tengah lingkaran. Ketika pemilihan sudah sesuai, maka pada settingan “Leaders” dari Dimension yang muncul di sebelah kiri panel akan ada pilihan Arc Condition pada titik Minimal, Center, atau Maximal dari Sketsa Lingkaran tersebut. Sehingga kita dapat menyesuaikan pengukuran dimensi pada sketsa lingkaran-nya.

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan simak video berikut ini :

Share

PENJELASAN SUB ASSEMBLY PADA SOLIDWORKS

Dalam Assembly didalam software cad SOLIDWORKS ada berbagai tipe komponen yang dapat diinsert, dimana hal tersebut berlaku sesuai dengan File yang diinsert pada Assembly, dapat berupa sebuah Part atau sebuah Assembly juga. Nah, Ketika kita memasukkan Assembly kedalam Assembly maka status nya dapat berubah menjadi Sub Assembly. Dan Sub Assembly ini memiliki beberapa fitur yang dapat diexplore untuk dapat kita pergunakan semaksimal mungkin. Hal apa Saja mari simak Artikel ini.

 Didalam Sub Assembly ada 2 kondisi yaitu Rigid dan Flexible, Ketika kondisi nya Rigid maka Sub Assembly tersebut akan dalam kondisi kaku artinya mate yang kita gunakan pada Sub Assembly tersebut tidak berfungsi, namun Ketika kondisi Flexible maka Sub Assembly tersebut dapat digerakkan sesuai dengan mate yang kita lakukan pada Sub Assembly tersebut. Lalu, kita dapat men-copy Sub Assembly tersebut secara langsung, dan Memecah Isian Part dari Sub Assembly tersebut sehingga tidak memiliki status sebagai Sub Assembly dan memudahkan kita dalam melakukan mating.

baca juga : REMOVING INTERFERENCE DALAM MULTI-BODY PART DAN DALAM PEMBUATAN ASSEMBLY

Selain itu kita dapat membuat sebuah Sub Assembly langsung dari part-part yang kita insert didalam Assembly, merubah nama Sub Assembly, dan langsung menyimpan Sub Assembly tersebut kedalam sebuah File Assembly yang terpisah.

Untuk penjelasan lebih Detail-nya, silahkan rekan-rekan bisa melihat video berikut ini :

Share

MEMBUAT HOLE DIDALAM ASSEMBLY

Didalam Assembly pada SOLIDWORKS ada suatu fitur yang dapat memudahkan para penggunanya untuk dapat langsung membuat sebuah Hole dengan standard tertentu. biasanya rekan-rekan menggunakan fitur Hole Wizard didalam sebuah Part, namun untuk fitur ini seperti menggunakan Hole Wizard didalam Assembly. Dan, fitur ini dapat langsung mengidentifikasi pembuatan lubang pada 2 part lainnya atau lebih. Penasaran? Simak Artikel ini.

Didalam Assembly ada sebuah fitur yang diberi nama Hole Series, dimana dengan menggunakan Hole Series ini rekan-rekan dapat langsung membuat sebuah lubang dengan standard / jenis-jenis Hole seperti pada Hole Wizard. Pembuatan lubang dengan Hole Series ini juga dapat dilakukan langsung pada 2,3, atau lebih Part yang saling bertumpuk. Sehingga akan meminimalisir waktu pembuatan Hole.

 Rekan-rekan dapat langsung menemukannya dari Opsi Menu “Assembly Features”. Lalu seperti didalam Hole Wizard rekan-rekan bisa memilih tipe / jenis Hole apa yang akan dibuat.  Selanjutnya menentukan Spesifikasi pada Middle Part dari Assembly tersebut dan menentukan Spesifikasi Hole pada End Part nya. Tinggal klik “OK” dan hole sudah langsung terbentuk pada Assembly.

Untuk penggunaan fitur lebih jelasnya, simak video berikut ini :

Share

MEMANFAATKAN FITUR MOVE FACE / MOVE COPY BODIES

Salam Semangat Sobat SOLIDWORKS,
Tentunya sobat SOLIDWORKS pernah merasa kesulitan ketika menerima File dari Ekstensi
aplikasi lain seperti .igs .stl .stp atau yang lainnya. Kesulitan dapat terjadi karena dari ekstensi file tersebut saat dibuka di SOLIDWORKS terlihat pada Design Tree hanya akan muncul 1 history, yaitu Imported. Ya, tentunya user akan merasa kebingungan saat melakukan editing pada file ini, atau biasanya yang dilakukan merubahnya menjadi Surface lalu mengeditnya. Tapi, sebelum melakukan opsi tersebut, kita bisa Memanfaatkan fitur-fitur dari Command Manager / Menu Direct Editing terutama ialah Move Face atau Move/Copy Bodies. Memang apasih bedanya? Simak artikel berikut ini.

  1. Move Face
    Fitur Move Face terdiri dari 3 pilihan yaitu Offset, Translate dan Rotate. Offset untuk
    menambahkan atau mengurangi Panjang dari sebuah Face pada bagian Part tersebut.
    Translate untuk memindahkan posisi sebuah bagian pada Part secara Linear. Rotate
    untuk memindahkan posisi sebuah bagian pada Part secara Circular.
  2. Move/Copy Bodies.
    Fitur Move/Copy Bodies terdiri dari 2 pilihan yaitu Constraint dan Translate. Constraint
    bekerja seperti mating tiap Part pada Assembly namun bedanya mating dilakukan dalam
    Template Part. Sehingga dari Multi-Body part yang terpisah dapat diedit dan
    digabungkan menjadi satu kesatuan Part. Translate digunakan untuk memindahkan atau
    merotasi tiap Bodies pada Multi-body Part, setiap memindahkan Bodies kita dapat memilih untuk membuat Duplikasi Bodies atau tidak.
    Untuk lebih jelasnya, mari lihat pada video berikut ini :

Masih menemukan kesulitan dalam design 2d ataupun 3d, kami siap membantu anda dengan jasa gambar 2d, 3d yang kami tawarkan.. konsultasikan masalah anda sekarang juga!!

Share

Menghubungkan SOLIDWORKS ke cloud 3DEXPERIENCE

Menghubungkan SOLIDWORKS desktop anda ke cloud platform 3DEXPERIENCE sangat mudah berkat 3DEXPERIENCE PLM Services Connector. Konektor ini adalah add-in untuk SOLIDWORKS desktop sama seperti Toolbox, Routing, atau add-in lainnya.

Bagaimana anda mendapatkannya?

Jika anda sudah memiliki role 3D Creator (xDesign) atau role 3D Sculptor (xShape) yang ditetapkan kepada anda, anda juga memiliki akses ke konektor. Namun, anda mungkin hanya pengguna SOLIDWORKS “murni” yang tidak menggunakan produk desain “di cloud” (xDesign atau xShape). Anda masih dapat menghubungkan SOLIDWORKS desktop anda ke cloud 3DEXPERIENCE dengan diberi role sebagai “Collaborative Designer For SOLIDWORKS”.

Role ini dapat dibeli dan ditambahkan ke platform anda sama seperti role lainnya. Seperti yang dikatakan di atas, role ini tidak diperlukan oleh siapa pun yang memiliki role 3D Creator (xDesign) atau 3D Scluptor (xShape). Mereka sudah memiliki akses ke konektor. Untuk mengaktifkan konektor tersebut, anda dapat membuka “compass” dan mencari icon SOLIDWORKS di aplikasi yang tersedia.

Jika anda tidak melihat icon SOLIDWORKS, anda harus menghubungi administrator Platform 3DEXPERIENCE dan meminta mereka mengaktifkannya untuk anda.

Setelah konektor diaktifkan, anda dapat memasang icon SOLIDWORKS dari bawah compass dan add-in 3DEXPERIENCE PLM Services akan diaktifkan.

Bagaimana anda menggunakannya?

Di dalam SOLIDWORKS anda mengakses 3DEXPERIENCE PLM Services Connector dengan mengklik ikon ini pada tab panel (sisi kanan layar).

Alat ini akan memberi anda akses untuk mampu mencari semua data anda di cloud 3DEXPERIENCE, dan cara mudah untuk mendapatkan file SOLIDWORKS ke / dari cloud. Ketika anda dalam keadaan membuka part atau assembly di SOLIDWORKS, nama file akan muncul di jendela panel tugas dan icon “status” akan menunjukkan kepada anda jika file lokal anda belum ada di cloud, lebih baru dari, lebih tua dari, atau sama dengan versi di cloud.

Jika melakukan klik kanan pada file, akan memungkinkan anda menyimpannya ke cloud dan muncul beberapa perintah PLM lainnya.

Saat anda melakukan pencarian pada bagian panel tugas, anda memiliki akses ke semua alat pencarian yang sama seperti yang anda lakukan saat berada di halaman dasbor platform berbasis web, termasuk tag untuk memfilter hasil pencarian anda.

Mengklik kanan pada file akan memberi anda kemampuan untuk membuka file (di SOLIDWORKS) atau membukanya dengan salah satu aplikasi 3DEXPERIENCE lain dan juga kemampuan untuk melihat semua objek terkait file (referensi).

Anda juga dapat mengambil file dari sini dan drag & drop langsung ke Assembly SW yang ada. Saat melakukan hal tersebut, file akan didownload ke directory PLM lokal anda yang aktif (ditentukan saat anda menginstal konektor). Ini adalah fitur hebat dari sistem PLM karena anda tidak akan “bekerja di internet” (atau jaringan). Anda akan mengerjakan file secara lokal sepanjang waktu. Satu-satunya saat ada koneksi internet adalah jika anda memindahkan file dengan menarik ke bawah atau ke atas.

Apakah file akan tetap “terhubung”?

Fitur hebat lainnya dari mengakses file melalui Konektor Layanan PLM adalah SOLIDWORKS akan menggunakan fungsionalitas Interkoneksi 3D yang disematkan untuk membuka file dengan “tautan langsung” ke versi di cloud.

Panah hijau pada icon di bagian fitur manager design tree menunjukkan ini kepada kita. Sekarang anda dapat lanjut mengerjakan model di SOLIDWORKS untuk menambahkan bentukan shell, menambahkan ekstrusi atau pemotongan, membuat cetakan, dll. Menggunakan alat yang anda inginkan. Fitur hilir ini akan ditambahkan ke pohon di bawah model yang diimport.

Jika file pernah diubah di aplikasi cloud (xDesign atau xShape), icon status di panel tugas akan memberi tahu anda

Kemudian hanya dengan klik kanan akan memungkinkan anda “memuat ulang dari server” untuk mendapatkan versi terbaru dan memperbaruinya dalam sesi SOLIDWORKS anda.

Jika anda melakukan editing atau penambahan 3d modeling di SOLIDWORKS pada file, fitur downstream tersebut akan tetap ada dan diperbarui sesuai kebutuhan.

Begitulah cara mudah untuk menghubungkan SOLIDWORKS desktop anda ke cloud 3DEXPERIENCE dan bekerja dengan file bolak-balik antara xShape, xDesign, dan SOLIDWORKS.

Demikian sharing mengenai integrasi dari SOLIDWORKS dengan Platform 3DEXPERIENCE, yang dapat mempermudah kita dalam melalukan pekerjaan dalam mengelola pekerjaan tersebut, dengan berbasis system cloud. Semoga pengetahuan kali ini berguna dan bermanfaat bagi semua user SOLIDWORKS Indonesia.

Share

Reverse Engineering Menggunakan SOLIDWORKS

Apa itu Reverse engineering ?

Reverse engineering adalah reproduksi produk atau membuat ulang produk yang telah dibuat sebelumnya dengan pemeriksaan design konstruksi dan komposisi. Menganalisa struktur dan material komponen, assembly produk yang penting untuk memahami struktur dan keterkaitan dari produk.

Reverse engineering adalah teknik yang biasanya digunakan untuk situasi ketika tidak ada akses ke gambar, data CAD, informasi tentang dimensi, atau jika suku cadang yang telah tidak diproduksi.

Mengambil produk, mengukur semua dimensi dan menganalisis bahan penyusunnya bisa menjadi proses yang membosankan dan memakan banyak waktu. apalagi jika produk mempunyai Bagian dengan geometri yang kompleks itu akan sulit untuk diukur dan ditiru keakuratannya karena fitur desainnya yang rumit.

Bagaimana cara mengubah bagian fisik menjadi model berfitur lengkap yang dihasilkan secara otomatis di SOLIDWORKS. caranya bisa melalu proses pemindaian atau 3D scanning, yang secara otomatis mengidentifikasi dan menghasilkan fitur pintar dan membuat model 3D berfitur lengkap seperti yang diinginkan.

Reverse engineering dengan Scan 3D memberikan manfaat seperti berikut:

  1. Dapat menghemat waktu berjam-jam daripada melakukannya secara manual
  2. Mendapatkan hasil yang benar dan akurat untuk pertama kalinya
  3. Fokus pada inovasi daripada mengukur
  4. mengurangi hambatan produksi suku cadang

Dengan 3D Sculptor, Anda dapat dengan mudah dan cepat membuat dan berbagi model 3D organik dan ergonomis, dan juga dengan aplikasi xShape 3D Sculptor juga dapat membantu Anda melakukan reverse engineering dengan cepat, termasuk mengubah geometri tessellated, seperti keluaran geometri mesh dari pengoptimalan topologi atau desain generatif, ke permukaan yang halus.

img: NeoMetrixTechnologies

bisa anda lihat artikelnya disini : 3D Sculptor: Reverse Engineering dan Sub-D Modeling

Jika Anda menemui kesulitan dalam hal reverse engineeering, pengoptimalan topologi, atau desain generatif, Anda bisa menghubungi kami, saat ini kami menyediakan untuk jasa reverse engineering. Silakan menghubungi kami dan konsultasikan masalah anda sekarang.

Share

EXPLODE VIEW untuk membuat animasi part berputar

Salam untuk seluruh user SOLIDWORKS dimanapun berada. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai tutorial SOLIDWORKS, khususnya yaitu Tips untuk menggunakaan fitur Explode View dalam membuat sebuah animasi benda yang berputar (rotate).

Jika Rekan-rekan menggunakan Assembly di SOLIDWORKS, Rekan-rekan mungkin sudah terbiasa dengan beberapa fitur untuk membuat animasi suatu desain assembly. Ada Mate Controller, yang membantu membuat animasi dari jenis- jenis mate Distance atau Angle. Menggunakan Motion Study, tipe Animation, lalu menggerakkan / merubah lokasi komponen sesuai timeline, atau menggunakan fitur SOLIDWORKS Motion bagi rekan-rekan yang ingin melihat Contact antar 2 komponen yang bergesekan / bertabrakan namun hanya tersedia pada versi Premium dari SOLIDWORKS.

Di sinilah fitur Explode View dapat kita manfaatkan untuk membuat
animasi benda baik itu bergerak / berputar, walau memang tingkat keakurasian
pergerakan tidak akan seakurat menggunakan Motion, namun cara ini cukup
apabila tujuan kita hanyalah untuk keperluan presentasi terkait produk kita.

Pastikan terlebih dahulu Assembly sudah dalam status Fully Defined semua
component terpasang dengan baik (1), lalu pada Command Manager Assembly diatas
rekan-rekan dapat menemukan lokasi Fitur Explode View (2).

Rekan-rekan langsung dapat memilih komponen yang ingin diberikan
pemindahan lokasi (pergerakan) atau langsung perputaran (rotasi). Disini terlebih dahulu
pindahkan lokasi part karena kita akan membuat Animasi seperti pelepasan 1 komponen
tersebut dari komponen lainnya (1), lalu isikan nilai besaran perpindahan yang rekan-rekan
inginkan, pada settingan Explode disebelah kiri (2).

Lakukan pemindahan lagi untuk komponen yang
sama, sesuai dengan pergerakan Translasi dari Part yang ingin
dibuat Animasi nya nanti sesuai dengan tujuan dari rekan-rekan
sekalian. Pilih pada Logo Panah Triad yang muncul sesuai arah
sumbu yang diinginkan.

Selanjutnya, untuk dapat membuat perputaran
komponen part, terlebih dahulu rekan-rekan mengaktifkan opsi
Rotate About Each Component Origin, fungsinya adalah supaya
kita melakukan rotasi (perputaran) pada komponen sesuai
dengan titik origin komponen tersebut, sehingga perputaran
akan lebih sesuai.

Caranya yaitu, pilih Komponen, lalu pilih bagian logo Triad Rotasi (1), jangan

memilih Triad Panah seperti pemindahan translasi sebelumnya.

Lakukan kembali perpindahan Step Translasi, supaya kita dapat
mendapatkan pergerakan Animasi, yaitu Part nya akan ditaruh kembali di meja /
lantai kerja. Sesuaikan dengan jarak dan arah sumbu pergerakan (1).

Hasil Explode View, dapat dilihat
pada Menu Configurations. Untuk melihat hasil
Animasi, Klik kanan pada List Explode View, lalu
pilih Animate Explode atau Animate Collapse.

Selamat mencoba. Apabila ingin request materi weekly tips and trik

yang lain, silakan email ke solidworks-support@arismadata.com

Share

Mendeteksi Tabrakan Antar Solid Body pada Part

Tutorial singkat kali ini akan membahas mengenai fungsi dari fitur “Interferance Detection”. Awalnya Interferance Detection hanya ada pada saat pembuatan assembly, namun pada tahun 2019 SOLIDWORKS merilis fitur baru, yakni Interference Detection pada multibody part.

Dengan fungsi yang sama seperti pada assembly, Interference Detection pada multibody part juga berfungsi untuk mendeteksi tabrakan pada multibody part. Bagaimana cara menggunakan Interference Detection pada SOLIDWORKS ? Berikut tahapan cara menggunakan Interferece Detection.

  1. Kita buat atau open file multibody part pada SOLIDWORKS.

Pada gambar di atas, terdapat dua solid bodies. Kemudian kita akan coba mendeksi tabrakan antara dua solid bodies tersebut dengan menggunakan Interference Detection.

  1. Klik Interference Detection pada Comman Manager Evaluate, seperti pada gambar di bawah ini,
  1. Setelah Interference Detection diaktifkan (diklik), maka akan muncul property manager interference detection di bagian kiri. Pada property manager, klik Calculate, seperti pada gambar di bawah ini,
  1. Setelah calculate diklik, maka akan muncul results untuk bagian yang mengalami tabrakan. Pada bagian multibody part juga ditampilkan area mana saja yang mengalami tabrakan, seperti pada gambar di bawah ini.

Demikian Tutorial singkat design 3d menggunakan solidworks kali ini, semoga membantu dan bermanfaat.

Share