Reverse Engineering Menggunakan SOLIDWORKS

Apa itu Reverse engineering ?

Reverse engineering adalah reproduksi produk atau membuat ulang produk yang telah dibuat sebelumnya dengan pemeriksaan design konstruksi dan komposisi. Menganalisa struktur dan material komponen, assembly produk yang penting untuk memahami struktur dan keterkaitan dari produk.

Reverse engineering adalah teknik yang biasanya digunakan untuk situasi ketika tidak ada akses ke gambar, data CAD, informasi tentang dimensi, atau jika suku cadang yang telah tidak diproduksi.

Mengambil produk, mengukur semua dimensi dan menganalisis bahan penyusunnya bisa menjadi proses yang membosankan dan memakan banyak waktu. apalagi jika produk mempunyai Bagian dengan geometri yang kompleks itu akan sulit untuk diukur dan ditiru keakuratannya karena fitur desainnya yang rumit.

Bagaimana cara mengubah bagian fisik menjadi model berfitur lengkap yang dihasilkan secara otomatis di SOLIDWORKS. caranya bisa melalu proses pemindaian atau 3D scanning, yang secara otomatis mengidentifikasi dan menghasilkan fitur pintar dan membuat model 3D berfitur lengkap seperti yang diinginkan.

Reverse engineering dengan Scan 3D memberikan manfaat seperti berikut:

  1. Dapat menghemat waktu berjam-jam daripada melakukannya secara manual
  2. Mendapatkan hasil yang benar dan akurat untuk pertama kalinya
  3. Fokus pada inovasi daripada mengukur
  4. mengurangi hambatan produksi suku cadang

Dengan 3D Sculptor, Anda dapat dengan mudah dan cepat membuat dan berbagi model 3D organik dan ergonomis, dan juga dengan aplikasi xShape 3D Sculptor juga dapat membantu Anda melakukan reverse engineering dengan cepat, termasuk mengubah geometri tessellated, seperti keluaran geometri mesh dari pengoptimalan topologi atau desain generatif, ke permukaan yang halus.

img: NeoMetrixTechnologies

bisa anda lihat artikelnya disini : 3D Sculptor: Reverse Engineering dan Sub-D Modeling

Jika Anda menemui kesulitan dalam hal reverse engineeering, pengoptimalan topologi, atau desain generatif, Anda bisa menghubungi kami, saat ini kami menyediakan untuk jasa reverse engineering. Silakan menghubungi kami dan konsultasikan masalah anda sekarang.

Share

EXPLODE VIEW untuk membuat animasi part berputar

Salam untuk seluruh user SOLIDWORKS dimanapun berada. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai tutorial SOLIDWORKS, khususnya yaitu Tips untuk menggunakaan fitur Explode View dalam membuat sebuah animasi benda yang berputar (rotate).

Jika Rekan-rekan menggunakan Assembly di SOLIDWORKS, Rekan-rekan mungkin sudah terbiasa dengan beberapa fitur untuk membuat animasi suatu desain assembly. Ada Mate Controller, yang membantu membuat animasi dari jenis- jenis mate Distance atau Angle. Menggunakan Motion Study, tipe Animation, lalu menggerakkan / merubah lokasi komponen sesuai timeline, atau menggunakan fitur SOLIDWORKS Motion bagi rekan-rekan yang ingin melihat Contact antar 2 komponen yang bergesekan / bertabrakan namun hanya tersedia pada versi Premium dari SOLIDWORKS.

Di sinilah fitur Explode View dapat kita manfaatkan untuk membuat
animasi benda baik itu bergerak / berputar, walau memang tingkat keakurasian
pergerakan tidak akan seakurat menggunakan Motion, namun cara ini cukup
apabila tujuan kita hanyalah untuk keperluan presentasi terkait produk kita.

Pastikan terlebih dahulu Assembly sudah dalam status Fully Defined semua
component terpasang dengan baik (1), lalu pada Command Manager Assembly diatas
rekan-rekan dapat menemukan lokasi Fitur Explode View (2).

Rekan-rekan langsung dapat memilih komponen yang ingin diberikan
pemindahan lokasi (pergerakan) atau langsung perputaran (rotasi). Disini terlebih dahulu
pindahkan lokasi part karena kita akan membuat Animasi seperti pelepasan 1 komponen
tersebut dari komponen lainnya (1), lalu isikan nilai besaran perpindahan yang rekan-rekan
inginkan, pada settingan Explode disebelah kiri (2).

Lakukan pemindahan lagi untuk komponen yang
sama, sesuai dengan pergerakan Translasi dari Part yang ingin
dibuat Animasi nya nanti sesuai dengan tujuan dari rekan-rekan
sekalian. Pilih pada Logo Panah Triad yang muncul sesuai arah
sumbu yang diinginkan.

Selanjutnya, untuk dapat membuat perputaran
komponen part, terlebih dahulu rekan-rekan mengaktifkan opsi
Rotate About Each Component Origin, fungsinya adalah supaya
kita melakukan rotasi (perputaran) pada komponen sesuai
dengan titik origin komponen tersebut, sehingga perputaran
akan lebih sesuai.

Caranya yaitu, pilih Komponen, lalu pilih bagian logo Triad Rotasi (1), jangan

memilih Triad Panah seperti pemindahan translasi sebelumnya.

Lakukan kembali perpindahan Step Translasi, supaya kita dapat
mendapatkan pergerakan Animasi, yaitu Part nya akan ditaruh kembali di meja /
lantai kerja. Sesuaikan dengan jarak dan arah sumbu pergerakan (1).

Hasil Explode View, dapat dilihat
pada Menu Configurations. Untuk melihat hasil
Animasi, Klik kanan pada List Explode View, lalu
pilih Animate Explode atau Animate Collapse.

Selamat mencoba. Apabila ingin request materi weekly tips and trik

yang lain, silakan email ke solidworks-support@arismadata.com

Share

Mendeteksi Tabrakan Antar Solid Body pada Part

Tutorial singkat kali ini akan membahas mengenai fungsi dari fitur “Interferance Detection”. Awalnya Interferance Detection hanya ada pada saat pembuatan assembly, namun pada tahun 2019 SOLIDWORKS merilis fitur baru, yakni Interference Detection pada multibody part.

Dengan fungsi yang sama seperti pada assembly, Interference Detection pada multibody part juga berfungsi untuk mendeteksi tabrakan pada multibody part. Bagaimana cara menggunakan Interference Detection pada SOLIDWORKS ? Berikut tahapan cara menggunakan Interferece Detection.

  1. Kita buat atau open file multibody part pada SOLIDWORKS.

Pada gambar di atas, terdapat dua solid bodies. Kemudian kita akan coba mendeksi tabrakan antara dua solid bodies tersebut dengan menggunakan Interference Detection.

  1. Klik Interference Detection pada Comman Manager Evaluate, seperti pada gambar di bawah ini,
  1. Setelah Interference Detection diaktifkan (diklik), maka akan muncul property manager interference detection di bagian kiri. Pada property manager, klik Calculate, seperti pada gambar di bawah ini,
  1. Setelah calculate diklik, maka akan muncul results untuk bagian yang mengalami tabrakan. Pada bagian multibody part juga ditampilkan area mana saja yang mengalami tabrakan, seperti pada gambar di bawah ini.

Demikian Tutorial singkat design 3d menggunakan solidworks kali ini, semoga membantu dan bermanfaat.

Share

BOUNDING BOX – Memberikan dimensi P x L x T di Bill of Material

Tutorial solidworks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan Bounding Box yang di peruntukan membuat dimensi P x L x T di Bill of Material di Drawing.

Open Part / Edit Component di Assembly dan berikan Bounding Box

Buat Drawing nya, berikan Bill Of Material dan tambahkan kolom di BOM nya seperti di bawah ini

Klik di atas DIMENSI dan pilih Equation

Masukan Formula seperti ini dibawah ini atau Total Bounding Box Length ” “”x”” ” Total Bounding Box Width ” “”x”” ” Total Bounding Box Thickness

Hasil nya seperti di bawah ini

Bill Of Material bisa di save menjadi BOM Template untuk nantinya bisa digunakan secara otomatis untuk memunculkan dimensi P x L x T.

Jika anda mengalami kesulitan dalam desain 3d , kami PT Arisma Data Setia siap membantu anda

Share

Pengisian Sheet Format Otomatis Berdasarkan 3D Model Properties

Otomatisasi data pada SOLIDWORKS drawing adalah salah satu faktor besar dalam memprcepat proses desain. Manualnya kita melakukan pengisian di model properties pada drawing, seperti berat komponen, tidak hanya dilakukan manual namun juga riskan terjadi kesalahan. Informasi ini sudah ada di dalam 3D model part ataupun assembly, jadi kenapa tidak kita gunakan saja data yang sudah ada agar terisi otomatis?

SOLIDWORKS memberikan kemudahan pada pembuatan drawing sehingga Anda tidak perlu mengisi lagi secara manual data model pada drawing. Dalam contoh ini, kita akan melihat bagaimana menambahkan data “Weight” atau berat secara otomatis.
Anda bisa melakukannya dengan cara:


– Membuat contoh part file
– Input data ‘Weight’ pada file properties di 3D model
– Membuat drawing baru menggunakna contoh part yang telah dibuat
– Menambahkan note pada drawing yang akan dikoneksikan dengan ‘Weight’ pada
properties
– Menyimpan sheet format yang telah di-edit


Step 1) Buat part baru. Anda perlu menambahkan ‘Weight’ pada part properties. Untuk
melakukannya, akses ke ‘File > Properties’ dan klik pada ‘Custom’ tab. Gunakan drop down list dan pilih ‘Weight’, atau ketik manual pada kolom Property Name. Selanjutnya, klik dropdown ‘Value / Text Expression’ dan gunakan ‘Mass’ agar terkoneksi dengan mass properties part:

Setelah Anda selesai mengatur semua properties pada part, Anda bisa menyimpannya sebagai template dengan cara akses ke ‘File > Save As’ lalu ganti ‘Save as type’ ke ‘Part template’. Lokasi folder default ada pada C:\ProgramData\SOLIDWORKS\SOLIDWORKS 2020\templates.


Step 2) Buat contoh part dari template yang telah disimpan sebelumnya (sebagai contoh bisa buat box atau semacamnya), lalu simpan part tersebut.


Step 3) Buat drawing dari part contoh tadi, lalu masukan salah satu view dari contoh part. Edit sheet format ‘Edit > Sheet format’ lalu tambahkan note sesuai di tempat yang Anda inginkan‘Insert > Annotations > Note’


Step 4) Pada property manager fitur Note di tab kiri layar Anda, klik ikon yang menunjukan
symbol property dengan rantai yaitu ‘Link to Property’:

Step 5) Pada Link to Property dialog, ganti pilihannya ke ‘Model found here’. Klik dropdown
‘Property name’ untuk memilih ‘Weight’ property yang telah kita tambahkan pada contoh part sebelumnya:

Seharusnya Anda dapat melihat berat dari contoh part yang telah dibuat sebelumnya.
Step 6) Klik OK, lali exit sheet format melalui ikon pada sudut kanan atas graphic area:

Step 7) Simpan sheet format yang telah di-edit, ‘File > Save sheet format’ untuk menyimpan sheet format agar dapat digunakan pada lain waktu. Setelah tersimpan, tes template menggunakan drawing baru, dan pastikan Weight sudah ditambahkan pada part properties.

jika anda mengalami kesilita dalam desain 3d kami siap membantu anda

Share

Variasi Background bisa di lakukan di SOLIDWORKS

Tutorial solidworks singkat kali ini kita akan membahas mengenai Custome Background di SOLIDWORKS. Dimana yang sering kita di gunakan untuk background saat ini berupa warna-warna yang sudah di sediakan di SOLIDWORKS, tetapi sebenarnya bisa kita lakukan custome background sesuai keinginan kita. Contohnya background ruangan tempat kerja , atau pemadangan atau mungkin yang lain. Disini tampilan background biasanya di SOLIDWORKS.

Custome Background di Options – Colors – Image file (.jpg .png dll file gambar) pada solidworks

Maka setelah di custome background nya seperti di bawah ini.

Share

SOLIDWORKS xDesign – Design Guidance

Salam hangat untuk semua user SOLIDWORKS di seluruh Indonesia, bagaimana kabarnya?
Semoga selalu sehat dan tentunya aktifitas desain lebih inovatif dengan SOLIDWORKS.
Pada kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang salah satu produk dari
SOLIDWORKS yang bernama SOLIDWORKS xDesign.

Saat ini tren yang berkembang saat ini adalah system cloud, tidak perlu melakukan
installasi tetapi cukup hanya mengakses file desain menggunakan web browser. Inilah hal
yang bisa anda dapatkan melalui SOLIDWORKS xDesign dari segi sketch, part, assembly,
dan lain – lain. Salah satu kehebatan yang kita dapatkan adalah dari fitur Design Guidance.
Pada gambar dibawah ini bisa anda lihat, xDesign memberikan beberapa panduan
tentang bagaimana merancang bracket untuk mobile camera. Kita dapat menempatkan
beberapa titik pemasangan yang diketahui dan beberapa ide tentang bagian beban yang ingin
ditahan.

Kemudian pada tahap selanjutnya, kita juga dapat memberikan beberapa obstacle atau
pembatas dari desain yang kita ingin buat. Bisa dilihat SOLIDWORKS xDesign dapat
membuat semacam perkiraan desain yang nantinya akan terjadi, dengan membentuk
semacam blok biru yang membentuk sebuah desain dari bracket untuk kamera tersebut.

Akhirnya, anda dapat menggunakan bentuk itu sebagai panduan dan bahkan hingga sampai membuat desain akhir yang anda inginkan.

Demikian sharing mengenai SOLIDWORKS xDesign, yang dapat mempermudah kita dalam
melalukan pekerjaan terlebih mengelola pekerjaan tersebut, dengan berbasis sistem cloud.

Terimakasih atas perhatian anda
Salam SOLIDWORKS

Share

Cara memanfaatkan appearances and display states dan menghindari masalah potensial

Penampilan dalam file bagian adalah cara terbaik untuk memberi “kehidupan” pada desain
kita; hidup yang berarti bagaimana bagian/parts akan terlihat setelah proses mesin, dipoles,
dicat, dll. Menggunakan penampilan dalam hubungannya dengan status tampilan dalam file
bagian memberikan pengguna kebebasan untuk menyampaikan desain yang sama dengan
penampilan yang berbeda semua dalam file bagian/parts yang sama. Namun, ketika bekerja
dengan fungsi-fungsi SOLIDWORKS ini, sangat penting untuk memverifikasi bahwa perubahan pada file bagian/parts disebarkan dengan benar ketika digunakan dalam tipe file lain (assembly atau drawing).

Pipa itu sendiri terbuat dari stainless steel, tetapi ada beberapa versi bagian ini yang
telah dicat agar sesuai dengan desain keseluruhan yang digunakan:

Ada beberapa tingkatan di mana penampilan dapat diterapkan seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Sekarang, penampilan yang diterapkan pada bagian ini ada pada level face. Ada beberapa
masalah potensial ketika menerapkan penampilan pada face individu bagian/part.
Yang pertama adalah bahwa ukuran file bagian bisa jauh lebih besar daripada jika
penampilan diterapkan pada feature atau part level. Ini terutama benar jika file bagian/part
memiliki geometri yang kompleks.
Masalah potensial lainnya adalah kondisi tampilan yang salah yang ditunjukkan dalam file
gambar. Perhatikan gambar awal:

Kita memiliki gambar standar dengan tampilan isometrik dan dua tampilan depan. Tampak
depan bawah digunakan untuk membuat tampilan bagian, menampilkan ketebalan dinding yang seragam.

Kita dapat melihat bahwa di dalam Section View PropertyManager, kondisi tampilan dalam
pratinjau tidak cocok dengan yang dari tampilan Depan yang merujuk.

Mengakses Section View PropertyManager setelah ditempatkan, keadaan tampilan yang dirujuk sudah benar. Tetapi representasi grafis tidak cocok. Ini dapat terjadi dengan semua jenis tampilan gambar yang menggunakan data dari tampilan yang ada (Tampilan Detail, Tampilan Bagian, Tampilan Bagian Rusak, dll.)
Sekarang, apa yang terjadi pada tampilan bagian yang sama yang diterapkan pada tampilan
depan yang sama, hanya kali ini dengan penampilan di tingkat bagian / badan / fitur? Kita
melihat perbedaan drastis dalam pratinjau dan hasil:

Kali ini, baik di pratinjau alat tampilan bagian dan setelah tampilan bagian ditempatkan, kondisi tampilan yang dirujuk dalam tampilan induk menyebar dengan benar ke tampilan yang dihasilkan. Kesimpulannya, tampilan bagian dan kondisi tampilan berguna dalam menyampaikan desain yang serupa semua dalam file bagian yang sama. Namun, ketika penampilan diterapkan pada face model, masalah potensial dapat muncul. Jika Anda ingin memanfaatkan penampilan dalam suatu bagian, terapkan pada feature / body/part level

Share