Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM

Pada SOLIDWORKS CAM sudah dilengkapi dengan Automatic Feature Recognition atau bisa disingkat AFR, feature inilah yang pada kebanyakan software CAM tidak memilikinya. Apakah itu AFR pasti sobat sekalian penasaran dengan feature ini kenapa digadang-gadang dapat mempersingkat waktu pembuatan program CAM. AFR adalah feature yang mampu menganalisa bentuk geometri dari part (pengganti dari chain), dan kemudian akan diteruskan menentukan operation dan toolpath yang sesuai dari bentuk / geometri tersebut. Sehingga AFR dapat menghemat waktu yang cukup besar pada saat user membuat program CAM.
Bagaimana cara penggunaan AFR ?

1. Kita setting terlebih dahulu parameterDefine Machine, Stock Manager, Coordinate System, Setup.

a.) Define Machine,  dari define machine kita tentukan mesin yang akan kita gunakan (Machine), daftar Tool yang akan kita gunakan untuk membuat program tersebut (Tool Crib), beserta Post Prosessor yang dimiliki mesin kita.

b.) Stock Manager , kita masukkan dimensi raw material beserta jenis materialnya apa.

c.) Coordinat System : kita tentukan koordinat settingan zero X,Y dan Z programnya ada dimana

d.) Mill Setup : setelah kita tentukan coordinat system, kita masuk pada setup benda kerja tersebut akan di proses dari sisi mana, setup disini juga bisa disebut sebagai Operation Prosess ke-x (OP ke-x) karena setiap benda kerja tentunya akan berbeda-beda jumlah OP’nya bisa satu,dua atau lebih dari itu.

2. Pada penggunaan fiturnya AFR, kita bisa klik pada Extract Machinable Features.

AFR atau setelah kita klik Extract Machinable Feature secara otomatis akan mendeteksi dari bentukan-bentukan feature CAD atau biasanya user mengenal sebagai bidang yang diproses (Chain),bentukannya antara lain bisa liahat gambar dibawah ini :

Setelah dipilih Extract Machinable Feature di maka Feature akan otomatis memilih sendiri,

3. Setelah itu baru bisa kita Generate Operation Plan

4. Terakhir kita Generate Toolpath untuk merubah operation menjadi toolpath.

5. Terakhir bisa kita simulasikan program yang sudah kita buat menggunakan AFR tadi.

Kita juga bisa memilih bagian mana saja yang prosesnya akan muncul di AFR, jadi tidak semua proses kita buat secara otomatis. Berikut cara setting AFR’nya :

Selain bisa kita pilih featur apa saja yang dapat di otomatiskan kita juga dapat mengedit parameter-parameter operation, dan toolpath. Jadi kita juga bisa control sesuai dengan style parameter yang biasa di perusahaan kita pakai.

Dengan menggunakan AFR kita bisa mengefisienkan pembuatan program kita, dan bisa meningkatkan produktivitas kita. AFR dapat digunakan untuk pembuatan program Lathe dan Milling 2.5 axis, selebihnya dari axis tersebut kita harus membuat program secara manual atau biasa disebut sebagai Interactive Feature Recognition (IFR).

Demikian pembahasan kita mengenai feature Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM ,masih banyak fitur-fitur lainnya pada SOLIDWORKS CAM. Demikian ulasan fitur SOLIDWORKS CAM. Dan apabila ada petanyaan mengenai SOLIDWORKS CAM bisa langsung melalui alamat email Arisma Data Setia info.solidworks@arismadata.com atau bisa langsung menghubungi nomor telpon Arisma Data Setia di (62)21 – 2961 9225.

Share

CAMWorks – TOLERANCE BASED MACHINING

Taukah anda feature-feature canggih apa saja yang dimiliki CAMWorks? Tentunya sangat banyak feature CAM dengan pengembangan teknologi terkini. Kali ini saya akan mengenalkan salah satu feature CAMWorks yang tentunya sangat membantu sobat programmer dalam pembuatan CAM yaitu Tolerance Based Machining atau biasa disingkat TBM. Dengan diperkenalkannya Tolerance Based Machining oleh CAMWorks, pembuatan secara manual yang terkait dengan menyiapkan bagian dengan toleransi asymetris, surface finishing, dan keterangan gambar lainnya untuk pembuatan toolpath sekarang sudah tidak dipakai lagi karena sekarang bisa dengan otomatis menggunakan Tolerance Based Machining (TBM) pada CAMWorks.
camworks tbm

CAMWorks tidak hanya secara otomatis mengidentifikasi feature dan pembuatan toolpath, CAMWorks juga akan
mengenali tolerance dan surface finished yang terkait dengan feature untuk memilih tools yang sesuai, kecepatan,
feed, dll … untuk menghasilkan toolpath terbaik. Selain itu, TBM (Tolerance Based Machining) secara otomatis menyesuaikan toolpath ke mesin dan menentukan nilai rata-rata toleransi dalam informasi MBD/Dim Xpert.
Tolerance Based Machining dikombinasikan dengan CAMWorks manufakture akan dapat menghemat 70% hingga 90% dari waktu yang biasanya diperlukan untuk memprogram secara tradisional CAM.

Berikut yang bisa kita dapatkan menggunakan feature Tolerance Based Machining :
1. Mengenali feature MBD/Dim Xpert Dimension pada SOLIDWORKS
2. Secara otomatis memilih machining strategy dan menyesuaikan dengan range tolerance yang kita berikan.
3. Mengenali nilai rata-rata dari nominal toleransi yang kita berikan.
4. Secara otomatis memilih machining strategy dan menyesuaikan dengan keterangan finishing surface yang kita berikan.
5. Memilih Tools, RPM dan Feed berdasarkan informasi MBD/PMI.
Dengan Tolerance Based Machining (TBM) tentunya akan membuat kita sebagai programmer CAM akan lebih efisien dan kita juga dapat mminimalisir kesalahan (Human Eror) apabila kita memanfaatkan feature dari CAMWorks yang satu ini.

Demikian perkenalan salah satu feature dari CAMWorks, semoga dapat bermanfaat. Dan apabila ada petanyaan mengenai CAMWorks bisa langsung melalui alamat email info.solidworks@arismadata.com atau bisa langsung menghubungi nomor telpon di (62)21 – 2961 9225.

Share

CAMWorks ShopFloor untuk Industry 4.0

Taukah anda bahwa CAMWorks ShopFloor dari HCL Technologies sudah dirilis dan bertujuan untuk menyediakan alat bagi perusahaan untuk melampaui gambar 2D atau file digital statis untuk memenuhi inisiatif Smart Manufacturing perusahaan kerena tujuan CAMWorks ShopFloor adalah industry 4.0

camworks shopfloorCAMWorks ShopFloor berjalan secara independen dari perangkat lunak CAD apa saja, menghilangkan kebutuhan untuk memiliki lisensi perangkat lunak CAD / CAM penuh pada shop floor telah dihilangkan, dan membiarkan semua orang menggunakan model digital 3D dengan data yang luas dari file desain part sehingga teknisi dapat menghasilkan part dengan lebih sedikit miskomunikasi dengan sesama teknisi.

Rilis terbaru ini mencakup pemeriksaan file secara otomatis untuk mendeteksi perubahan pada file CAD atau CAM dan memperingatkan pengguna, untuk menghindari pengerjaan revisi yang salah pada part.

Termasuk viewer CAD didalamnya, CAMWorks ShopFloor memungkinkan operator mesin / teknisi untuk menampilkan model desain asli dengan informasi dimensi GD&T dan anotasi model part 3D.

Operator mesin / teknisi dapat memutar, memperbesar, menggeser dan melihat model part, dan juga melakukan pengukuran linier, radial, sudut, dan luas. Data MBD dan PMI dapat dilihat, dicari dan juga dapat difilter.

Editor CNC, dengan kapabilitas penggambaran belakang, juga tersedia untuk memungkinkan teknisi meninjau dan membuat perubahan akhir, membiarkannya melihat dan mengedit G code, melihat dampak dari pengeditan yang dilakukan, dan kemudian mengirim program ke Mesin CNC.

Lembar pengaturan digital dan tool list juga dihasilkan dan dapat dikirim bersama dengan model bagian 3D dan program CNC.

Share

DUPLIKASI PROJECT ASSEMBLY PADA SOLIDWORKS

Salam untuk seluruh user SOLIDWORKS di Indonesia dan dimanapun berada. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tips and trick pada SolidWorks, khususnya yaitu cara-cara untuk duplikasi suatu project assembly keseluruhan dengan lebih mudah dan cepat.

Sesuatu yang diinginkan oleh semua desainer dan engineer adalah membuat suatu proyek baru yang didasarkan, seringkali, pada iterasi desain yang sebelumnya. Jika anda sudah menggunakan SOLIDWORKS, anda akan menyadari bahwa ada referensi hubungan antara keseluruhan assembly dan komponennya. Jadi jika kita hanya men-copy satu set file komponen di windows explorer lalu merubah nama file komponennya akan menjadi masalah pada keseluruhan assembly-nya.

Jadi, metode apa yang bisa digunakan untuk menyalin, mengganti nama, dan memindahkan keseluruhan assembly? Mari kita bahas!

Save As
Jika anda bekerja hanya dengan satu file, anda dapat menggunakan opsi “save-as copy and continue” dan “save-as copy and open” untuk menggandakan file.
assembly solidworks
‘Save as Copy and Continue’ menyimpan file dengan nama baru tetapi meninggalkan yang lama tetap terbuka di layer.
‘Save as Copy and Open’ menyimpan file yang saat ini terbuka ke nama baru (menutup file lama) namun ini juga akan memperbarui semua referensi ke file baru. Jadi harus berhati-hati!
Dengan melakukan 2 opsi diatas, metode penyalinan akan tetap bisa dilakukan, tapi akan meninggalkan referensi yang merujuk ke file asli nya. Untuk mengatasinya, kita bisa mengaktifkan opsi “include all referenced components”.
assembly solidworks 2
Ini akan menyimpan semua bagian sub-part dari keseluruhan assembly pada waktu yang bersamaan. Dalam dialog “save-as” anda akan mendapatkan beberapa pengaturan penggantian nama atau anda bisa meng-klik ‘Advance’ jika anda membutuhkan pengaturan lebih lanjut atau jika file baru itu memerlukan untuk disimpan di lokasi yang berbeda.

assembly solidworks 3

Pack and Go
Jika anda tidak ingin repot-repot membuka aplikasi SOLIDWORKS dengan tujuan untuk menduplikasi file part. Anda bisa menggunakan fitur ”Pack and Go”. Fitur ini tersedia pada windows Explorer, dengan cara melakukan klik kanan mouse, dengan tempat kursor di file part yang ingin kita duplikasi.
assembly solidworks 4
Atau jika file tersebut sudah terbuka di SOLIDWORKS di list File menu.
“Pack and Go” terlihat seperti “save-as Advance” menu. Anda bisa menambahkan awalan atau akhiran ke semua file dan memilih kemana anda ingin menyimpan file tersebut.

assembly solidworks 5
Namun, anda juga dapat memilih untuk menyimpan file kedalam ZIP dan anda dapat mengklik dua kali pada ‘save to name’ atau pada ‘save to folder’ dan sesuaikan nama baru/lokasi baru.
assembly solidworks 6
Jika anda mengingikan project baru terhubung langsung dengan file aslinya, anda bisa men-uncheck file nya di list file, dan duplikasi project anda akan tetap terhubung dengan file aslinya, ini sangat berguna apabila part anda adalah part standar yang biasa digunakan.
assembly solidworks 7
Copy Tree
Jika anda memiliki SOLIDWORKS PDM standard atau Professional, anda bisa menggunakan fitur bawaan yang bernama ‘Copy Tree’.

assembly solidworks 8
Fitur ini bekerja dengan cara yang sama seperti ‘Pack and Go’ namun dengan peningkatan di interface tatap muka, yang memungkinkan visibilitas lebih baik dari apa yang telah anda konfigurasikan, dan juga membuat lebih mudah dalam perubahan ke sub-file dengan menggunakan ‘filter Display’.
assembly solidworks 9
Ada keuntungan lebih, dalam pengaturan untuk menduplikasikan part yang direferensikan atau versi terakhir dari part tersebut. Dan secara otomatis memberikan penamaan gambar setelah model nya.
Jika anda memiliki PDM Professional, anda juga dapat menggunakan fitur tambahan yaitu “Rename with serial number”. Jadi, hanya dengan meng-klik pada sebuah tombol, anda dapat membuat penomoran serial number ulang pada seluruh komponen assembly sehingga lebih cepat.
assembly solidworks 10
Sekian 3 metode yang bisa digunakan, unuk membuat duplikasi project pada SOLIDWORKS. Semoga informasi ini bermanfaat, dan dapat mempercepat waktu dalam pembuatan project-project baru.

Share

ANALISA HEAT EXCHANGER PADA SOLIDWORKS FLOW SIMULATION

Pada tutorial solidwoks simulation kali ini kita akan mencoba menganalisa perpindahan panas pada Heat Exchanger dimana suatu sumber panas (Heat Source) dipindahkan melalui fluida yang bergerak dalam saluran (Refrigerant-R123) dan perpindahan konveksi pada permukaan luar (udara) Heat Exchanger. Adapun skematik dan properti dari fluida dapat dilihat pada gambar berikut:

HEAT EXCHANGER

Jalankan Flow Simulasi

Pembuatan wizzard setup
• Project Name : Heat Exchanger Analysis
• Unit System : SI (MKS)
• Analysis Type : Internal
Include > Heat Conduction in Solid
Gravity (Y = -9.81 m/s2)
• Default Fluid > Air (gass) sebagai domain utama
Refrigerant-R123 (subdomain)
• Default Solid > Aluminum
• Wall Condition > Default
• Initial Condition > Default

HEAT EXCHANGER 2
HEAT EXCHANGER 3

Subdomain Fluida
Untuk mendefinisikan domain fluida yang berbeda (Refrigerant-123) pada region tertentu diperlukan subdomain condition.
Pilih Face domain kemudian pilih Fluid Type > Refrigerant R-123
HEAT EXCHANGER 4
Boundary Condition
Untuk mendefinisikan fluida yang bergerak diperlukan kondisis batas dimana harus memiliki minimal 1 inlet dan 1 outlet. Pada kasus ini fluida sub domain bergerak dengan kecepatan 0,001 kg/s.

HEAT EXCHANGER 5
HEAT EXCHANGER 6

Heat Source
Sumber panas (Heat Source) merupakan sumber termal yang akan dipindahkan ke fluida baik yang diam (udara) atau yang bergerak (Refrigerant-R123). Sumber panas (Heat Source) sebesar 200W pada permukaan Heat Exchanger seperti berikut:

HEAT EXCHANGER 7
HEAT EXCHANGER 8
HEAT EXCHANGER 9
Klik Run untuk proses kalkulasi dan untuk mencapai konvergensi
HEAT EXCHANGER 10
Note : Grafik Konvergensi untuk Global Goal (Temperatur fluida dan Temperatur solid)

Result
Setelah proses running kita dapat melihat hasil flow simulasi. Berikut ini beberapa parameter result flow simulasi.
• Velocity Flow Result
Kecepatan subdomain fluida Refrigerant-R123

HEAT EXCHANGER 11
• Cut Plot Temperature Result
Pada cut plot dibawah ini dapat dilihat distribusi temperatur untuk region fluida dan solid dapat dilihat untuk temperatur solid berada pada 100 oC dan temperatur udara lingkungan berada pada settingan 25 oC.
HEAT EXCHANGER 12
• Flux Plot
Klik kanan Flux Plot  Insert  pilih semua komponen
Dapat dilihat laju perpindahan dari heat source menuju fluida udara dan R123.

HEAT EXCHANGER 13

Share

Setingan performa terbaik SOLIDWORKS Composer

solidworks composer explodePada tutorial solidworks singkat kali ini, kita akan membahas terkait dengan SOLIDWORKS Composer. SOLIDWORKS Composer bekerja sama dengan SOLIDWORKS CAD dengan mengonversi file part dan assembly menjadi model yang bisa dikerjakan untuk dokumentasi seperti assembly instruction atau manual book.

Akan tetapi terkadang saat menggunakan SOLIDWORKS Composer kita mengalami kurang maksimalnya performance pada saat menggunakannya, seperti contoh :
• Saat mengarahkan kursor ke bagian dalam assembly composer, tujuannya ingin menyorot satu bagian, composer memulai semacam pergerakan dan menyorot seluruh bagian.
• Waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk mengimpor file SOLIDWORKS ke Composer
• Pada saat melalukan rotate atau zoom in/out model, tampilan pada model tersendat atau patah – patah.
Semua masalah di atas dan masalah terkait lainnya adalah karena masalah Grafik dan dapat diselesaikan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini :

Application Preferences – Quality :
Pastikan dalam SOLIDWORKS Composer profile sudah disetting ke High Quality.
solidworks composer
Untuk melakukan settingan tersebut yaitu dengan cara buka File > Preferences > kemudian terbuka Application Preferences window > General > Profile > Pilih High Quality > Klik Apply dan OK. Di SOLIDWORKS 2019 profile sudah tersetting High Quality by default.

Graphic Card settings :
Tambahkan juga SOLIDWORKS Composer kedalam daftar program NVIDIA Control untuk memastikan menggunakan graphic card sudah terpasang, bukan menggunakan graphic card bawaan dari intel machine.
Untuk melakukannya, bisa dengan cara klik kanan pada area kosong di desktop > NVIDIA Control Panel > Manage 3D settings > Program settings > Add > search Dassault Systemes Composer > klik Apply dan OK.
solidworks composer 2
Demikian kira – kira tips & tricks mengenai apa yang dilakukan jika anda ingin memaksimalkan penggunaan SOLIDWORKS Composer. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dan mempercepat proses dalam pengerjaan desain anda dengan SOLIDWORKS Composer.

Share

Perbedaan antara PhotoView 360 dan SOLIDWORKS Visualize?

Salam hangat untuk semua user SOLIDWORKS di seluruh Indonesia, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tentunya aktifitas desain anda lebih menyenangkan dengan menggunakan SOLIDWORKS. Kali ini kami akan membahas perbedaan PhotoView 360 dan SOLIDWORKS Visualize

SOLIDWORKS visualize bukan pengganti untuk PhotoView 360, tetapi alat pelengkap yang memberikan lebih dari apa yang diminta komunitas SOLIDWORKS dalam visualisasi.
photo view 360
PhotoView 360 terbaik untuk desain yang terus mengalami perubahan.
Tautan langsung dan pembaruan dua arah mengoptimalkan rendering pekerjaan yang masih berlangsung. Pengguna dapat membuat model CAD dan tetap berada dalam SOLIDWORKS untuk visualisasi dasar,
SOLIDWORKS visualize berdiri sendiri dari solidworks untuk 3D CAD sedangkan PhotoView 360 berada dalam solidworks 3D CAD (add in) sehingga dalam penggunaan rendering SOLIDWORKS visualize tidak menggangu proses pengambaran atau design.
Selain itu, SOLIDWORKS Visualize tidak mengikat lisensi SOLIDWORKS, memungkinkan visualisasi fotorealistik diselesaikan oleh orang lain di dalam organisasi, memberikan alur kerja desain dinamis yang mulus dan lingkungan kolaboratif.
Dalam contoh di bawah ini, pengguna baru membuat gambar akhir dari dataset yang sama persis pada mesin yang sama di PhotoView 360 dan SOLIDWORKS visualize
photo view 360 2
SOLIDWORKS Visualize tersedia dalam dua versi — SOLIDWORKS Visualize Professional, yang dijual ke pasar melalui Professional Channel, dan SOLIDWORKS Visualize Standard, yang termasuk (include) dalam setiap pembelian SOLIDWORKS Professional dan SOLIDWORKS Premium 2016 atau lebih baru.

Share

SOLIDWORKS Manage: Project Management

SOLIDWORKS Manage mampu menangani project Anda. Seorang project manager yang nantinya akan fokus dalam penanganan project, sangat membutuhkan fitur Project Management yang ada di SOLIDWORKS Manage. Mari kita lihat bagaimana SOLIDWORKS Manage memberikan solusi yang sangat tepat untuk project Anda.
solidworks manage
SOLIDWORKS Manage – Project Properties
Saat pertama kali membuka project di SWM, Anda akan disuguhkan dengan layar properties yang berisikan attribute dari project Anda. Pada layar ini Anda mampu mengenali dan memahami apa yang ada di dalam project dari list attribute yang bisa Anda customize sesuai dengan kebutuhan.

solidworks manage properties

SOLIDWORKS Manage – Project Planning

Hal yang terpenting dari sebuah project planning adalah stage, schedule, dan task. Planning pada SOLIDWORKS Manage memungkinkan kita untuk mengatur secara keseluruhan proses dari tiap stage/step, hingga task/job desk dari masing masing staff atau orang yang berperan di dalam project. SOLIDWORKS Manage menjawab kebutuhan Project Manager dalam penanganan planning dari sebuah project.

project planing

SOLIDWORKS Manage – Bill of Material

Termasuk di dalamnya adalah Bill of Material, sebuah solusi dari SWM yang memungkinkan kita membuat BOM se-fleksibel mungkin yang terintegrasi dengan file CAD Anda. Selain itu BOM dalam SWM mampu memungkinkan kita untuk membuat record atau item BOM dengan mengetik manual sehingga kita dapat leluasa menambahkan item-item yang tidak ada di dalam data CAD ke dalam BOM. Item yang bisa ditambahkan selain teks, juga bisa gambar, warna, dan item-item yang bisa Anda customize sesuai kebutuhan.

Beberapa fitur di atas hanya sebagian kecil dari fitur-fitur yang ada pada SWM – Project Management. Masih banyak fitur yang akan sangat membantu Anda mengolah project menjadi lebih mudah dan tersistem.

Konsultasi gratis bisa langsung hubungi kami
Jakarta : (021) 25681188
Cikarang : (021) 2961 9225
Surabaya : (031) 807 4179

Share