SLOW SOLIDWORKS LOAD TIME? PERIKSA PENGATURAN INI

Mencoba bekerja secara efektif dengan slow SOLIDWORKS large assembly yang lambat untuk dibuka, lambat untuk bekerja , dan lambat untuk menyimpan membuat frustasi dan dapat menyebabkan kemunduran yang tidak diinginkan. Dalam hal ini, kami akan  membahas langkah-langkah  yang dapat dilakukan User SOLIDWORKS untuk menghindari penundaan dan membuat bekerja dengan large assemblies proses yang jauh lebih lancar.

Kami menemukan bahwa memeriksa kesalahan dan menyimpan file pada versi terbaru membantu, serta menggunakan Automatically Load Components Lightweight option dan checking your network for bottlenecks also made a significant impact . Kali ini saya akan menunjukkan  pengaturan tertentu yang dapat mengurangi waktu loading dan cara memperbaikinya sehingga kita tidak lagi menunggu waktu yg lama

Look for Parts that Take Longer to Open

Hal pertama yang ingin kita lakukan adalah membuat assembly terbuka dan kemudian jika kita bekerja di SOLIDWORKS 2018, kita dapat mengklik tab untuk evaluate dan kemudian pilih Performance Evaluation. Ini akan menunjukkan kepada kita berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuka setiap parts dan itu akan memberi kita daftar parts yang paling lama untuk dibuka. Pada titik itu, kita dapat mencoba untuk membuka bagian-bagian ini dan menyelidiki mengapa mereka membutuhkan waktu lama untuk dibuka.

SOLIDWORKS 2016 dan SOLIDWORKS 2017 tidak memiliki New Performance Evaluation tool, tetapi mereka (dan SOLIDWORKS 2018) memiliki Assembly Visualization, di mana kita dapat mengurutkan semua parts berdasarkan berapa lama Waktu Buka SW-dihitung sehingga parts mengambil yang terpanjang untuk dibuka akan berada di bagian daftar atas, dan sekali lagi kita dapat menelusuri parts itu dan mencoba menentukan mengapa mereka membutuhkan waktu begitu lama untuk dibuka

SOLIDWORKS Referenced Documents Setting

Setiap kali Anda membuka sebuah assembly, Kita selalu ingin masuk ke File > Find References and look through the list of references , yang seperti daftar ingredients untuk di assembly. Ketika kita membaca File> Find Reference setelah kita mengetahui administrator my CAD melakukan perubahan, saya terkejut menemukan bahwa beberapa file sedang dibuka dari drive C, dari Share Drive kita di Library Engineering.

Ternyata ada pengaturan di SOLIDWORKS yang ditemukan di System Options > File Locations. Pengaturan ini disebut Dokumen Referensi apa artinya jika kita membuka sebuah assembly dan ada salinan file bagian dalam direktori ini, maka dari situlah file part akan dibuka. Tidak masalah kita memiliki salinan di drive lokal kita juga, karena karena saya memiliki folder C: / Engineering Library di mana SOLIDWORKS akan membuka file dari. Dalam hal ini, ini membuat assembly  kita lebih lambat untuk dibuka dan itu bisa membuat assembly kita lebih lambat untuk terbuka juga.

Sebagai general rule, ketika kita masuk ke System Options > File Locations, dan kita melihat Referenced Documents, seharusnya tidak ada apa pun di sana – jalur folder itu harus dihapus. Jika ada sesuatu di sana, maka kita ingin memastikan bahwa kita berbicara dengan tim teknik, manajer teknik, manajer CAD dan mencari tahu apakah ada alasan untuk memiliki lokasi itu di sana. Jika tidak ada yang tahu mengapa maka hapus saja dan kita akan mendapatkan kinerja terbaik saat membuka assembly

Jika perakitan kita terbuka dan butuh waktu lama, pastikan kita menggunakan Evaluate Performance Evaluation atau Assembly Visualization untuk mencari tahu mengapa butuh waktu lama atau bagian mana yang paling lama dibuka. Semoga tutorial solidworks basic ini dapat bermanfaat,

Share

Mate Pop-up Toolbar

Salam hangat untuk seluruh user SOLIDWORKS di Indonesia. Bagaimana aktivitas desain anda menggunakan SOLIDWORKS? Pastinya sudah makin jago menggunakannya

Tips & Tricks solidworks kali ini membicarakan terkait dengan Mate, pastinya sering menemui fitur tersebut untuk merakit sebuah assembly product.
Sering merakit komponen dalam assembly SOLIDWORKS? Dengan menggunakan toolbar pop-up mate SOLIDWORKS dapat menghemat banyak waktu dan mousing!
Mate pop-up toolbar memang tidak secerdas mate manager yang biasa kita gunakan. Seperti contoh; Mate manager dapat memprediksi langsung kapan dia memilih parallel, coincident, ataupun juga mate yang lain. Tetapi dengan Mate pop-up toolbar yang memang tidak secerdas Mate manager, dapat membantu anda secara waktu dan efisiensi dalam pemilihan mate.

Bagaimana cara menggunakan Mate pop-up toolbar?

  1. Pilih entities (face, edge, point, dll) yang ingin anda mate antara lebih dari 2 komponen (pemilihan sambil menekan tahan ctrl)
  2. Setelah memilih beberapa entities tersebut, maka Mate pop-up toolbar akan muncul, tetapi yang perlu diperhatikan yaitu usahakan mouse pointer anda masih berada di area yang tidak jauh dari pemilihan terakhir. Karena jika mouse pointer anda digerakan terlalu jauh dari pemilihan terakhir, maka Mate pop-pu toolbar akan hilang.

  3. Lalu pilihlah mate yang sesuai dengan entities yang anda pilih.

Seperti contoh juga, jika kita ingin menggunakan Width Mate, anda tinggal hanya memilih 4 face (sambal menekan tombol ctrl) kemudian Width Mate akan muncul pada Mate pop-up toolbar.


Kita dapat membandingkan kecepatan dan kemudahan Mate Pop-up Toolbar melawan Mate Manager yang lebih cerdas tetapi juga lebih rumit untuk digunakan. Cobalah menggunakan Width Mate dengan face yang sama menggunakan Mate Manager dan menjadi jelas betapa lebih banyak pemilihan yang dipilih.

 

Demikian tips & tricks mengenai penggunaan Mate Pop-up Toolbar pada proses assembly. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dalam pengerjaan desain terlebih pada saat proses melakukan assembly.

Share

MERUBAH TIPE ELEMEN DALAM SOLIDWORKS SIMULATION

Pernahakah ketika kita melakukan running menggunakan SolidWorks Simulation terasa lama dikarenakan jumlah elemen serta nodal yang sangat banyak padahal kasus analisa sangat sederhana?

Hal tersebut dikarenakan ketidakefisien dari jenis elemen yang digunakan untuk melakukan running simulasi. Untuk memudahkan serta menghemat waktu kalkulasi pada saat melakukan simulasi pada SolidWorks Simulation untuk jenis analisa baik statik, dinamik, linear dan nonlinear diperlukan pemilihan tipe elemen yang tepat.

Pada dasarnya pemilihan elemen untuk jenis analisa sangat penting untuk mengoptimalkan simulasi. Tipe-tipe elemen yang ada di SolidWorks Simulation:

1. Elemen Beam Elemen ini terdiri dari dua nodal dan satu penghubung dan biasa digunakan untuk jenis profil yang seragam seperti struktur baja.

2. Elemen Shell Elemen ini terdiri dari tiga nodal dan tiga penghubung biasa digunakan untuk anlisa pelat tipis yang mempunyai tebal yang tidak terlalu besar.

3. Elemen Solid Elemen ini terdiri dari empat nodal dan empat penghubung biasa digunakan untuk analisa dengan bentukan yang sangat kompleks seperti bentuk engine block, dies.

Adapun cara untuk merubah tipe elemen didalam SolidWorks Simulation sebagai berikut: A. Merubah elemen solid menjadi elemen beam Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen solid ke elemen beam – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Treat as Beam

B. Merubah elemen beam/shell menjadi elemen solid Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen beam ke elemen solid – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Treat as Solid

C. Merubah elemen solid menjadi elemen shell Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen solid ke elemen shell – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Define Shell by Selected Face

– Pilih Tipe shell (Contoh: Thin) – Pilih Face yang dijadikan base/dasar permukaan shell – Masukkan besarnya ketebalan (Contoh: 3 mm)

 

Share

Toolbox dalam Vault SOLIDWORKS PDM

Pada tutorial solidworks basic ini akan dibahas Bagaimana cara Mengelola SOLIDWORKS Toolbox dalam Vault SOLIDWORKS PDM

Ketika SOLIDWORKS PDM digunakan untuk mengelola SOLIDWORKS Toolbox, ia dapat melakukan beberapa fungsi otomatis:

• Menambahkan komponen Toolbox yang hilang ke Vault PDM
• Membuat referensi antara komponen Toolbox dan Assembly SOLIDWORKS
• Proses Check out dan check in komponen Toolbox dan membuat version baru dari komponen Toolbox

Untuk Setup SOLIDWORKS PDM untuk mengelola SOLIDWORKS Toolbox :
1. Copy Toolbox data folder “SOLIDWORKS Data” ke dalam vault
2. Lakukan Check in pada folder SOLIDWORKS Toolbox

3. Pada SOLIDWORKS Administration Tool, checklist “Manage SOLIDWORKS Toolbox in the vault” and checklist “Allow clients to change SOLIDWORKS Toolbox components option”
4. Dibawah Toolbox root folder path, klik pada “…” (browse button), Cari folder root Toolbox yang sudah dimasukkan ke SOLIDWORKS PDM Vault yang sudah di buat pada step 1 & 2

5. Setelah step di atas selesai, Buka program SOLIDWORKS, “System Options”> “Hole Wizard / Toolbox”, modifikasi bagian folder dan browse ke Vault toolbox
6. Pastikan untuk mengaktifkan “Make this folder the default search location for Toolbox Components”. Opsi ini akan secara otomatis mengupdate path SOLIDWORKS Toolbox Comonent setelah mereka di check in

 

Share

Component Preview Window

Pada saat kita melakukan assembly, memasangkan komponen dengan mates antara komponen satu dengan komponen yang lainnya, terkadang kita kesulitan dalam memposisikan part atau sub assembly tersebut. Ketika sudah kita berikan satu mates pada part dengan komponen utama, posisi part tersebut akan susah untuk kita pilih face atau edge untuk kita berikan mates lagi. Problem tersebut terkadang sangat menganggu, karena proses mates pada assembly menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kita bisa menggunakan fitur Component Preview Window. Pada saat akan melakukan mates, kita klik pada part atau subassembly tersebut, lalu kita klik component Preview Window.

Setelah kita klik fitur tersebut, tampilan window dari graphic area SolidWorks akan terbagi menjadi 2, sebelah kiri menampilkan graphic area utama, sebelah kanan menampilkan preview part / subassembly yang akan kita mates.

Kita menambahkan mates dengan memilih face pada part / subassy di sebelah kiri, dan kita pilih face pada assy utama, tanpa ada kendala, karena posisi part atau assy utama bisa kita putar secara jendela terpisah.

Demikian weekly tips & trik untuk minggu ini, selamat mencoba. Untuk request materi weekly tips & trik yang lain, silakan email ke solidworks-support@arismadata.com .

 

Share

Membuat virtual sharps di Sketch

Virtual Sharps di sketch
Terkadang Anda ingin titik dalam sketsa yang mewakili lokasi 2 garis yang bersilangan, meskipun mereka tidak benar-benar sebagai titik. Poin-poin ini dapat dibuat dan disebut virtual sharps di SOLIDWORKS.

Skenario Fillet Sketch
Satu skenario terjadi ketika menggunakan perintah Sketch Fillet. Poin yang sudah dibatasi dapat disimpan sebagai Virtual Sharps jika “Keep Constrained Corners” aktif di PropertyManager dari sketch filles tool, seperti yang terlihat dalam Visual 1 di bawah ini.

virtual sharps

Skenario Alternatif
Bagaimana dengan virtual sharps di mana Anda tidak menggunakan Sketch Fillet? Solusinya mudah: cukup pilih 2 garis yang berpotongan dengan menekan tombol control , lalu klik perintah Point pada tab Sketsa dari CommandManager sementara garis-garis tersebut masih dipilih. Maka Virtual sharps telah dibuat. Ini ditunjukkan dalam Visual 3 di bawah ini.

virtual sharps 2

Kami harap tips ini bermanfaat bagi Anda. Jangan ragu untuk berbagi dengan pengguna SOLIDWORKS lainnya. Setiap peningkatan kecil membantu dalam hal membuat sketsa lebih cepat.

 

Share

Setingan performa terbaik SOLIDWORKS Composer

solidworks composer explodePada tutorial solidworks singkat kali ini, kita akan membahas terkait dengan SOLIDWORKS Composer. SOLIDWORKS Composer bekerja sama dengan SOLIDWORKS CAD dengan mengonversi file part dan assembly menjadi model yang bisa dikerjakan untuk dokumentasi seperti assembly instruction atau manual book.

Akan tetapi terkadang saat menggunakan SOLIDWORKS Composer kita mengalami kurang maksimalnya performance pada saat menggunakannya, seperti contoh :
• Saat mengarahkan kursor ke bagian dalam assembly composer, tujuannya ingin menyorot satu bagian, composer memulai semacam pergerakan dan menyorot seluruh bagian.
• Waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk mengimpor file SOLIDWORKS ke Composer
• Pada saat melalukan rotate atau zoom in/out model, tampilan pada model tersendat atau patah – patah.
Semua masalah di atas dan masalah terkait lainnya adalah karena masalah Grafik dan dapat diselesaikan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini :

Application Preferences – Quality :
Pastikan dalam SOLIDWORKS Composer profile sudah disetting ke High Quality.
solidworks composer
Untuk melakukan settingan tersebut yaitu dengan cara buka File > Preferences > kemudian terbuka Application Preferences window > General > Profile > Pilih High Quality > Klik Apply dan OK. Di SOLIDWORKS 2019 profile sudah tersetting High Quality by default.

Graphic Card settings :
Tambahkan juga SOLIDWORKS Composer kedalam daftar program NVIDIA Control untuk memastikan menggunakan graphic card sudah terpasang, bukan menggunakan graphic card bawaan dari intel machine.
Untuk melakukannya, bisa dengan cara klik kanan pada area kosong di desktop > NVIDIA Control Panel > Manage 3D settings > Program settings > Add > search Dassault Systemes Composer > klik Apply dan OK.
solidworks composer 2
Demikian kira – kira tips & tricks mengenai apa yang dilakukan jika anda ingin memaksimalkan penggunaan SOLIDWORKS Composer. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dan mempercepat proses dalam pengerjaan desain anda dengan SOLIDWORKS Composer.

Share

Grouping Mates pada SOLIDWORKS 2019

Group Mates pada solidworks 2019 yaitu sebuah fitur baru di SOLIDWORKS 2019, latar belakang dikembangkannya fitur ini dikarenakan cukup sulit dan jenuhnya mencari mates bila terjadi error pada salah satu atau beberapa mates apalagi jumlah mates pada assembly kita sudah mencapai ratusan mates, jadi seperti apa prosesnya akan kami bahas lebih lengkap.

Pernah kah anda mengalami error pada mates ketika anda tidak sengaja melakukan suatu hal pada SOLIDWORKS anda? Jika iya pasti anda akan kesal karena untuk menyelesaikan problem ini anda harus mencari mates yang error pada struktur mates apalagi jika jumlah mates sudah mencapai puluhan, ratusan atau mungkin ribuan..

Tapi tenang saja pada rilis versi 2019 SOLIDWORKS sudah semakin menyempurnakan fitur – fiturnya terkusus untuk kasus ini adalah mates, dimana kita bisa melakukan metode yang dinamakan Group Mates, yang mana fitur atau fungsi ini sangat membantu kita karena dengan fitur ini SOLIDWORKS akan secara otomatis melakukan “Grouping” atau pengelompokan pada Mates yang kita punya secara otomatis,
grouping solidworks
Hanya dengan Klik Kanan pada Mates anda kemudian pilih Group Mates maka aka nada dua pilihan yaitu By Status dan by Separate Fasteners untuk kasus kali ini kita pilih By Status
grouping solidworks 2

Setelah kita pilih, maka pada List mates kita akan muncul folder – folder “Grouping” sesuai dengan kondisi mates yang terjadi pada assembly kita dan untuk kasus kali ini terbuat secara otomatis 5 folder yaitu :
1. Solved : Mates tidak ada masalah
2. Errors : Terjadi error misalnya hilang referensi
3. Over Defined : Terjadi Over Defined pada mates
4. Suppressed (Missing) : Komponen di Suppress
5. Inactive (Fixed) : Mates yang berjenis Fixed
grouping solidworks 3

Jadi dengan adanya fitur ini kita tidak perlu lagi mencari satu persatu mates mana yang rusak atau Over Defined ataupun yang lainnya, karena hal ini sudah di “group” secara otomatis oleh SOLIDWORKS sehingga untuk proses “troubleshooting” akan jauh lebih mudah tanpa harus mencari – cari mates yang rusak.

Demikian tutorial solidworks kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi proses design anda menggunakan SOLIDWORKS.

Share