Perbedaan Delete / Keep Body dan Delete Face

Pada tutorial solidworks kali ini, kami akan membahas mengenai perbedaan fitur Delete/Keep Body dan Delete Face.

Fitur Delete/Keep Body kita pakai saat kita membuat banyak bodies dalam 1
part, atau sering kali disebut dengan Multi Body part. Multi body part ini biasanya kita buat
untuk membuat semua komponen dalam 1 part terlebih dahulu, sebelum nantinya tiap part
bisa kita simpan menjadi masing-masing file, dan kita buat assembly-nya.

Misal pada gambar di bawah ini, dalam 1 part, kita mempunyai 10 bodies. Kita bisa klik kanan pada folder Solid Bodies, dan kita pilih fitur Delete/Keep Body.

Pada fitur Delete/Keep Body terdapat 2 type yang bisa kita pilih. Delete bodies,
artinya kita pilih bodies-bodies yang akan kita hapus, bodies yang lainnya
akan tetap ada. Sedangkan apabila kita pilih Keep Bodies, yang kita pilih adalah bodies
yang akan tetap kita pertahankan (tidak dihapus), dan bodies yang lainnya akan
otomatis terhapus.

Lalu, bagaimana fungsi dari fitur Delete Face ??

Fitur Delete Face mempunyai 3 pilihan fungsi. Yang pertama yaitu Delete, fungsinya yaitu untuk menghapus bidang atau face yang kita pilih, dan kemudian akan mengubah part dari solid bodies menjadi surface bodies.

Kedua, yaitu pilihan Delete and Patch, fungsinya untuk menghapus face yang kita pilih, dan mengembalikan seperti semula. Misal kita pilih face pada lubang, maka lubang tersebut akan terhapus.

Ketiga yaitu Delete and Fill, fungsinya yaitu menghapus bidang surface yang kita pilih, kemudian akan di isi atau digantikan dengan surface baru. Untuk beberapa bidang
surface, bisa untuk menghilangkan garis / edge pada face tersebut, seperti pada gambar di atas.

Demikian tutorial solidworks kali ini dan selamat mencoba. Apabila ingin request
materi weekly tips and trik yang lainnya dan jika anda menemui kesulitan kami juga menyediakan jasa gambar 3d dan analisa simulasi, silakan email ke solidworks-support@arismadata.com

Share

EXPLODE VIEW untuk membuat animasi part berputar

Salam untuk seluruh user SOLIDWORKS dimanapun berada. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai tutorial SOLIDWORKS, khususnya yaitu Tips untuk menggunakaan fitur Explode View dalam membuat sebuah animasi benda yang berputar (rotate).

Jika Rekan-rekan menggunakan Assembly di SOLIDWORKS, Rekan-rekan mungkin sudah terbiasa dengan beberapa fitur untuk membuat animasi suatu desain assembly. Ada Mate Controller, yang membantu membuat animasi dari jenis- jenis mate Distance atau Angle. Menggunakan Motion Study, tipe Animation, lalu menggerakkan / merubah lokasi komponen sesuai timeline, atau menggunakan fitur SOLIDWORKS Motion bagi rekan-rekan yang ingin melihat Contact antar 2 komponen yang bergesekan / bertabrakan namun hanya tersedia pada versi Premium dari SOLIDWORKS.

Di sinilah fitur Explode View dapat kita manfaatkan untuk membuat
animasi benda baik itu bergerak / berputar, walau memang tingkat keakurasian
pergerakan tidak akan seakurat menggunakan Motion, namun cara ini cukup
apabila tujuan kita hanyalah untuk keperluan presentasi terkait produk kita.

Pastikan terlebih dahulu Assembly sudah dalam status Fully Defined semua
component terpasang dengan baik (1), lalu pada Command Manager Assembly diatas
rekan-rekan dapat menemukan lokasi Fitur Explode View (2).

Rekan-rekan langsung dapat memilih komponen yang ingin diberikan
pemindahan lokasi (pergerakan) atau langsung perputaran (rotasi). Disini terlebih dahulu
pindahkan lokasi part karena kita akan membuat Animasi seperti pelepasan 1 komponen
tersebut dari komponen lainnya (1), lalu isikan nilai besaran perpindahan yang rekan-rekan
inginkan, pada settingan Explode disebelah kiri (2).

Lakukan pemindahan lagi untuk komponen yang
sama, sesuai dengan pergerakan Translasi dari Part yang ingin
dibuat Animasi nya nanti sesuai dengan tujuan dari rekan-rekan
sekalian. Pilih pada Logo Panah Triad yang muncul sesuai arah
sumbu yang diinginkan.

Selanjutnya, untuk dapat membuat perputaran
komponen part, terlebih dahulu rekan-rekan mengaktifkan opsi
Rotate About Each Component Origin, fungsinya adalah supaya
kita melakukan rotasi (perputaran) pada komponen sesuai
dengan titik origin komponen tersebut, sehingga perputaran
akan lebih sesuai.

Caranya yaitu, pilih Komponen, lalu pilih bagian logo Triad Rotasi (1), jangan

memilih Triad Panah seperti pemindahan translasi sebelumnya.

Lakukan kembali perpindahan Step Translasi, supaya kita dapat
mendapatkan pergerakan Animasi, yaitu Part nya akan ditaruh kembali di meja /
lantai kerja. Sesuaikan dengan jarak dan arah sumbu pergerakan (1).

Hasil Explode View, dapat dilihat
pada Menu Configurations. Untuk melihat hasil
Animasi, Klik kanan pada List Explode View, lalu
pilih Animate Explode atau Animate Collapse.

Selamat mencoba. Apabila ingin request materi weekly tips and trik

yang lain, silakan email ke solidworks-support@arismadata.com

Share

Mendeteksi Tabrakan Antar Solid Body pada Part

Tutorial singkat kali ini akan membahas mengenai fungsi dari fitur “Interferance Detection”. Awalnya Interferance Detection hanya ada pada saat pembuatan assembly, namun pada tahun 2019 SOLIDWORKS merilis fitur baru, yakni Interference Detection pada multibody part.

Dengan fungsi yang sama seperti pada assembly, Interference Detection pada multibody part juga berfungsi untuk mendeteksi tabrakan pada multibody part. Bagaimana cara menggunakan Interference Detection pada SOLIDWORKS ? Berikut tahapan cara menggunakan Interferece Detection.

  1. Kita buat atau open file multibody part pada SOLIDWORKS.

Pada gambar di atas, terdapat dua solid bodies. Kemudian kita akan coba mendeksi tabrakan antara dua solid bodies tersebut dengan menggunakan Interference Detection.

  1. Klik Interference Detection pada Comman Manager Evaluate, seperti pada gambar di bawah ini,
  1. Setelah Interference Detection diaktifkan (diklik), maka akan muncul property manager interference detection di bagian kiri. Pada property manager, klik Calculate, seperti pada gambar di bawah ini,
  1. Setelah calculate diklik, maka akan muncul results untuk bagian yang mengalami tabrakan. Pada bagian multibody part juga ditampilkan area mana saja yang mengalami tabrakan, seperti pada gambar di bawah ini.

Demikian Tutorial singkat design 3d menggunakan solidworks kali ini, semoga membantu dan bermanfaat.

Share

Pengisian Sheet Format Otomatis Berdasarkan 3D Model Properties

Otomatisasi data pada SOLIDWORKS drawing adalah salah satu faktor besar dalam memprcepat proses desain. Manualnya kita melakukan pengisian di model properties pada drawing, seperti berat komponen, tidak hanya dilakukan manual namun juga riskan terjadi kesalahan. Informasi ini sudah ada di dalam 3D model part ataupun assembly, jadi kenapa tidak kita gunakan saja data yang sudah ada agar terisi otomatis?

SOLIDWORKS memberikan kemudahan pada pembuatan drawing sehingga Anda tidak perlu mengisi lagi secara manual data model pada drawing. Dalam contoh ini, kita akan melihat bagaimana menambahkan data “Weight” atau berat secara otomatis.
Anda bisa melakukannya dengan cara:


– Membuat contoh part file
– Input data ‘Weight’ pada file properties di 3D model
– Membuat drawing baru menggunakna contoh part yang telah dibuat
– Menambahkan note pada drawing yang akan dikoneksikan dengan ‘Weight’ pada
properties
– Menyimpan sheet format yang telah di-edit


Step 1) Buat part baru. Anda perlu menambahkan ‘Weight’ pada part properties. Untuk
melakukannya, akses ke ‘File > Properties’ dan klik pada ‘Custom’ tab. Gunakan drop down list dan pilih ‘Weight’, atau ketik manual pada kolom Property Name. Selanjutnya, klik dropdown ‘Value / Text Expression’ dan gunakan ‘Mass’ agar terkoneksi dengan mass properties part:

Setelah Anda selesai mengatur semua properties pada part, Anda bisa menyimpannya sebagai template dengan cara akses ke ‘File > Save As’ lalu ganti ‘Save as type’ ke ‘Part template’. Lokasi folder default ada pada C:\ProgramData\SOLIDWORKS\SOLIDWORKS 2020\templates.


Step 2) Buat contoh part dari template yang telah disimpan sebelumnya (sebagai contoh bisa buat box atau semacamnya), lalu simpan part tersebut.


Step 3) Buat drawing dari part contoh tadi, lalu masukan salah satu view dari contoh part. Edit sheet format ‘Edit > Sheet format’ lalu tambahkan note sesuai di tempat yang Anda inginkan‘Insert > Annotations > Note’


Step 4) Pada property manager fitur Note di tab kiri layar Anda, klik ikon yang menunjukan
symbol property dengan rantai yaitu ‘Link to Property’:

Step 5) Pada Link to Property dialog, ganti pilihannya ke ‘Model found here’. Klik dropdown
‘Property name’ untuk memilih ‘Weight’ property yang telah kita tambahkan pada contoh part sebelumnya:

Seharusnya Anda dapat melihat berat dari contoh part yang telah dibuat sebelumnya.
Step 6) Klik OK, lali exit sheet format melalui ikon pada sudut kanan atas graphic area:

Step 7) Simpan sheet format yang telah di-edit, ‘File > Save sheet format’ untuk menyimpan sheet format agar dapat digunakan pada lain waktu. Setelah tersimpan, tes template menggunakan drawing baru, dan pastikan Weight sudah ditambahkan pada part properties.

jika anda mengalami kesilita dalam desain 3d kami siap membantu anda

Share

Menggambar Garis di SOLIDWORKS: Click-Click vs Click-Drag

Dalam tips and tricks blog SOLIDWORKS singkat ini, kami akan melihatkan cara
menggambar garis, bentuk paling mendasar di SOLIDWORKS. Ada dua teknik untuk
menggambar garis: Click-Click dan Click-Drag. Kami akan menunjukkan kepada Anda perbedaan antara kedua metode ini dan bagaimana mereka dapat menghemat waktu Anda, klik tambahan, feature di design tree Anda, atau rambut di kepala Anda. Mari kita mulai.

The Click-Click method

Untuk menggunakan metode Klik-Klik, mulai garis Line Anda di lokasi yang diinginkan
dengan klik (tekan dan lepaskan tombol mouse kiri). Pindahkan kursor ke tempat Anda ingin mengakhiri garis. Anda akan melihat pratinjau garis terbentang. Klik untuk menempatkan ujung segmen garis. Anda dapat merentangkan segmen garis lain dan klik untuk menempatkan ujung segmen garis. Melanjutkan metode ini akan membuat segmen garis tambahan. Tekan tombol Escape untuk keluar dari Tool Line.
Metode Klik-Klik ini menghasilkan polyline, serangkaian segmen garis yang terhubung
ujung-ke-ujung.

The Click-Drag method

Untuk menggunakan metode Click-Drag, mulailah baris Anda di lokasi yang diinginkan
dengan menekan dan menahan tombol kiri mouse. Seret kursor ke tempat Anda ingin
mengakhiri garis, Anda akan melihat pratinjau untuk direntangkan. Lepaskan tombol kiri mouse
untuk menempatkan ujung garis. Tekan tombol Escape untuk keluar dari alat garis.
Metode Klik-Tarik menghasilkan segmen garis tunggal.

Tahukah Anda bahwa Anda dapat melakukan transisi secara otomatis dari garis ke busur
tanpa mengubah alat sketsa? Teknik transisi otomatis dimulai dengan membuat garis
menggunakan metode Klik-Klik.

Ada delapan kemungkinan busur yang dapat dibuat dari titik akhir suatu garis.
Garis singgung positif atau negatif meluas ke kedua sisi garis.
Busur positif atau negatif normal memanjang ke kedua sisi garis.

Go to System Options>Sketch and CLEAR the “Enable on screen numeric input on entity creation” option.

Saya harap Anda menemukan tips SOLIDWORKS ini bermanfaat, jika anda atau perusahaan anda mengalami kesulitan untuk menggambar desain 3d, kami pt arisma data juga menyediakan jasa gambar 3d, 2d dan analisa simulasi.

Share

Xpress Products – SimulationXpress

Tips and Tricks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan Xpress Product yang bernama SimulationXpress. Fitur ini berfungsi untuk melakukan analisis kekuatan dari produk yang dirancang apakah mampu menahan beban statis atau tidak. SimulationXpress memiliki beberapa tipe pembebanan diantaranya Force (N),Tekanan (Pa) dan untuk tumpuan memilki satu jenis yaitu Fixed Geometry. Pada kesempatan ini kita akan melakukan analisis sebuah batang dengan beban tekan sebesar 110000 N (11 Ton) dan dibagian lain dijepit dengan tumpuan Fixed. SolidWorks SimulationXpress hanya bisa digunakan pada single body. Untuk menjalankan “Static Analysis Single Part” ikuti langkah dibawah ini:

1. Buatlah sebuah part dengan dimensi seperti diatas

2. Aktifkan Xpress Product – SimulationXpress Klik Menu Tools → Pilih Xpress Products → Pilih SimulationXpress → Pilih Next untuk memulai a a Static Analysis Single

3. Menambahkan Tumpuan (Fixtures) Klik Add Fixtures → Pilih Face yang akan dijadikan tumpuan → Klik OK

4. Menambahkan Beban Klik Next → Pilih Add Force → Pilih Face, Referensi Top Plane, 110000 N (Reverse) → Klik OK

5. Menambahkan Material Klik Next untuk melanjutkan → Pilih Choose Material → Pilih Plain Carbon Steel → Pilih Apply → Klik Close

6. Menjalankan Running Klik Next untuk melanjutkan → Klik Run Simulation

7. Postprocessing Tegangan Klik Stop Animation untuk menghentikan animasi → Klik kanan pada Stress (-vonMises-) dan pilih Show untuk menampilkan teggangan Dari hasil simulasi part yang disimulasikan memiliki nilai tegangan maksimum 1,015e+04 MPa melebihi nilai Yield Strength sebesar 2,206e+02 Mpa yang dapat dikatakan tidak aman (not safe)

8. Postprocessing Deformasi Klik Kanan pada Displacement (-Res disp-) dan pilih Show a b, Dapat dilihat nilai deformasi maksimum sebesar 3,38e+02 mm (338 mm) pada ujung tip part

 

Share

ANALISA POROUS MEDIA pada FLOW SIMULATION

kita akan mencoba menganalisa medium berporous atau medium yang memiliki lubang-lubang kecil yang berfungsi menghambat laju aliran fluida yang berguna untuk meredam suara di SOLIDWORKS Flow Simulation. Sebagai contoh konverter exhaust pada kendaraan bermotor yang memiliki porous media untuk meredam bunyi dari mesin motor bakar.

Jalankan Flow Simulasi

Pembuatan wizzard setup

  • Project Name: Porous Media Analysis
  • Unit System: SI (MKS)
  • Analysis Type: Internal
  • Default Fluid –> Air (gass) sebagai domain fluida
  • Wall Condition, Default wall thermal condition –> adiabatic
  • Initial Condition –> Default

pembuatan material porous

Untuk membuat material porous secara custom dapat dilakukan dengan menggunakan engineering database sebagai berikut:
Klik Tools –> Pilih Flow Simulation –> Pilih Tools –> Pilih Engineering Database

Pada engineering database –> Pilih Porous Media –> Pilih user defined –> Klik kanan –> Pilih New Item

Pada Porous Media Database berikan nilai porosity sebesar 0,5 –> Pada Resistance calculation formula Pilih Dependency on velocity –> Berikan nilai A sebesar 57 kg/m2.

Boundary Condition

Untuk mendefinisikan fluida yang bergerak diperlukan kondisis batas dimana harus memiliki minimal 1 inlet dan 1 outlet. Pada kasus ini fluida udara bergerak dengan kecepatan 12 m/s dan untuk outlet menggunakan static pressure dengan besar tekanan atmosfir 1 bar.


Note : Boundary Condition untuk Inlet

Note : Boundary Condition untuk Outlet

Pendefinisian Porous Media

Setelah database material dibuat, selanjutnya adalah pendefinisian untuk komponen yang akan dijadikan porous media. Berikut ini langkahnya:
Klik Tools –> Pilih Flow Simulation –> Pilih Insert –> Pilih Porous Medium

Pada jendela porous medium pilih dua komponen monolith seperti pada gambar berikut –> Pilih porous medium isotropic –> klik OK

Disabel komponen monolith setelah mendefinisikan porous medium karena jika masih terdapat komponen monolith maka akan dianggap solid body dan jadi penghalang (tidak ada fluida yang lewat). Berikut cara mendisable komponen:
Klik kanan Input Data –> Pilih Component Control –> Hilangkan centang pada komponen monolith (porous medium) –> Klik OK

Global Goal

Untuk mencapai keadaan steady state parameter yang diamati yaitu inlet pressure, outlet pressure, overall pressure drop (inlet – outlet), converter drop (mid pressure – outer pressure)

Mesh

Mesh yang digunakan adalah mode Automatic dengan Setting Level: 3

Running

Klik Run untuk proses kalkulasi dan untuk mencapai konvergensi

Result

Setelah proses running kita dapat melihat hasil flow simulasi. Berikut ini beberapa parameter result flow simulasi.

  • Velocity Flow Result, Kecepatan subdomain fluida Refrigerant-R123

Terdapat penurunan kecepatan didaerah porous material yang semula kecepatanya 12 m/s dibagian porous menjadi 2 m/s

Goal Plot

Klik kanan goal plot –> pilih semua parameter goal –> Klik Show

Dari goal plot dapat dilihat terjadi penurunan pressure drop sebesar 164 Pa yang dihitung dari inlet pressure – outlet pressure, sedangkan penurununan konverter drop yang dihitung dari inlet monolith2 pressure – outlet pressure sebesar 83 Pa, hal tersebut sesuai dengan prinsip kerja konverter.

jika ada pertanyaan seputar software solidworks jangan ragu untuk menghubungi kami kami siap membantu anda

Share

Cara manual Backup Solidworks PDM Database

Saat memecahkan masalah SOLIDWORKS PDM, atau saat melakukan Software Upgrade, anda mungkin perlu membackup secara manual Database SOLIDWORKS PDM di luar Schdule maintenance yang biasanya dijadwalkan.

Cara backup ini dapat dijalankan sebagai task di Microsoft SQL Server Management Studio.
Langkah 1: Pada SQL Server Management Studio, klik kanan pada database PDM yang ingin di backup, kemudian klik pada flyout Tasks dan pilih “Backup

Langkah 2: Di kotak dialog Backup, di General Page, pastikan bahwa tipe Backup diatur ke Full dan Backup Component diatur ke Database. Di Destination area, periksa kembali bahwa opsi Backup diatur ke Disk. Anda mungkin perlu memilih existing destination yang ada dan kli Remove“, lalu klik “add“.

Backup the SOLIDWORKS PDM Database

Langkah 3: Dalam dialog Select Backup Destination, klik “…” dan pilih folder tempat file backup yang sudah dibuat. Masukkan nama termasuk ekstensi “bak”. Klik Ok pada dialog Select Backup Destination  untuk kembali ke Layar General pada backup dialog.

Select Backup Destination

Langkah 4: Pada Media Options di jendela dialog Backup, atur Overwrite media option ke Overwrite all existing backup sets, lalu centang opsi di bawah Reliability ke Verify backup when finished.

Overwrite media option

Compress backup

Langkah 5 (Opsional): Ukuran file backup tergantung pada ukuran vault. File ini bisa sangat besar, mungkin beberapa gigabytes. Namun ketika dikompresi ukuran file akan berkurang secara dramatis. Jika ukuran file akan sangat besar, pada halaman Opsi backup dari jendela dialog backup, Anda mungkin ingin mengatur tindakan Kompresi ke compress backup. Atau, file .bak dapat dikompres menggunakan kompresi Windows atau program pihak ketiga.

Share