MENAMPILKAN CENTER OF MASS DIDALAM SOLIDWORKS

Sebagai seorang desainer / drafter, tentu dalam membuat sebuah desain 3D Part keakuratan menjadi salah satu fokus utama. Menentukan dimensi, membentuk kontur surface, dan semacam lainnya menjadi point-point penting, sehingga hasil dari part tersebut bisa sangat memuaskan. Salah satunya adalah dengan menentukan titik Center Of Mass dari desain yang dibuat. Biasanya kita melakukan perhitungan secara manual untuk dapat mengetahui titik center dari part yang dibuat.

Namun, didalam SOLIDWORKS kita dapat dengan langsung melihat Center Of Mass desain kita, yaitu dengan cara menghidupkan fitur Center Of Mass, bisa dilakukan pencarian pada Search Box dikanan atas. Setelah diaktifkan maka akan muncul logo-nya, dan bisa dilakukan pengecekan Angka titik koodinat Center Of Mass dari Fitur “Mass Properties”. Sehingga detail-nya dapat terlihat.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video berikut ini : 

Share

MEMBUAT VARIASI PART YANG SERUPA PADA ASSEMBLY

Terkadang dalam proses pembuatan sebuah desain kita ingin membuat didalam 1 File memiliki beberapa Variasi model, bentuk, ukuran, dan lainnya. Untuk memenuhi hal tersebut SOLIDWORKS memiliki beberapa opsi yang dapat dilakukan untuk membuat Part yang Serupa namun tidak sama didalam sebuah Assembly.

Pertama, tentunya ialah menggunakan fitur “Add Configuration” sama seperti didalam Part fitur ini berfungsi untuk membuat variasi bentuk atau tipe dari Part didalam Assembly. Kedua, menggunakan fitur “Make Independent” untuk membuat file yang dipilih memiliki atau menjadi nama baru sehingga Link nya akan terputus dengan part Asli-nya dan kita bisa memodifikasi untuk menjadikannya Variasi. Ketiga, masih dengan fitur “Make Independent” namun file yang digunakan ialah dari Toolbox Library sehingga dapat membuat variasi walaupun Part tersebut adalah Part dari Toolbox.
Untuk lebih detailnya dapat dilihat pada video berikut ini :

Share

MENGGUNAKAN FITUR DISPLAY STATE

Tidak banyak user SOLIDWORKS yang mengetahui fitur Display State ini, padahal kegunaannya dapat dimanfaatkan untuk mempermudah para user mengganti kondisi-kondisi Display dari tiap komponen pada Part atau Assembly.

Fitur Display State dapat ditemukan pada Feature Manager Configuration dibagian paling bawah-nya. Kegunaan fitur ini ialah, kita dapat memvariasikan kondisi Display dari tiap komponen tanpa harus merubahnya setiap saat, jadi kita dapat menjadikannya sebuah Standard Display.

Misalkan, dalam sebuah Part ada komponen A,B, dan C. pada Display state Default semua komponen dalam kondisi Display “Shaded With Edges”, lalu kita bisa menambahkan Display State 2 dan merubah salah satu komponen menjadi kondisi Display “Wireframe” Dan seterusnya. Sehingga Ketika kita ingin menampilkan semuanya dalam kondisi “Shaded With Edges” kita tinggal mengatifkan Display State Default, dan sebaliknya jika ingin menampilkan salah satu komponen dalam kondisi “Wireframe” kita tinggal memilih pada Display State yang sesuai.

Cara ini dapat menghemat waktu apabila kita sering melakukan perubahan kondisi display pada tiap komponen, dibanding selalu merubahnya setiap saat dan setiap komponen, tidak ada salahnya mencoba Fitur Display State ini.

untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada video berikut ini :

jangan lupa subscribe channel youtube solidworks agar tidak ketinggalan informasi

Share

Cara Export Report SOLIDWORKS Electrical ke Dalam Excel

Pada tutorial solidworks basic kali ini kita akan membahas cara meng-export report dari SOLIDWORKS Electrical ke Excel. Report yang dapat di-export pada excel dapat beragam, baik report Bill Of Material (BOM), List of the cable (panjang kabel), List of wire by line style (panjang wire) dan lainnya. Berikut tahap-tahap yang dapat dilakukan untuk proses export report SOLIDWORKS Electrical ke dalam Excel :

1.Pada bagian ribbon menu Project, pilih Report

2. Pilih Excel export pada bagian window Report manager.

3. Pilih pada bagian kolom kosong sebelah kiri (pada gambar bagian yang diberikan kotak berwarna merah)

Untuk report mana saja yang akan di export ke dalam excel. Untuk mengexport seluruh report, dapat langsung memilih kolom pada Explode all reports (kolom yang diberi kotak berwarna biru). Kemudian setelahnya, kita dapat memilih Next.

4. Pada bagian kolom Target folder, anda dapat menentukan pada folder mana report excel anda akan disimpan. Bila sudah, kemudian dapat memilih Finish.

Hasilnya, Report dalam file excel akan mendata keseluruhan report dari Bill Of Material, seperti pada gambar di bawah ini. Untuk keseluruhan report Bill Of Material digabungkan pada satu sheet pada excel.

Jika pada bagian sebelumnya anda mengklik atau mencentang kolom One sheet by break, seperti pada gambar di bawah ini,

Maka untuk hasil darireport excel nya, tiap sheet terwakilkan atas satu manufacture. Artinya dalam satu file excel untuk report Bill Of Material akan berisi beberapa sheet, sesuai dengan banyaknya manufacture.

Selanjutnya, apabila pilihan Add created file to project dipilih, maka report file excel akan masuk ke dalam project SOLIDWORKS Electrical.

Pada bagian ini, kita harus memilih terlebih dahulu posisi file excel pada bagian project yang sudah kita buat sebelumnya. Apabila posisi sudah ditentukan, kemudian dapat memilih OK.

Maka hasilnya file excel yang sudah kita export akan tersimpan pada project Electric yang sedang kita buka. Untuk penempatannya sesuai dengan posisi yang sebelumnya sudah kita pilih.

Share

Override Mass Properties

Dijendela Mass Properties kita bisa jumpai beberapa parameter lain seperti pusat keseimbangan (CenterofMass) dan juga Momen Inersia seperti pada gambar berikut:

Center of Mass merupakan lokasi titik keseimbangan suatu komponen terhadap titik kordinat sistem sedangkan Momen Inersia merupakan kelembaman suatu struktur untuk berotasi terhadap sumbu putarnya (porosnya).

Ketiga parameter tersebut seperti Massa, Center of Mass dan Momen Inersia merupakan parameter yang sangat mempengaruhi terhadap suatu analisa kekuatan struktur (FiniteElementAnalysis) dan analisa gerakan (MotionAnalysis) yang digunakan pada SOLIDWORKS Simulation dan SOLIDWORKS Motion.

Ketika mendesign suatu komponen yang harus memiliki berat sekian Kg, titik kese-timbangan (CenterofMass) diposisi tertentu dan harus memiliki Momen Inersia tertentu , kita mengalami kesulitan untuk mengubah bentuk ataupun mengubah Densitas Material yang digunakan. SOLIDWORKS mempunyai suatu pilihan yang disebut Override Mass Properties untuk mengatasinya.

Selanjutnya kita akan melakukan modifikasi ketiga parameter tersebut dengan mengklik Override Mass Properties seperti berikut:

Selanjutnya berikan centang pada Semua Parameters dan ubahlah semua parameter tersebut menjadi seperti berikut dan klik OK:

Selanjutnya dapat dilihat perubahan pada Mass Properties untuk komponen yang telah diubah propertiesnya menjadi seperti berikut:

untuk informasi seputar SOLIDWORKS mengenai Harga, support, training, jasa dan konsultasi bisa menghubungi kami PT Arisma data Setia – Reseller Resmi SOLIDWORKS Di Indonesia

Share

3 LANGKAH MEMBUAT SOLIDWORKS DRAWING LEBIH CEPAT

Dokumentasi Drawing selalu menjadi aset bagi perusahaan atau industri mana pun. Mendokumentasikan data yang benar akan memastikan tugas atau pekerjaan, apa pun yang dilakukan dan ditugaskan oleh atasan dalam suatu bidang industri. Apapun desain yang kita buat, pada akhirnya perusahaan akan membutuhkan gambar detail 2D. Gambar-gambar itu harus lebih handal dan mudah dimengerti bagi siapa pun yang bekerja dengan detail 2D yang kita buat.

Pada tips & trick kali ini, mari kita lihat bagaimana membuat Drawing di SOLIDWORKS lebih efisien secara detail dan mudah digunakan untuk para pengguna. Kita akan fokus pada 3 Tools yang cukup sederhana dan lumayan powerful di SOLIDWORKS Drawings. Yuk, simak tips berikut ini :

  1. Auto Arrange Dimension

Membuat Dimensi adalah tugas yang penting bagi para desainer sehingga komunikasi yang terjadi di antara produsen dapat tersampaikan dengan baik. Penempatan Dimensi harus rapih, tepat dan eye-catching untuk memastikan pabrikan tidak mengalami kesalahan.

Didalam SOLIDWORKS Drawing, ada Fitur / tools yang disebut Auto Arrange Dimension, yang memungkinkan pengguna untuk menempatkan dimensi dengan spasi, sejajar, rata tengah, dan disesuaikan dengan lokasi-nya jika perlu.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara : pilih dimensi yang mau dirapihkan (lebih dari 1 dimensi) – Jeda mouse selama beberapa detik maka ada Icon yang muncul – Pilih yang pertama yaitu “Auto Arrange” – Maka Dimensi yang dipilih akan memiliki jarak yang sama.

Sebelum :

Sesudah:

2. Breaking Lines

Dalam Detail Drawing, kita akan menghadapi interferensi dimensi yang berpotongan satu sama lain. Ini berarti overlay dimension dapat menyebabkan kesulitan bagi pengguna untuk menempatkan dimensi pada posisi yang tepat sehingga tidak saling berpotongan. Di SOLIDWORKS, kita dapat menggunakn fitur / tools “Breaking Lines” yang memungkinkan pengguna untuk menghindari overlay dimensi saat sedang membuat detail drawing.
Pilih dimensi yang mengalami overlay – Buka PropertyManager – Leaders – Scroll Down to Bar – Breaking Lines – Enable it. Garis Dimensi Terpilih akan terputus dan bebas dari overlay.

sebelum:

Sesudah

3.Flag Note Bank

Dalam Drawing, kita biasanya membuat Notes untuk menyampaikan informasi terkait desain. Informasi dapat dirujuk sebagai warna atau pola yang disorot. Di SOLIDWORKS, ada fitur / tools yaitu “Flag Note Bank” yang dapat digunakan untuk mereferensikan informasi dengan metode yang mudah.

Pertama Cukup tambahkan Catatan di sudut lembar drawing – berikan Nomor untuk Catatan tersebut tiap point-nya untuk menambahkan Flag Note ke point tersebut – Klik dua kali Nomor-nya – PropertyManager – Pilih Jenis Flag Note – pilih Add to Flag – Enable Check Box – Flag has been added – Tools – Balloon – Tempatkan di mana Anda ingin mereferensikan Note-nya – Setelah Balon ditempatkan – Arahkan mouse ke Balon – maka Note akan ter-highlight.

Karenanya, tidak adanya warna khusus, pola khusus, atau batas khusus yang ditambahkan. Cukup menggunakan FLAG NOTE BANK untuk menyampaikan atau mereferensikan Informasi.

Pembuatan Detail Drawing yang efektif dan produktif, dapat membantu pabrikan untuk memahami gambar 2D dengan sangat cepat, mudah, dan memastikan informasi penting tidak terlewatkan yaitu dengan menggunakan Fitur Tools yang terdapat di SOLIDWORKS Drawings. Terima kasih atas waktu Anda yang berharga. Semoga Tutorial solidworks ini membantu meningkatkan produktivitas Anda, mengurangi waktu dan meningkatkan kualitas. Sampai jumpa. Terima kasih!

untuk harga solidworks, support, training dan konsultasi gratis bisa langsung menghubungi kami PT ARISMA DATA SETIA sebagai reseller resmi SOLIDWORKS di Indonesia

Share

MENYEMPURNAKAN FOTOREALISME MENGGUNAKAN DEPTH OF FIELD

dof

Meningkatkan realisme dalam rendering adalah sesuatu yang diperjuangkan oleh banyak pengguna KeyShot dan salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggunakan Depth of Field. Depth of Field (DOF) adalah aspek fotografi yang sangat penting dalam rendering Anda.

Menerapkan Depth of Field di KeyShot

Depth of Field adalah efek yang Anda lihat di antara item dalam fokus dan item di luar fokus. Terkadang item di latar depan berada dalam fokus dan terkadang item di latar belakang berada dalam fokus. Anda akan melihatnya digunakan dalam foto dan film, untuk memfokuskan perhatian Anda pada satu area gambar atau animasi. Terkadang bisa sangat halus dan terkadang bisa sangat ekstrim. Jadi, mari pelajari cara menangkapnya di KeyShot.

Aktifkan Depth of Field

Depth of field ditemukan di tab Camera di Project window Anda. Ini bekerja paling baik untuk menyiapkan kamera Anda terlebih dahulu, lalu aktifkan Depth of Field. Klik kotak centang Depth of Field di bagian paling bawah.

  • Atur Jarak Fokus Anda

Tentukan Depth of Field yang menunjukkan seberapa banyak dan bagian mana dari pemandangan yang menjadi fokus. Untuk menerapkan Depth of Field, pertama-tama pilih ikon crosshair untuk mengatur titik fokus Anda dalam Tampilan Real-time.

  1. Sesuaikan F-stop

Menyesuaikan F-stop menambah softness pada pemandangan Anda di luar titik fokus. Tanpa Depth of Field yang diaktifkan, Anda bisa merasakan ada sesuatu yang hilang. Dengan F-stop default 1, gambar memiliki Depth of Field yang sangat dangkal. Dengan F-stop 30, Anda mendapatkan Depth of Field yang lebar, tetapi fokus bisa hilang pada level ini. Di antara 1 dan 10 adalah titik awal yang baik tetapi juga tergantung pada kebutuhan atau preferensi Anda.

  • Menggunakan Tampilan Geometri untuk Menyesuaikan Kedalaman Bidang

Saat Anda menyesuaikan Jarak Fokus dan F-stop, ini membantu untuk membuka Tampilan Geometri. Di sini, Anda mendapatkan representasi visual yang lebih baik tentang di mana tepatnya fokus dan kelembutan akan terjadi. Ingat, jika Anda menyesuaikan kamera, titik fokus akan berubah. Untuk mencegah hal ini, cukup kunci kamera Anda ketika pengaturan Depth of Field sudah ditetapkan

Menggunakan Depth of Field dapat dengan cepat dan mudah mengambil pemandangan biasa dan mengubahnya menjadi gambar yang menarik. Ini mungkin salah satu hal termudah yang dapat dimanfaatkan dalam KeyShot saat mencoba meningkatkan fotorealisme. Jadi, saat Anda ingin membawa gambar itu ke level berikutnya, jangan lupa untuk mencoba Depth of Field.

            Demikian sharing terkait dengan pentingnya penggunaan Depth of Field pada proses rendering, untuk menghasilkan fotorealisme yang lebih bagus dan lebih real. Semoga sharing kali ini dapat bermanfaat untuk aktifitas desain anda.

Terimkasih,

source: Enhanced Photorealism Using KeyShot Depth of Field

Share

Mengapa CAD Software Bukan Sekedar Alat Gambar – Part 2

solidworks photo rendering

CAD Software, seperti SOLIDWORKS mempunyai beberapa fitur yg dapat digunakan untuk melakukan fungsi penjualan. Apa saja fitur tersebut?

  1. Original License = Kredibilitas Perusahaan

Hampir semua perusahaan besar yang memproduksi barang-barang disekitar kehidupan kita melibatkan CAD Software (SOLIDWORKS) dalam proses desain dan produksinya. Hal ini berarti jika perusahaan sobat menggunakan software CAD yang original seperti SOLIDWORKS, maka besar kemungkinan perusahaan sobat untuk dapat ikut memasok ke perusahaan OEM: Toyota, Honda, Panasonic, dsb. karena perusahaan tersebut pastilah mensyaratkan untuk menggunakan software original.

Baca juga artikel sebelumnya : Mengapa CAD Software Bukan Sekedar Alat Gambar – part1

  1. Video Animation

Software gambar 3D design dapat membantu sobat untuk membuat video animasi yang dapat digunakan untuk presentasi ke calon customer. lihat vidio di bawah ini untuk melihat contoh animasinya.

  1. Membuat Tampilan Photo (Rendering)

Pada masa lalu, untuk membuat gambar dengan kualitas foto studio harus membuat prototype atau bahkan menunggu barang aslinya jadi, baru kemudian juru foto melakukan sesi foto studio. Kini hal ini tidak perlu (bisa ditunda) karena dengan CAD Software umumnya sudah disertai dengan fitur rendering. Di bawah ini adalah beberapa hasil render menggunakan SOLIDWORKS

Untuk konsultasi, support, training dan permintaan harga solidworks bisa langsung menghubungi kami : PT Arisma Data Setia

Share