Perbedaan antara PhotoView 360 dan SOLIDWORKS Visualize?

Salam hangat untuk semua user SOLIDWORKS di seluruh Indonesia, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tentunya aktifitas desain anda lebih menyenangkan dengan menggunakan SOLIDWORKS. Kali ini kami akan membahas perbedaan PhotoView 360 dan SOLIDWORKS Visualize

SOLIDWORKS visualize bukan pengganti untuk PhotoView 360, tetapi alat pelengkap yang memberikan lebih dari apa yang diminta komunitas SOLIDWORKS dalam visualisasi.
photo view 360
PhotoView 360 terbaik untuk desain yang terus mengalami perubahan.
Tautan langsung dan pembaruan dua arah mengoptimalkan rendering pekerjaan yang masih berlangsung. Pengguna dapat membuat model CAD dan tetap berada dalam SOLIDWORKS untuk visualisasi dasar,
SOLIDWORKS visualize berdiri sendiri dari solidworks untuk 3D CAD sedangkan PhotoView 360 berada dalam solidworks 3D CAD (add in) sehingga dalam penggunaan rendering SOLIDWORKS visualize tidak menggangu proses pengambaran atau design.
Selain itu, SOLIDWORKS Visualize tidak mengikat lisensi SOLIDWORKS, memungkinkan visualisasi fotorealistik diselesaikan oleh orang lain di dalam organisasi, memberikan alur kerja desain dinamis yang mulus dan lingkungan kolaboratif.
Dalam contoh di bawah ini, pengguna baru membuat gambar akhir dari dataset yang sama persis pada mesin yang sama di PhotoView 360 dan SOLIDWORKS visualize
photo view 360 2
SOLIDWORKS Visualize tersedia dalam dua versi — SOLIDWORKS Visualize Professional, yang dijual ke pasar melalui Professional Channel, dan SOLIDWORKS Visualize Standard, yang termasuk (include) dalam setiap pembelian SOLIDWORKS Professional dan SOLIDWORKS Premium 2016 atau lebih baru.

Share

Copy Settings Wizard

Sebelum masuk ke topik pembahasan, saya ingin bertanya. Apakah anda pernah melakukan pemindahan SOLIDWORKS dari komputer lama ke komputer yang baru? Apakah setelah anda melakukan pemindahan SOLIDWORKS, banyak settingan yang harus dilakukan? Seperti Template, Shortcut Key, ataupun settingan option yang lain.
Pada tutorial solidworks singkat kali ini, kita akan membahas terkait dengan SOLIDWORKS Copy Settings Wizard. Dimana fitur ini dapat membantu anda dalam penyimpanan semua settingan yang sudah ada, hal ini bisa anda gunakan jika mengalami pemindahan SOLIDWORKS dari komputer lama ke komputer yang baru.
Langsung saja kita lihat langkah – langkah dari penggunaan SOLIDWORKS Copy Settings Wizard :Copy Settings Wizard
Copy Settings Wizard
Keterangan :
1. Pilih Windows kemudian search dengan nama Copy Settings Wizard
2. Pilih Save Settings untuk penyimpanan settingan SOLIDWORKS
3. Pilih Browse untuk menentukan folder penyimpanannya, kemudian tentukan juga settingan apa saja yang ingin disimpan
4. Settingan akan tersimpan dalam bentuk seperti pada gambar, kemudian bisa anda copy ke komputer yang baru lalu anda buka file tersebut di komputer yang baru (SOLIDWORKS harus sudah terinstall di komputer yang baru)
5. Restore Setting from File, pilih beberapa settingan yang akan digunakan
6. Kemudian pada Select the Destination, pilih Current User
7. Finish Operation
8. Copy Setting Wizard sudah berhasil

Demikian cara melakukan Copy Setting Wizard pada SOLIDWORKS. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda

Share

SOLIDWORKS 2019 Hole Wizard Update

kali ini kita akan membahas mengenai Hole wizard yg ada di Solidworks 2019. Sama seperti ketika SOLIDWORKS membuat dimensi sketsa pertama, kita secara otomatis skala seluruh bagian kita kembali pada tahun 2014, dengan rilis SOLIDWORKS 2019, mereka telah menambahkan fitur lain yang telah meminta pengguna yang membuat pemodelan desain kita lebih mudah bahkan jika itu seperti pembaruan kecil di pandangan pertama.

Jika kita berubah pikiran tentang pilihan hole pada SOLIDWORKS 2019 Hole Wizard Tool, kita tidak perlu lagi mengingat dan memasukkan kembali spesifikasi hole kita! Apakah itu merupakan perubahan desain di akhir proses desain kita, atau perubahan ketika pertama kali mendefinisikan part, itu akan menjadi lebih mudah dengan tidak perlu mendefinisikan ulang pengaturan Hole wizard kita setiap kali perubahan dilakukan.

Fitur ini dapat dikonfigurasi, jadi jika metode sebelumnya dari setiap jenis lubang yang memiliki pengaturan default lebih disukai, pengaturan dapat diubah dalam system option di bawah ‘hole wizard / tool box’ setting.
Mari kita melihat cara kerjanya

Untuk melihat perubahan pada Hole Wizard, kita akan menggunakan rak ini yang saat ini memiliki counter bored hole untuk menerima pan head machine screw untuk memasang bilah. Sebuah design review telah mengungkapkan bahwa konsumen jauh lebih suka counter sunk flat head screw pada bilah rak mereka, dan Anda telah ditugaskan untuk beralih konfigurasi untuk menggunakan counter sunk fastener.
hole wizard
Meskipun ini adalah penyederhanaan yang berlebihan, masih membutuhkan modifikasi definisi lubang, dan ketika diubah menjadi gaya counter sunk, pengaturan lubang saat ini sebelumnya akan hilang.
Dengan SOLIDWORKS 2019, pengaturan yang digunakan untuk counter bored hole akan dipertahankan ketika beralih ke counter sunk hole.
hole wizard 2
hole wizard 3
Fitur ini dapat dikonfigurasi, jadi jika metode sebelumnya dari setiap jenis lubang yang memiliki pengaturan default lebih disukai, setting dapat diubah dalam system option di bawah setting ‘hole wizard / tool box’.

Share

SOLIDWORKS Manage: Project Management

SOLIDWORKS Manage mampu menangani project Anda. Seorang project manager yang nantinya akan fokus dalam penanganan project, sangat membutuhkan fitur Project Management yang ada di SOLIDWORKS Manage. Mari kita lihat bagaimana SOLIDWORKS Manage memberikan solusi yang sangat tepat untuk project Anda.
solidworks manage
SOLIDWORKS Manage – Project Properties
Saat pertama kali membuka project di SWM, Anda akan disuguhkan dengan layar properties yang berisikan attribute dari project Anda. Pada layar ini Anda mampu mengenali dan memahami apa yang ada di dalam project dari list attribute yang bisa Anda customize sesuai dengan kebutuhan.

solidworks manage properties

SOLIDWORKS Manage – Project Planning

Hal yang terpenting dari sebuah project planning adalah stage, schedule, dan task. Planning pada SOLIDWORKS Manage memungkinkan kita untuk mengatur secara keseluruhan proses dari tiap stage/step, hingga task/job desk dari masing masing staff atau orang yang berperan di dalam project. SOLIDWORKS Manage menjawab kebutuhan Project Manager dalam penanganan planning dari sebuah project.

project planing

SOLIDWORKS Manage – Bill of Material

Termasuk di dalamnya adalah Bill of Material, sebuah solusi dari SWM yang memungkinkan kita membuat BOM se-fleksibel mungkin yang terintegrasi dengan file CAD Anda. Selain itu BOM dalam SWM mampu memungkinkan kita untuk membuat record atau item BOM dengan mengetik manual sehingga kita dapat leluasa menambahkan item-item yang tidak ada di dalam data CAD ke dalam BOM. Item yang bisa ditambahkan selain teks, juga bisa gambar, warna, dan item-item yang bisa Anda customize sesuai kebutuhan.

Beberapa fitur di atas hanya sebagian kecil dari fitur-fitur yang ada pada SWM – Project Management. Masih banyak fitur yang akan sangat membantu Anda mengolah project menjadi lebih mudah dan tersistem.

Konsultasi gratis bisa langsung hubungi kami
Jakarta : (021) 25681188
Cikarang : (021) 2961 9225
Surabaya : (031) 807 4179

Share

Make Independent pada Menu Asssembly

kali ini kita akan membahas tentang salah satu feature di SOLIDWORKS Assembly, yakni Make Independent. Apa itu “Make Indepent”? apa fungsinya dalam pembuatan assembly? dan bagaimana cara menggunakannya?

Make Independent adalah feature dari SOLIDWORKS pada Aseembly yang berfungsi untuk membuat satu part yang sebelumnya sudah menjadi komponen assembly, kemudian dijadikan part baru yang tidak terhubung dengan part sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihat caranya seperti dibawah ini ;

SOLIDWORKS Assembly

Pada gambar di atas, Part Round Cover Plate <3> merupakan part hasil copy dari Part Round Cover Plate <1> yang sudah dalam kompenen assembly, yang mana bila salah satu part kita lakukan pengeditan, maka kedua part tersebut akan berubah, biarpun untuk nama part hasil duplicat atau copy sudah kita rubah. Contohnya dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini;

SOLIDWORKS Assembly 2

Saat suppres dari part hasil duplicate dirubah maka part asli (komponen assembly) juga akan ikut berubah

Lantas bagaimana caranya, bila kita ingin membuat hasil duplicat salah satu part yang sudah menjadi komponen assembly, kemudian komponen hasil duplicat tersebut kita lakukan proses editing tanpa merubah komponen yang asli ? Jawabannya adalah Make Independent pada part hasil duplikat.

SOLIDWORKS Assembly 3

Seperti pada gambar di atas, cara mengaplikasikan Make Independent sangat mudah. Pertama, klik kanan pada komponen atau part hasil dari duplicate, kemudian pilih “Make Independent”. Secara otomatis link dari part sebelumya (komponen assembly) akan terputus atau tidak terhubung kembali, sehingga bila ada proses edit pada hasil duplicate part, tidak akan membuat part asli berubah.

SOLIDWORKS Assembly 4

Demikian pembahasan untuk feature Make Independent. Semoga info ini menambah pengetahuan kita tentang proses Assembly pada SOLIDWORKS

Share

MENGELOLA AKSES KE FILE DENGAN OPSI “READ-ONLY”

Taukah anda? dasar-dasar penggunaan opsi “Read Only” dalam mengakses sebuah file Solidworks
Kita semua pasti pernah mendapati suatu kondisi, dimana kita sudah membuat part yang susah yang memakan waktu sangat lama, kita ambil contoh kita membuat sebuah part dengan memakan waktu selama 8 Jam. Cukup Lama Bukan? Namun dalam beberapa waktu saja, kita mendapati kalau part yang sudah kita buat dengan kerja keras tersebut, berubah tidak seperti terakhir saat kita tinggalkan atau bahkan parahnya hilang.

Siapapun yang mengalami ini pasti akan merasakan perasaan jengkel, kesal, sedih, dan semacamnya yang membuat kita ingin menangis rasanya. Nah, penggunaan opsi Read-Only yang tepat dapat mengurangi sedikit masalah yang dapat terjadi. Kalau mau yang mengurangi banyak masalah ya gunakan Solidworks PDM.

Oke langsung saja kita masuk ke pembahasan. Bagi yang belum tahu, opsi Read-Only digunakan untuk mencegah file tidak diubah atau ditimpa. Bisa dilakukan pada saat membuka file Solidworks dengan menggunakan dropdown menu pada opsi Open, dan gunakan Open Read-Only.
read only 1
Penting untuk diketahui bahwa membuka file SolidWorks dengan metode ini tidak akan mencegah dalam pembuatan perubahan atau penimpaan file. Hanya akan memunculkan pesan dialog saat anda memilih untuk menyimpan file, dimana pesan tersebut memberi peringatan tentang dokumen file yang berstatus Read-Only.
read only 2
Mengklik OK pada pesan dialog ini akan memunculkan window penyimpanan file seperti biasa, dan memungkinkan untuk menyimpan file seperti biasanya. Ini masih berbahaya, terutama jika pengguna lain telah melakukan perubahan desain dan menyimpan file seperti biasa. Jika ragu saat membuka file kita bisa menggunakan perintah File – Reload. Untuk memeriksa apakah pengguna lain memiliki akses atas file tersebut dan perintah ini akan memberitahu jika ada versi file yang lebih baru. Ini akan menunjukkan bahwa file tersebut sudah diperbarui oleh seseorang sejak terakhir kali anda membukanya, dan menyimpan perubahan atau menimpa perubahan yang dilakukan oleh pengguna lainnya.
read only 3
Jika anda adalah seseorang yang pelupa, termasuk saya juga. Pertimbangkan untuk mengaktifkan pengaturan pada system agar secara otomatis memeriksa dokumen Read-Only yang sudah kadaluarsa/usang. Bisa dilakukan pengaturan pada System options – Collaboration, lalu aktifkan “Enable multi-user environment” lalu aktifkan juga “Add shortcut menu items for multi-user environment” dan “Check if files opened read-only have been modified by other users” dan pilih interval waktu pengecekan file yang sesuai. Jika system mendeteksi perubahan ke Read-Only dokumen, akan muncul window permberitahuan dan dialog window terbuka kembali untuk memperbarui file yang dipermasalahkan. Atau anda juga bisa menggunakan perintah “Check Read-Only File” untuk memeriksa secara manual.
read only 4
Penting juga untuk dipahami bahwa ketika membuka dokumen induk “Read-Only” seperti file Assembly atau Drawing, komponen anaknya tidak akan terbuka “Read-Only” secara default. Untuk secara otomatis membuka komponen anak dapat dilakukan setting pada Sytem Options – External Reference lalu aktifkan “Open referenced documents with read-only access”. Selain itu, juga pertimbangkan untuk mengaktifkan opsi “Don’t prompt to save read-only referenced documents (discard changes)” untuk menghindari penyimpanan file yang berlebihan.
read only 5
Disamping dari semua opsi “Read-Only” yang dijelaskan diatas, kita semua tahu bahwa pasti ada saja seorang yang akan mengabaikan peringatan dan tetap menimpa file “Read-Only”. Harus diingat kembali, bahwa mengaktifkan opsi-opsi “Read-Only” diatas tidak akan mencegah sepenuhnya penimpaan atau perubahan file yang dilakukan oleh pengguna lain. Untuk dapat memastikan kembali file tidak ditimpa, kita bisa mengaktifkan opsi “Read-Only” pada Windows explorer. Cukup klik kanan pada file, lalu pilih Properties dan aktifkan opsi “Read-Only”.
read only 6
Ketika pengguna mencoba untuk menimpa file yang sudah kita buat, mereka akan diperingati dengan munculnya dialog ini, mencegah mereka untuk mengubah file asli yang sudah kita buat.
read only 7
Jika semua cara-cara ini terlihat seperti banyak sekali yang harus dilakukan, ya kamipun setuju. Jenis manajemen file kolaboratif seperti ini dapat disederhanakan secara siginifikan dengan penggunaan SolidWorks PDM di perusahaan anda. Alur kerja dan praktik manajemen file dapat dikustomisasi dan di standarisasi sesuai dengan perusahaan anda, memastikan bahwa data-data desain dan teknik anda tetap aman dan terlindungi.
Sekian tutorial solidworks kali ini, semoga bermanfaat.

Share

Perbedaan Drawing Template & Sheet Format

Apakah Ada yang tahu perbedaan Drawing Template dengan Sheet Format? Mungkin yang anda tahu adalah sama – sama digunakan untuk membuat drawing 2D. Tetapi sebenarnya ada perbedaan antara 2 pilihan tersebut, dari segi fungsi ataupun juga hasilnya.

Pada tutorial solidworks kali ini, kita akan membahas terkait perbedaan antara Drawing Template & Sheet Format, ada beberapa hal yang pastinya akan sangat terbantu sekali dengan mengetahui perbedaan dari 2 pilihan tersebut.
Langsung saja kita bahas. Check it out!!!
Drawing Template
Secara singkat Drawing Template ini dapat menyimpan beberapa settingan atau data yang ditetapkan, dan dapat anda gunakan berulang – ulang. Dalam Drawing Template juga terdapat Sheet Format di dalamnya. Berikut adalah beberapa settingan yang dapat kita tetapkan dalam drawing template :

• Drawing Document Properties: Drafting Standards, Units, Font style and sizes, dll.
• Custom Properties
• Tree Display
• Predefined Views

Pengaturan ini dapat diakses melalui Standard Toolbar atau Tools-> Option dan diubah di sini saat dalam proses drawing :
drawing template
Untuk memperjelas, template adalah apa yang anda lihat ketika anda membuka dokumen baru di SOLIDWORKS :
drawing template 2

Setelah anda memodifikasi drawing template sesuai keinginan anda, simpan file tersebut pada File -> klik Save As -> Save as type : Drawing Templates (*.drwdot). Kemudian simpan pada folder yang ditentukan. Kemudian setting file location dari drawing template tersebut pada Option :
drawing template 3
Sheet Format
Sebaliknya untuk sheet format digunakan untuk menentukan ukuran kertas, dan yang terlebih penting yaitu untuk mengatur kepala gambar / etiket pada drawing. Berikut adalah hal-hal yang dapat disetting dalam Sheet Format :

• Title block / Kepala gambar beserta informasi utama didalamnya
• Drawing Border & Block Geometry
• Notes
• Logo perusahaan
• Anchor Points untuk Tables
Secara default, ketika Anda membuka file drawing baru atau yang sudah ada, Anda berada di default sheet. Klik kanan di mana saja di area drawing lalu pilih Edit Sheet Format untuk mengubah format sheet. Anda dapat mengubah baris title block, menambahkan / mengubah teks di latar belakang, atau menambahkan gambar seperti logo perusahaan. Jika Anda melihat di sudut kanan area grafis, Anda akan melihat ikon edit sheet format yang memberi tahu Anda bahwa Anda sedang mengedit format sheet.
drawing template 4
Selanjutnya adalah jika sudah melakukan pengeditan dalam sheet format yaitu proses penyimpanan, pilih File -> Save Sheet Format. Tidak jauh beda dengan drawing template, Sheet Format juga dapat disimpan dalam folder yang ditentukan. Berikut settingannya :

drawing template5

Maka setelah anda setting, anda dapat menggunakan format sheet yang sudah dibuat sesuai dengan keinginan anda. Hal tersebut anda temukan pada saat awal memulai drawing seperti pada gambar dibawah ini :

drawing template5
Demikian tutorial solidworks mengenai perbedaan antara drawing template dan sheet format. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dalam pengerjaan desain terlebih pada saat proses drawing.

Share

Membuat Classification baru pada SOLIDWORKS Electrical 2019

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tutorial solidworks singkat tentang salah satu solusi dari SOLIDWORKS Electrical dan yang akan kita bahas kali ini adalah tentang 3 Langkah membuat “Classification” baru, waduh apaan tuh maksudnya? Oke jadi maksudnya menambahkan “class” baru adalah pada SOLIDWORKS Electrical atau disingkatnya SWE kita mempunyai sebuah “library” yang berisi data – data dari komponen – komponen Electrical dan setiap komponen mempunyai “class” atau “classification” masing – masing, seperti contohnya untuk komponen MCB, MCCB itu terletak pada “Classification” yang bernama “Circuit-Breaker” untuk komponen seperti Pilot Lamp, Buzzer terletak pada “Classification” yang bernama “Signalling, Alarm” dan lain sebagainya, untuk contoh Classification lihat pada gambar berikut
Classification
Nah sekarang pada beberapa perusahaan mereka ingin membuat klasifikasi sendiri dengan berbagai alasan, misalnya mereka membuat produk yang ingin dimasukan ke database SWE tetapi secara “classification” tidak sesuai dengan yang ada pada daftar di Solidworks Electrical Sebagai contoh kasus kita ambil misalnya pada suatu perusahaan menggunakan komponen yaitu Antena, bila di tanya kepada saya Antena itu masuk ke “classification” apa maka saya akan jawab “connectors” akan tetapi mereka merasa kurang pas dan kemudian meminta untuk membuat “classification” baru dan seperti apakah cara untuk membuat “classification” baruuuu, just check this out ,

Langkah pertama : Pada menu “Library” klik “Classifications manager”

Classification 2
Langkah kedua : Setelah muncul “Classification manager” kemudian klik “New class” lalu isi data pada “Class properties” sesuai dengan yang anda inginkan lalu klik “OK”
Classification 3
Langkah ketiga : Selamat maka anda telah berhasil membuat “Classification” baru dan anda tinggal menempatkan komponen anda pada “Classification” tersebut
Classification 4
Jadi demikian tips and trick kali ini tentang 3 langkah membuat “classification” baru meskipun sebenarnya hanya 2 langkah ya, Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya, salam setrum 🙂

Share