Understanding PDM Workflows – Bagian Pertama

pdm workflow
SOLIDWORKS PDM adalah solusi yang tepat untuk Anda yang tengah mempertimbangkan solusi file management ataupun electronic approval management untuk perusahaan Anda.
SOLIDWORKS PDM Workflow merupakan alur kerja internal yang diimplementasikan di perusahaan Anda. Workflow dapat mengontrol siklus dari dokumen, project, atau proses dengan menentukan permission untuk setiap pengguna atau grup berdasarkan folder, state, step, hingga condition.
Sebagai contoh, workflow dapat menentukan bahwa tim Engineering memiliki akses penuh ke dokumen engineering pada tahap Design, sedangkan tim QA hanya memiliki akses read-only setelah dokumen memiliki status “Released”. Selain pada status “Released” tersebut, tim QA tidak dapat melihat dokumen sama sekali.
Workflow dapat digunakan untuk mengotomasikan tugas-tugas seperti:
• Memperbarui informasi data card saat dokumen memiliki status tertentu
• Memberitahu pengguna dan grup saat dokumen telah melewati sebuah step pada history
• Menetapkan nomor revisi ke dokumen yang disetujui
Dengan menggabungkan alur kerja dengan tools tambahan yang ada pada SOLIDWORKS PDM Dispatch atau lainnya, Anda dapat mengotomatiskan penerbitan dokumen dan data tiap dokumen. Misalnya, membuat file PDF atau mendistribusikan informasi ke server intranet ketika dokumen bergerak melewati bagian dari workflow.
Anda disarankan untuk menentukan seluruh alur kerja sebelum menambahkan file yang terkait ke vault/penyimpanan. Namun, Anda juga dapat merevisi alur kerja yang aktif dan akan terupdate secara otomatis untuk setiap client.
Saat Anda membuat vault baru, SOLIDWORKS PDM membuat workflow default untuk Anda bernama Default Workflow. Anda dapat memodifikasi workflow ini atau membuat yang baru untuk mencocokkan proses yang digunakan di perusahaan Anda.
Anda dapat menentukan workflow sesuai dengan kebutuhan perusahaan seperti gambar di atas, workflow yang cukup kompleks seperti contoh di bawah, ataupun membuat lebih dari satu workflow yang saling terintegrasi.
pdm workflow 2
Workflow Permission
Anda dapat menentukan hak akses setiap user ataupun setiap grup melalui workflow, ataupun User/Group Permission. Anda disarankan melakukan konfigurasi tersebut pada workflow jika Anda baru saja membuat workflow dengan bagan yang sederhana.
pdm workflow 3
Selain itu Anda dapat juga menggunakan metode if clause untuk menentukan sebuah dokumen apakah bisa melalui sebuah transisi atau tidak seperti contoh berikut:
pdm workflow 4
Masih banyak fitur-fitur pada Workflow yang bisa kita gunakan untuk menyempurnakan alur kerja di perusahaan yang akan kita bahas pada artikel-artikel selanjutnya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.