Desain Sepeda Brompton Dibuat Dengan SOLIDWORKS

Maraknya bersepeda dan gowes ria dengan rekan atau keluarga dimasa pandemic yang terjadi saat ini memunculkan trend tersendiri, salah satunya adalah trend sepeda lipat, harga nya ada yang terbilang fantastis seperti sepeda lipat yang dibuat oleh Brompton yang menjadi banyak pembicaraan dikalangan goweser karena harganya yang bisa dibilang cukup fantastis.

Brompton Bicycle adalah sebuah produsen sepeda lipat / folding bike yang berkantor pusat di Greenford, London yang didirikan pada tahun 3 Juni 1976 oleh andrew ritchie, Produk utama Brompton adalah sepeda lipat dan aksesorisnya. Semua model sepeda lipat yang dibuat Brompton memiliki bingkai sepeda berengsel yang sama. Variasi antar model diciptakan melalui penambahan, pengurangan, maupun penggantian suku cadang sepeda dengan titanium.

Kenapa kita membahas Brompton, jika diindonesia ada customer kami yaitu sepeda anak FAMILY dan POLYGON yang juga salah satu produsen sepeda terbesar, ternyata Brompton juga menggunakan software 3d Cad SOLIDWORKS untuk mendesain sepada lipatnya.

Menurut salah satu design manager Brompton Steve Rickels, Ketika pertama kali dimulai sebuah desain semua dilakukan pada kertas kalkir, dan kemudian tugas utamanya adalah mengubah semua gambar menjadi desain 3D CAD. pihak brompton sebelumnya melakukan banyak perubahan ini dengan AutoCAD dan Mechanical Desktop karena itu adalah apa yang Steve Rickels tahu dan telah digunakan pada masa lalu,

image source https://www.solidsolutions.co.uk/uploaded/documents/News/DEVELOP3D—Brompton.pdf

Tetapi semakin hari semakin banyak lagi Brompton membutuhkan desainer di dalamnya, yang berarti lebih banyak lisensi untuk perangkat lunak, dan fakta bahwa Autodesk tidak lagi mendukung Mechanical Desktop, Rickels harus menemukan perangkat lunak CAD yang baru. “Kami harus meninggalkan Mechanical Desktop karena itu adalah program yang usang,” jelasnya. “Kami pada dasarnya telah menetapkan pilihan untuk SOLIDWORKS atau Inventor.

Dan Pada akhirnya, setelah banyak berfikir dan berdebat, Steve Rickels memutuskan bahwa yang terbaik untuk dilakukan adalah dengan menggunakan SOLIDWORKS karena kami merasa bahwa lebih banyak supplier kami yang menggunakannya. ”

SOLIDWORKS sekarang digunakan di Brompton untuk mendesain komponen baru, menggambar ulang sepeda dan mengonversi semua file Desktop Mekanis lama ke SOLIDWORKS, dan juga merancang tooling dan peralatan spesialis untuk pabrik.

image source https://www.solidsolutions.co.uk/uploaded/documents/News/DEVELOP3D—Brompton.pdf

Dari menggunakan pena dan kertas, Brompton Cycles telah melalui proses slangkah lebih maju dengan mentransfer semua pekerjaan mereka dari 2D ke 3D dengan membeli SOLIDWORKS setahun setengah yang lalu dengan dukungan dari Solid Solutions. Sejak itu, semua desain 2D asli telah diperbarui, dengan menggunakan SOLIDWORKS untuk merancang komponen baru serta mengembangkan perkakas spesialis untuk pabrik.

‘Siapa saja dapat membeli sepeda Brompton, mengukurnya, dan mencoba membuat salinannya. Tetapi tanpa alat untuk mematri dan yang lainnya, mereka akan merasa sulit untuk membuat sepeda yang akurat hanya dengan melakukannya dengan tangan ’ Rickels, manajer desain, Brompton.

Jadi desain unik dan harga fantastis untuk sepeda BROMPTON dihasilkan oleh SOLIDWORKS begitupun dengan produsen Sepeda POLYGON dan sepeda anak FAMILY yang sudah menjadi customer kami. jadi kenapa anda sekarang tidak beralih menggunakan SOLIDWORKS untuk menghasilkan desain-desain terbaik anda.

Share

Giaffone Racing dan solusi khusus dari SOLIDWORKS

Dengan persaingan baru yang ada setiap waktu, Giaffone Racing harus mencari teknologi yang lebih canggih untuk mengguncang pasar mereka untuk menghindari stagnasi agar selalu tetap terdepan dalam persaingan di lini bisnis mereka.

Stock Car 2019 – 7ª etapa – Interlagos – CORRIDA DO MILHÃO

Dengan pemikiran itu, para engineer Giaffone akhirnya memutuskan beralih untuk menggunakan SOLIDWORKS. Giaffone Racing pertama kali mengimplementasikan desain SOLIDWORKS Professional, desain dan analisis SOLIDWORKS Premium, dan manajemen data dari SOLIDWORKS PDM Professional pada tahun 2006.

Bersama-sama Giaffone Racing dan SOLIDWORKS telah mencapai prestasi yang sangat luar biasa, seperti pengurangan 70 persen dalam waktu pengembangan. dengan Studi topologi SOLIDWORKS bukan hanya dapat menghemat waktu, tetapi para engineer juga dapat dengan cepat dan mudah memahami kendala desain.

image source : https://blogs.solidworks.com/

Alasan Giaffone menggunakan solusi khusus dari SOLIDWORKS adalah solusi topologi yang dikombinasikan dengan proses desain 3d dan analisa yang ada pada SOLIDWORKS yang memungkinkan para produsen mobil balap menjadi lebih cepat dan gesit.

image source : https://blogs.solidworks.com/

Dengan Mengembangkan part part yang lebih ringan karena ini memiliki andil besar serta kemampuan untuk menghilangkan pembatasan ukuran dalam pengiriman. Dari sana, Koordinator Teknikal Denis Ramon Peixoto mengatakan, “Kami memiliki visi untuk terus berada di ujung tombak teknologi untuk mendorong kesuksesan kami.” Dia kemudian memuji perangkat lunak optimasi topologi untuk membantu Giaffone menciptakan “lini produk off-road,” dan untuk tetap “berpikir ke depan.”

Alat optimisasi topologi dalam perangkat lunak SOLIDWORKS Simulation Professional membantu perusahaan Giaffone untuk membuat desain part menjadi lebih ringan, lebih kuat, dan lebih kaku, dan mengurangi bahkan menghindari dari desain percobaan dan kesalahan, Dengan optimasi topologi SOLIDWORKS, kami dapat mencapai desain akhir dalam sekali percobaan.

baca juga analisa topology study solidworks

Share

Xpress Products – SimulationXpress

Tips and Tricks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan Xpress Product yang bernama SimulationXpress. Fitur ini berfungsi untuk melakukan analisis kekuatan dari produk yang dirancang apakah mampu menahan beban statis atau tidak. SimulationXpress memiliki beberapa tipe pembebanan diantaranya Force (N),Tekanan (Pa) dan untuk tumpuan memilki satu jenis yaitu Fixed Geometry. Pada kesempatan ini kita akan melakukan analisis sebuah batang dengan beban tekan sebesar 110000 N (11 Ton) dan dibagian lain dijepit dengan tumpuan Fixed. SolidWorks SimulationXpress hanya bisa digunakan pada single body. Untuk menjalankan “Static Analysis Single Part” ikuti langkah dibawah ini:

1. Buatlah sebuah part dengan dimensi seperti diatas

2. Aktifkan Xpress Product – SimulationXpress Klik Menu Tools → Pilih Xpress Products → Pilih SimulationXpress → Pilih Next untuk memulai a a Static Analysis Single

3. Menambahkan Tumpuan (Fixtures) Klik Add Fixtures → Pilih Face yang akan dijadikan tumpuan → Klik OK

4. Menambahkan Beban Klik Next → Pilih Add Force → Pilih Face, Referensi Top Plane, 110000 N (Reverse) → Klik OK

5. Menambahkan Material Klik Next untuk melanjutkan → Pilih Choose Material → Pilih Plain Carbon Steel → Pilih Apply → Klik Close

6. Menjalankan Running Klik Next untuk melanjutkan → Klik Run Simulation

7. Postprocessing Tegangan Klik Stop Animation untuk menghentikan animasi → Klik kanan pada Stress (-vonMises-) dan pilih Show untuk menampilkan teggangan Dari hasil simulasi part yang disimulasikan memiliki nilai tegangan maksimum 1,015e+04 MPa melebihi nilai Yield Strength sebesar 2,206e+02 Mpa yang dapat dikatakan tidak aman (not safe)

8. Postprocessing Deformasi Klik Kanan pada Displacement (-Res disp-) dan pilih Show a b, Dapat dilihat nilai deformasi maksimum sebesar 3,38e+02 mm (338 mm) pada ujung tip part

 

Share

Cara manual Backup Solidworks PDM Database

Saat memecahkan masalah SOLIDWORKS PDM, atau saat melakukan Software Upgrade, anda mungkin perlu membackup secara manual Database SOLIDWORKS PDM di luar Schdule maintenance yang biasanya dijadwalkan.

Cara backup ini dapat dijalankan sebagai task di Microsoft SQL Server Management Studio.
Langkah 1: Pada SQL Server Management Studio, klik kanan pada database PDM yang ingin di backup, kemudian klik pada flyout Tasks dan pilih “Backup

Langkah 2: Di kotak dialog Backup, di General Page, pastikan bahwa tipe Backup diatur ke Full dan Backup Component diatur ke Database. Di Destination area, periksa kembali bahwa opsi Backup diatur ke Disk. Anda mungkin perlu memilih existing destination yang ada dan kli Remove“, lalu klik “add“.

Backup the SOLIDWORKS PDM Database

Langkah 3: Dalam dialog Select Backup Destination, klik “…” dan pilih folder tempat file backup yang sudah dibuat. Masukkan nama termasuk ekstensi “bak”. Klik Ok pada dialog Select Backup Destination  untuk kembali ke Layar General pada backup dialog.

Select Backup Destination

Langkah 4: Pada Media Options di jendela dialog Backup, atur Overwrite media option ke Overwrite all existing backup sets, lalu centang opsi di bawah Reliability ke Verify backup when finished.

Overwrite media option

Compress backup

Langkah 5 (Opsional): Ukuran file backup tergantung pada ukuran vault. File ini bisa sangat besar, mungkin beberapa gigabytes. Namun ketika dikompresi ukuran file akan berkurang secara dramatis. Jika ukuran file akan sangat besar, pada halaman Opsi backup dari jendela dialog backup, Anda mungkin ingin mengatur tindakan Kompresi ke compress backup. Atau, file .bak dapat dikompres menggunakan kompresi Windows atau program pihak ketiga.

Share

Import File DWG pada SOLIDWORKS Elctrical

Kali ini kita akan membahas tentang caranya melakukan Import DWG file pada SOLIDWORKS Electrical. Pada Ribbon menu SOLIDWORKS Electrical, terdapat menu Import/Export. Pada bagian tersebut terdapat feature Import DWG files untuk bagian Import. Pada feature Import DWG files ini, kita dapat mengubah atau mengimport file dari project SOLIDWORKS Electrical kedalam file DWG. Berikut untuk cara mengimport file project SOLIDWORKS Electrical ke dalam file DWG.

Pertama, pilih feature Import DWF files pada Ribbon menu Import/Export.

Kedua, pilih folder asal dari file DWG pada bagian “Folder of files to import”, kemudian pilih book sesuai dengan posisi book yang ingin ditambahkan file DWG pada project SWE, pada kolom “Destinantion book”. Detelah selesai, pilih “Next”.

Ketiga, bila dalam satu folder terdapat beberapa file, anda dapat memilih file yang akan diimport dan sisanya bisa anda delete.

Apabila file yang akan diimport ke dalam project electrical sudah pilih, anda dapat mengklik next untuk tahap selanjutnya.

Keempat, apabila ada symbol, block, ataupun title block dari file DWG yang akan dihapus, anda dapat mencheck list. Anda juga dapat mereplace atau mengganti object dengan object dari file DWG lain. Namun, apabila tidak ada yang direplace maupun didelete, maka anda dapat langsung mengklik “Next” untuk ke tahap selanjutnya

Kelima, kita dapat menentukan posisi dari hasil import DWG file. Dan pada bagian ini kita juga bisa menambahakan jarak dari bagian tengah dengan menggunakan offset

Keenam, apabila dalam file DWG configuration, anda dapat memilih Save import configuration. Namun kalau tidak ada, anda dapat memilih Do not save. Configuration di sini maksudnya adalah configuration untuk description dari files

Setelah semua proses atau tahapan import dilakukan, maka anda dapat melihat file DWG yang anda import ke dalam project pada Side Panel kiri SOLIDWORKS Electrical. Biasanya untuk penomoran dari dari lembar project akan langsung mengikuti urutan sebelumnya.

Hasil Import DWG file langsung masuk ke project yang sedang dibuka

Demikian pembahasan untuk feature Termination type atau skun. Semoga info ini menambah pengetahuan kita tentang SOLIDWORKS Electrical

Share

Mengkonvert Modo Appearance dari PhotoView 360 ke solidworks Visualize

Salam hangat untuk para user solidworks Indonesia, Pada kesempatan ini saya mau membahas mengenai cara mengkonvert Modo Appearance dari  PhotoView 360 ke solidworks Visualize.
Convert mode appearance ini di maksudkan agar  bisa di gunakan di solidwoks visualize karena di solidwoks visualize hanya bisa mengunakan format  ‘.svap’.

Berikut cara convertnya:
1. Buka SOLIDWORKS, Pilih bagian Modo appearance yang diinginkan.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 1 - SOLIDWORKS - Appearances Tab
Gambar 1 – SOLIDWORKS – Appearances Tab

2. Gunakan atau aktifkan SOLIDWORKS Visualize pada Add-in, dan pilih Export Simple pada tab fitur SOLIDWORKS Visualize.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 2 - SOLIDWORKS - Visualize Add-In Export Simple
Gambar 2 – SOLIDWORKS – Visualize Add-In Export Simple

3. Lalu buka Solidworks Visualized,dan pilih dan klik appearance pada tab Appearances  (beri nama pada appearance).
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 3 - VISUALIZE - Appearance Tab
Figure 3 – VISUALIZE – Appearance Tab

4. pilih appearance , dan klik  Export
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 4 - VISUALIZE - Export Appearance
Gambar 4 – VISUALIZE – Export Appearance

5. beri nama dan klik Save. File akan ter simpan dengan format SOLIDWORKS Appearance File (.svap). kita dapat membuat folder pada library dan menyimpan file appearance pada folder tersebut.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 5 - VISUALIZE - Save As .svap
Gambar  5 – VISUALIZE – Save As .svap

6. Dan sekarang Modo appearance pada local library files.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 6 - VISUALIZE - Local Appearances Library
Gambar 6 – VISUALIZE – Local Appearances Library

 

Share

Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM

Pada SOLIDWORKS CAM sudah dilengkapi dengan Automatic Feature Recognition atau bisa disingkat AFR, feature inilah yang pada kebanyakan software CAM tidak memilikinya. Apakah itu AFR pasti sobat sekalian penasaran dengan feature ini kenapa digadang-gadang dapat mempersingkat waktu pembuatan program CAM. AFR adalah feature yang mampu menganalisa bentuk geometri dari part (pengganti dari chain), dan kemudian akan diteruskan menentukan operation dan toolpath yang sesuai dari bentuk / geometri tersebut. Sehingga AFR dapat menghemat waktu yang cukup besar pada saat user membuat program CAM.
Bagaimana cara penggunaan AFR ?

1. Kita setting terlebih dahulu parameterDefine Machine, Stock Manager, Coordinate System, Setup.

a.) Define Machine,  dari define machine kita tentukan mesin yang akan kita gunakan (Machine), daftar Tool yang akan kita gunakan untuk membuat program tersebut (Tool Crib), beserta Post Prosessor yang dimiliki mesin kita.

b.) Stock Manager , kita masukkan dimensi raw material beserta jenis materialnya apa.

c.) Coordinat System : kita tentukan koordinat settingan zero X,Y dan Z programnya ada dimana

d.) Mill Setup : setelah kita tentukan coordinat system, kita masuk pada setup benda kerja tersebut akan di proses dari sisi mana, setup disini juga bisa disebut sebagai Operation Prosess ke-x (OP ke-x) karena setiap benda kerja tentunya akan berbeda-beda jumlah OP’nya bisa satu,dua atau lebih dari itu.

2. Pada penggunaan fiturnya AFR, kita bisa klik pada Extract Machinable Features.

AFR atau setelah kita klik Extract Machinable Feature secara otomatis akan mendeteksi dari bentukan-bentukan feature CAD atau biasanya user mengenal sebagai bidang yang diproses (Chain),bentukannya antara lain bisa liahat gambar dibawah ini :

Setelah dipilih Extract Machinable Feature di maka Feature akan otomatis memilih sendiri,

3. Setelah itu baru bisa kita Generate Operation Plan

4. Terakhir kita Generate Toolpath untuk merubah operation menjadi toolpath.

5. Terakhir bisa kita simulasikan program yang sudah kita buat menggunakan AFR tadi.

Kita juga bisa memilih bagian mana saja yang prosesnya akan muncul di AFR, jadi tidak semua proses kita buat secara otomatis. Berikut cara setting AFR’nya :

Selain bisa kita pilih featur apa saja yang dapat di otomatiskan kita juga dapat mengedit parameter-parameter operation, dan toolpath. Jadi kita juga bisa control sesuai dengan style parameter yang biasa di perusahaan kita pakai.

Dengan menggunakan AFR kita bisa mengefisienkan pembuatan program kita, dan bisa meningkatkan produktivitas kita. AFR dapat digunakan untuk pembuatan program Lathe dan Milling 2.5 axis, selebihnya dari axis tersebut kita harus membuat program secara manual atau biasa disebut sebagai Interactive Feature Recognition (IFR).

Demikian pembahasan kita mengenai feature Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM ,masih banyak fitur-fitur lainnya pada SOLIDWORKS CAM. Demikian ulasan fitur SOLIDWORKS CAM. Dan apabila ada petanyaan mengenai SOLIDWORKS CAM bisa langsung melalui alamat email Arisma Data Setia info.solidworks@arismadata.com atau bisa langsung menghubungi nomor telpon Arisma Data Setia di (62)21 – 2961 9225.

Share