Hai Smart Engineer,
Saat ini, penggunaan mesin-mesin otomatis dalam industri manufaktur sudah menjadi hal yang umum. Selain itu, industri pertambangan dan industri migas juga mengandalkan penggunaan mesin dalam skala besar untuk meningkatkan efisiensi operasional. Mesin-mesin tersebut membantu mempercepat proses produksi, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta meningkatkan konsistensi dan kualitas hasil produksi.
Penggunaan mesin-mesin otomatis dalam berbagai industri tersebut bertujuan untuk mendapatkan proses produksi yang lebih cepat dan kualitas yang selalu terjaga. Selain itu, aspek keamanan juga menjadi pertimbangan utama, karena penggunaan mesin otomatis dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja yang sering terjadi pada industri dengan lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keselamatan pekerja.
Namun, dengan penggunaan mesin-mesin canggih tersebut, perawatan berkala atau maintenance secara rutin menjadi hal yang sangat penting. Perawatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mesin selalu dalam kondisi prima, sehingga dapat beroperasi dengan lancar agar terhindar dari gangguan produksi. Jika mesin mengalami kerusakan yang tidak terdeteksi, bisa terjadi downtime yang mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan.
Untuk membantu proses maintenance mesin, diperlukan software dengan kemampuan analisa CAE (Computer-Aided Engineering) yang mumpuni, seperti SOLIDWORKS Simulation. SOLIDWORKS Simulation dapat digunakan oleh tim maintenance untuk melakukan analisa kekuatan pada spare part mesin, terutama pada komponen-komponen yang rawan mengalami kerusakan akibat beban berat. Dengan analisa yang akurat, tim maintenance dapat mendeteksi titik-titik lemah pada spare part sebelum dibuat prototipe dan dipasang pada mesin.
Selain melakukan analisa beban, SOLIDWORKS Simulation juga dapat digunakan untuk melakukan analisa kelelahan material atau Fatigue Analysis. Dalam proses analisa tersebut, engineer atau tim maintenance dapat memprediksi umur pakai spare part melalui output analisa Fatigue Life Plot. Dengan mengetahui estimasi umur pakai suatu komponen, tim dapat merencanakan penggantian spare part sebelum terjadi kegagalan yang dapat menghambat produksi.
Selain analisa Fatigue Damage Plot, SOLIDWORKS Simulation juga dapat digunakan oleh tim maintenance untuk melihat potensi kerusakan spare part pada bagian tertentu. Dengan hasil analisa tersebut, enginer atau tim maintenance dapat menentukan apakah desain spare part sudah cukup kuat untuk menahan beban dalam jangka waktu tertentu. Dengan pemanfaatan SOLIDWORKS Simulation, terutama untuk analisa stress analysis dan fatigue analysis, tim maintenance dapat lebih mudah menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengganti spare part sebelum terjadi kerusakan fatal. Jika penggantian spare part tidak dilakukan tepat waktu, mesin bisa berhenti beroperasi, yang dapat menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah akibat terganggunya target produksi dan pengiriman produk ke pelanggan.

Kami, PT Arisma Data Setia selaku reseller pertama SOLIDWORKS di Indonesia, menyediakan SOLIDWORKS 2025 yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Mulai dari SOLIDWORKS Desktop, Cloud dan berbagai tipe lisensi yang fleksibel untuk membantu berjalannya project di perusahaan Anda. Selain itu kami juga menyediakan Training SOLIDWORKS yang bisa membantu Anda untuk upgrade skill dan mendapatkan sertifikasi SOLIDWORKS secara Internasional.
Untuk harga terbaik SOLIDWORKS 2025 dan Role 3DExperience yang sesuai dengan kebutuhan Anda, silakan hubungi tim kami di email ke info.solidworks@arismadata.com atau chat WA ke 0813 5000 4156 https://wa.me/message/BGM2OOKP3Z3KG1
No responses yet