Cara singkat Assembly dengan menggunakan Magnetic Mate

Taukah anda ?? Magnetic Mate yang digunakan pada Assembly SOLIDWORKS dapat memudahkan anda dalam mengkonfigurasi dan memposisikan komponen perakitan. Melalui penentuan titik koneksi dan ground plane (s) – memposisikan komponen melalui drag dan drop satu komponen dalam jarak dekat yang lain untuk mengunci set ke posisi.

Alur kerja untuk menggunakan Magnetic Mate:

1. Gunakan Asset Publisher untuk menentukan titik koneksi ( Lihat di Blog Sebelumnya )
2. Tentukan Ground Plane di dalam Assembly
3. Masukkan komponen menggunakan pasangan magnetik untuk masuk ke posisi yang diinginkan.
Short cut Keyboard:

Magnetic Mate 1

Pintasan keyboard berguna saat bekerja dengan pasangan magnetik untuk berputar melalui berbagai titik koneksi. Gunakan braket kiri: ‘[‘ untuk menggilir titik koneksi yang terkait dengan komponen bergerak atau braket kanan ‘] untuk menggilir titik koneksi komponen statis. Pintasan keyboard ini dapat disesuaikan melalui opsi sistem.

Tips untuk dipertimbangkan saat bekerja dengan pengaturan rumit:

1. Sesuaikan kedekatan pasangan magnetik melalui opsi sistem (dalam kinerja). Memperkecil kedekatan akan berarti bahwa komponen harus diseret dalam jarak yang lebih dekat dari komponen lain agar pasangan magnetik dapat masuk ke posisinya.
2. Matikan magnetic mate pre-alignment , opsi ini mengontrol perilaku magnetic mate.
3. Kunci magnetic mate – ini akan mencegah satu komponen untuk memutuskan sambungan dari yang lain, mereka akan tetap dan diposisikan bersama.
4. Magnetic mate dapat digunakan dengan konfigurasi SpeedPak.

Tips Tips untuk bekerja dengan pengaturan kompleks ini akan membantu dengan kinerja SOLIDWORKS secara keseluruhan dan membantu dengan mudah menggunakan Magnetic mate untuk snack complex geometry bersama.

Baru di SOLIDWORKS 2019:
Dalam SOLIDWORKS 2019 Anda sekarang dapat menggunakan magnetic mate dalam mode lage design review. Melalui mode large design revew, Anda dapat melihat folder Ground Plane dan Reference Reference. Selain itu, Anda dapat membuat, mengedit, dan menghapus fitur-fitur Ground Plane tetapi tidak dapat mengedit referensi yang dipublikasikan.

Share

Apa itu perintah Instances to Skip?

Haii User SolidWorks Indonesia….Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas apa itu perintah Instances to Skip. Apakah Mas Bro n Mbak Sist sudah ada yang tahu dengan perintah tersebut?? Mau tahu??Yuukk kita belajar bersama-sama…

Perintah Instances to Skip terdapat pada fitur Pattern, contoh gambar dibawah adalah perintah Instances to Skip yang terdapat pada Linear Pattern.

Fungsi dari perintah Instances to Skip yaitu dapat menghilangkan hasil contoh pattern yang tidak dibutuhkan. Cara menggunakannya adalah klik titik pada hasil contoh pattern, jika ingin mengembalikannya seperti semula bisa anda klik kembali titik tersebut.Contoh gambar bisa anda lihat dibawah ini.

Contoh video dari penggunaan perintah Instances to Skip juga bisa anda download pada link dibawah ini.


https://www.dropbox.com/s/nqrbh7vtwzoj975/Instances%20to%20Skip.mp4

Jadi bila ada model design menggunakan pattern dan hasil pattern pada model tersebut ada beberapa bagian yang tidak dibutuhkan, maka anda dapat menggunakan perintah Instances to Skip.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi User SolidWorks Indonesia semua.Apabila ada hal yang ingin ditanyakan silakan hubungi kami melalui email ke solidworks-support@arismadata.com

Regards,
Tim Technical Support SolidWorks  PT. Arisma Data Setia
Reseller Resmi SolidWorks Sejak 1996

Share

Direct Editing File Impor pada SolidWorks

Salam hangat untuk User SolidWorks Indonesia, kali ini kita akan membahas mengenai file yang tidak bisa dibuka,bahkan disaat para Engineer/ Desainer dikejar-kejar deadline dari bos atau kustomer. Sudah mirip belum Bro/Sis dengan gambar di samping. Hehehe…

Problem yang sering dialami ketika kita ingin membuka atau mengedit file import seperti Parasolid, STEP, IGES, dst.Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, dari file tersebut belum mampu untuk mengedit parameter 3D model apabila terjadi revisi.

Dari problem tersebut SolidWorks memiliki tools yang bisa berguna buat sampeyan, ada yang tahu ? Yoaa.. Bro.. Namanya adalah FeatureWorks dimana sudah “includedmulai versi SolidWorks Profesional. Terus kalau SolidWorks Standard gimana ? Eiitss, jangan khawatir SolidWorks sudah punya solusinya yaitu tools Move Faceyang terdapat dalam Direct Editing.Secara fungsi kedua tools tersebut bisa dikatakan sama, yaitu untuk editing file impor.

Nah berikut ini contoh kasus penggunaan “FeatureWorks” :

Terlampir pula video penggunaan FeatureWorks dan Move Face, monggo…. download disini

Jadi manfaatnya adalah ANDA akan dipermudah dalam komunikasi file dengan software berbeda, sehingga nantinya akan mengefisiensikan waktu desain ANDA menjadi lebih OPTIMAL dengan internal tim, vendor, supplier, ataupun kustomer.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, apabila ada hal yang ingin ditanyakan silakan hubungi kami melalui email ke grevel@arismadata.com.

 

Warm regards,

Tim Technical Support SolidWorks  PT. Arisma Data Setia

Share

Cara Membuat Symbols Baru pada SolidWorks

Dalam pembuatan detail drawing, terkadang kita memerlukan suatu symbols, entah itu pada dimention, annotation, ataupun pada kolom Bill Of Material. Dalam pembuatannya Symbols menggunakan text ID, misalkan <MOD-DEG> untuk pembuatan symbol degree (derajat), ataupun kita bisa menggunakan icon seperti di bawah ini :

Dalam proses instalasi SolidWorks, library symbols tersimpan dengan file name gtol.sym, dengan lokasi penyimpanannya yaitu pada folder berikut ini:

C:\Program Files\SolidWorks Corp\SolidWorks (2)\lang\english
Kita bisa membuat symbols baru, yaitu dengan bentuk geometris sederhana berupa garis, lingkaran, polyline dan atau alfanumerik. Dengan bantuan koordinat seperti di bawah ini :

Symbols yang ada pada grid ruang imajiner dimana 0,0 adalah pojok kiri bawah dan 1,0 adalah sudut kanan atas. Symbols tidak terbatas pada ruang jaringan ini.
Angka yang lebih besar dari 1,0 diperbolehkan, seperti angka negatif .
1.0 merupakan ketinggian font seperti yang digunakan dalam SolidWorks.
Kita akan mencoba membuat symbols baru yaitu dengan bentukan seperti ini :

Caranya adalah seperti ini :

  1. Buka file gtol.sym (dengan notepad) , dan silahkan dibuat back up dari file tersebut.
  2. Pada bagian bawah file notepad tersebut, copy data berikut ini :
    #NEW, New Symbols
    *SqTube,Square Tube
    A,LINE 0.1,0.1,0.1,0.9
    A,LINE 0.1,0.1,0.9,0.1
    A,LINE 0.1,0.9,0.9,0.9
    A,LINE 0.9,0.1,0.9,0.9
    A,LINE 0,0,1.1,1.1
  3. Save file gtol.sym dan open SolidWorks, dan coba menggunakan symbols tersebut.Demikian, tutorial solidworkskali ini, semoga bermanfaan dan  Selamat Mencoba.
    Untuk info terbaru, Newsletter, weekly tips&tricks lainnya bisa request disini > http://solidworks.arismadata.com/reg-weeklytips.php

-Saiful-

Share

Arisma Data Solidworks Tips/Trick Indonesia : “Editing Part Cepat Saat Assembly Pada Solidworks”

 

logo

Ada saatnya ketika kita melakukan simulasi assembly dari beberapa part, kita temui ketidaksesuaian dimensi pada salah satu atau lebih part. Cara biasa yang digunakan adalah dengan mengukur perubahan ukuran part, baru kemudian membuka part dan mengeditnya. Sebenarnya ada cara cepat untuk mengedit part langsung di file assembly tersebut. Berikut detailnya.

Contoh Part Sederhana

Untuk simulasi assembly, dibutuhkan minimal dua part. Part pertama, part berbentuk silinder pejal. Dimensi awalnya, diameter 120 mm dan tinggi silinder 100 mm.

gambar 01

Part kedua, part pelat dengan lubang di tengah. Dimensi awalnya, panjang 200 mm, lebar 200 mm, tebal 20 mm, dan diameter lubang 140 mm.

gambar 02

Sebagai part dasar awal dalam assembly, insert pelat berlubang.

gambar 03

Lalu insert silinder, untuk membuat assembly sederhana.

gambar 04

Terlihat lubang dalam pada pelat lebih besar daripada silinder.

Mengedit Part Pada Assembly

Tanpa membuka part sebelum mengeditnya, kita sebenarnya bisa mengedit part langsung dalam keadaan ter-assembly dengan part lain di window file assembly. Sebagai contoh, kita akan mengubah dimensi silinder. Caranya, arahkan pointer pada salah satu permukaan part silinder. Maka akan tampak garis ukur yang menunjukkan nilai dimensi silinder terukur. Seperti ilustrasi berikut.

gambar 05

Semisal, kita edit ukuran diameter silinder dari 120 mm menjadi 140 mm. Arahkan pointer ke tulisan Ø120, dan klik kiri dua kali. Akan keluar opsi mengganti ukuran.

gambar 06

Lalu, kita edit dimensi tinggi silinder

gambar 07

Ubah tampilan assembly menjadi isometri agar tampak perubahan dimensi silinder. Lalu pilih menu “rebuild”, pada menu toolbar atas, atau tekan Ctrl-B.

gambar 08

Dengan tampilan isometri, akan tampak perubahan ukuran yang mencolok dari silinder tersebut.

gambar 09

Lakukan hal yang sama dengan part pelat berlubang. Kita ubah salah satu ukuran sisi memanjang pelat. Ubah ukurannya dari 200 mm menjadi 400 mm.

gambar 10

Lalu ubah juga ukuran tebal pelat dari 20 mm menjadi 50 mm.

gambar 11

Ubah tampilan gambar 3D menjadi isometri agar terlihat perubahan dimensi pelat. Pilih menu “Rebuild” atau tekan Ctrl-B.

gambar 12

Menyimpan Part dan Assembly Perubahan

Setelah tidak ada lagi part yang akan diedit ukuran dimensinya, kita dapat langsung menyimpan hasil perubahan dengan memilih menu “Save” atau menekan Ctrl-S. Dengan menyimpan file perubahan assembly, maka secara otomatis kita akan ditawarkan menyimpan atau tidak, part perubahan yang dimensinya sudah kita ubah tadi. Akan tampil window berikut sebelum file assembly tersimpan.

gambar 13

Pilihannya hanya “Save All”, “Cancel” dan “Help”. Jika kita tidak menginginkan semua file tersimpan, centang pilihan file yang akan disimpan, lalu pilih save. Tampilan di atas untuk SolidWorks 2012. Untuk membuktikan apakah semua file part sudah berubah kita dapat membuka tiap file part satu per satu. Kita akan temui semua part sudah berubah dimensi.

gambar 14

Demikian Solidworks Tips & Trick kali ini, semoga bermanfaat.

Warm Regards,

Tim Technical Support SolidWorks  PT. Arisma Data Setia

Share