Bagi para hobiis, desainer produk, hingga startup hardware, teknologi 3D Printing telah mengubah cara ide diwujudkan menjadi produk nyata. Dalam hitungan jam, sebuah konsep digital dapat berubah menjadi prototipe fisik yang siap diuji.
Namun, tidak sedikit pengguna yang mengalami kegagalan saat proses pencetakan. Hasil cetak bisa patah, ukuran tidak sesuai, atau membutuhkan terlalu banyak support sehingga menghabiskan material dan waktu.
Pada banyak kasus, penyebabnya bukan terletak pada mesin 3D printer, melainkan pada desain model 3D yang belum dioptimalkan untuk proses additive manufacturing.
Inilah mengapa konsep Design for Additive Manufacturing (DfAM) menjadi sangat penting. Dengan SOLIDWORKS, Anda dapat merancang komponen yang lebih kuat, mudah dicetak, serta lebih efisien dalam penggunaan material.

3 Prinsip Penting Mendesain untuk 3D Printing di SOLIDWORKS
1. Tentukan Orientasi Cetak yang Tepat
Pada proses 3D Printing, objek dibangun secara bertahap menggunakan lapisan demi lapisan (layer by layer). Karakteristik ini membuat kekuatan komponen tidak sama pada setiap arah.
Melalui SOLIDWORKS, Anda dapat menganalisis orientasi model sebelum proses pencetakan sehingga bagian yang menerima beban terbesar tidak berada sejajar dengan arah lapisan. Pendekatan ini membantu menghasilkan komponen yang lebih kuat dan tahan terhadap beban kerja.
Manfaat:
- Mengurangi risiko patah pada area kritis.
- Meningkatkan kekuatan mekanis hasil cetak.
- Mengurangi kegagalan saat proses pengujian.
2. Berikan Toleransi yang Sesuai untuk Komponen Rakitan
Saat mencetak komponen yang saling mengunci, menggunakan engsel, atau memiliki mekanisme bergerak, dimensi CAD yang presisi belum tentu menghasilkan komponen yang langsung dapat dirakit.
Material plastik mengalami sedikit penyusutan maupun pemuaian selama proses pencetakan. Oleh karena itu, diperlukan clearance antar komponen agar hasil cetak dapat berfungsi dengan baik.
SOLIDWORKS menyediakan berbagai fitur seperti Offset Entities dan pengaturan dimensi presisi untuk membantu menentukan toleransi yang sesuai. Pada sebagian besar printer FDM, clearance sekitar 0,2–0,4 mm sering digunakan sebagai titik awal, meskipun nilai ideal tetap bergantung pada jenis printer, material, dan pengaturan pencetakan.
Manfaat:
- Komponen langsung dapat dirakit.
- Mengurangi proses pengamplasan atau modifikasi manual.
- Menghasilkan mekanisme yang lebih presisi.
3. Kurangi Penggunaan Support
Semakin banyak struktur support, semakin lama waktu pencetakan dan semakin besar konsumsi material.
Area dengan overhang yang terlalu curam biasanya membutuhkan support tambahan. SOLIDWORKS menyediakan fitur Print3D Feature Check yang membantu mengidentifikasi area berpotensi bermasalah sebelum model dikirim ke software slicing.
Dengan sedikit modifikasi desain, seperti menambahkan fillet, chamfer, atau mengubah orientasi model, kebutuhan support dapat dikurangi secara signifikan.
Manfaat:
- Menghemat filament atau resin.
- Mempercepat waktu pencetakan.
- Menghasilkan permukaan yang lebih rapi.
- Mempermudah proses finishing.
Keuntungan Mendesain dengan Pendekatan DfAM
Mengoptimalkan desain sejak tahap CAD memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan memperbaiki kesalahan setelah proses pencetakan.
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh antara lain:
- Menghemat material, karena penggunaan support dapat diminimalkan.
- Mengurangi trial and error, sehingga waktu pengembangan produk menjadi lebih singkat.
- Menekan biaya rework, karena desain telah divalidasi sebelum dicetak.
- Mempercepat proses prototyping, sehingga validasi desain dapat dilakukan lebih cepat.
- Mempercepat time-to-market, sehingga produk dapat segera dipresentasikan kepada pelanggan maupun investor.
Wujudkan Desain yang Siap Dicetak Sejak Awal
Merancang produk untuk 3D Printing bukan hanya soal membuat bentuk yang menarik, tetapi juga memastikan desain tersebut dapat diproduksi secara efisien, kuat, dan ekonomis.
Dengan memanfaatkan berbagai fitur analisis yang tersedia di SOLIDWORKS, Anda dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak tahap desain, mengurangi risiko kegagalan pencetakan, serta menghasilkan prototipe yang lebih presisi.
Daripada mengandalkan trial and error, mulailah mendesain dengan pendekatan digital yang lebih cerdas agar setiap model yang Anda buat siap diwujudkan menjadi produk nyata.
Berapa Harga Lisensi SOLIDWORKS Commercial di Indonesia?
Harga lisensi SOLIDWORKS Commercial di Indonesia bergantung pada kebutuhan perusahaan, jumlah pengguna, serta paket yang dipilih. SOLIDWORKS tersedia dalam tiga edisi utama:
- SOLIDWORKS Standard
- SOLIDWORKS Professional
- SOLIDWORKS Premium
Masing-masing paket menawarkan fitur yang berbeda sesuai kebutuhan desain, simulasi, dokumentasi, dan pengembangan produk.
Tim konsultan PT Arisma Data Setia akan membantu mengevaluasi kebutuhan perusahaan agar solusi yang dipilih sesuai dengan proses bisnis, ruang lingkup engineering, dan anggaran investasi. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memperoleh lisensi yang tepat tanpa harus membeli fitur yang tidak diperlukan.
Bagaimana Memilih Reseller SOLIDWORKS di Indonesia?
Memilih reseller SOLIDWORKS tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas layanan yang diberikan setelah pembelian. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Status sebagai Official SOLIDWORKS Partner.
- Pengalaman implementasi di berbagai industri.
- Ketersediaan technical support yang responsif.
- Program pelatihan resmi (Official SOLIDWORKS Training).
- Layanan konsultasi dan pendampingan implementasi.
PT Arisma Data Setia menyediakan layanan yang komprehensif mulai dari konsultasi kebutuhan, implementasi, pelatihan resmi, hingga layanan purna jual. Pendekatan ini membantu perusahaan mengoptimalkan investasi software sekaligus memastikan pemanfaatan SOLIDWORKS berjalan secara maksimal dalam jangka panjang.
Hubungi kami:
info.solidworks@arismadata.com
(021) 2568 1188 / (021) 2568 1155
WhatsApp 0813-5000-4156



No responses yet