Mengapa CAD Software Bukan Sekedar Alat Gambar – part1

Halo Sahabat CADCAM: !

CAD Software, seperti SOLIDWORKS mempunyai beberapa fitur yg dapat digunakan untuk melakukan fungsi estimasi dan costing. Apa saja fitur tersebut?

  1. Weldment Cut List Table

Apabila sobat bekerja di perusahaan yg melakukan fabrikasi stell structure, tentu sangat sering mendesign project yg menggunakan raw material besi profile: I – H – W – L, dsb.

2. Bounding Box

Pada proses tender, estimator dituntut untuk dengan cepat melakukan estimasi perhitungan biaya, termasuk permesinan. Kasus lainya, di saat sobat diminta membuat pengecekan ulang terhadap harga yg sudah disubmit oleh vendor, bagaimana mengetahui bahwa harga tersebut terlalu mahal atau wajar….? Di bawah ini contoh estimasi biaya permesinan: Mill, Turn, Volume, dsb.

  1. Costing

Pada proses tender, estimator dituntut untuk dengan cepat melakukan estimasi perhitungan biaya, termasuk permesinan. Kasus lainya, di saat sobat diminta membuat pengecekan ulang terhadap harga yg sudah disubmit oleh vendor, bagaimana mengetahui bahwa harga tersebut terlalu mahal atau wajar….? Di bawah ini contoh estimasi biaya permesinan: Mill, Turn, Volume, dsb.

Beberapa fitur di atas adalah penggunaan CAD Software yg hanya tidak sekedar sebagai fungsi alat gambar, tapi juga alat bantu untuk estimasi biaya dan harga.

Semoga bermanfaat untuk sobat SOLIDWORKS, baik untuk pribadi maupun perusahaan.

Share

The Power of xDesign – 3DEXPERIENCE

Pada masa depan orang akan mencari solusi Computer Aided Design (CAD) berbasis cloud. Dimana kita bisa mendesain secara 3D parametrik mulai dari part hingga assembly dan juga berkolaborasi tanpa hambatan dengan anggota tim lain.

Beruntungnya kita tidak perlu benar – benar memulai ini semua dimasa depan, karena dimasa sekarang sudah muncul suatu software CAD revolusioner berbasis cloud yaitu 3DEXPERIENCE Platform, dengan menggunakan 3DEXPERIENCE khususnya pada “3D Creator Role” kita bisa dengan mudahnya melakukan desain 3D Parametric.

Membuat geometri dasar menjadi mudah sekali dengan disediakannya fitur – fitur yang sudah  familiar anda gunakan selama ini baik untuk melakukan sketsa 2D hingga pembuatan desain 3D, fitur untuk mendukung anda untuk pembuatan model surface dan juga solid sudah pasti tersedia sebagai contoh fitur extrude boss, revolve, sweep, loft, and hole wizard.

Serta fitur pendukung untuk evaluasi desain seperti Interference Detection, Insert Sketch Picture, Mass Evaluation, Draft Analysis and measuring tools juga tersedia disini,

Yang berbeda disini hanyalah Anda bisa bekerja hanya dengan menggunakan hardware dengan spesifikasi rendah bahkan Anda bisa bekerja melalui Gadget Anda, yang diperlukan hanyalah akses internet, ya benar akses internet, hal ini dikarenakan 3DEXPERIENCE Platform adalah berbasis cloud.

Jadi apa Anda sudah siap untuk menarik masa depan ke masa sekarang? Sehingga Anda bisa melakukan desain hanya menggunakan hardware yang sangat sederhana tanpa perlu workstation yang berat dan besar, bila Anda sudah siap maka xDesign dari Platform 3DEXPERIENCE lah jawabannya.

Share

MEMBUAT MEKANISME GERAK SUATU ASSEMBLY DENGAN BELT CHAIN

Untuk rekan-rekan yang menggunakan SOLIDWORKS terutama dalam Assembly untuk membuat suatu alat yang bekerja / bergerak dengan menggunakan mekanisme sebuah Belt atau Rantai (Chain), fitur yang akan dibahas ini merupakan solusinya. Biasanya untuk membuat sebuah mekanisme kerja Belt/Chain rekan-rekan melakukan mating Parallel dengan mengambil acuan Plane dari tiap komponen-nya. Namun, hasilnya terkadang menjadi kurang sesuai dengan apa yang diharapkan.

baca juga : KONFIGURASI DAN SETTING MENAMPILKAN OPTION KONFIGURASI DIASSEMBLY

 Dengan menggunakan “Assembly Features” yaitu Chain/Belt rekan-rekan dapat dengan mudah melakukan mating untuk mendapatkan mekanisme kerja / gerak sebuah belt/rantai yang saling menghubungkan tiap komponen di Assembly. Cara-nya cukup mudah, tinggal akses Fitur Chain/Belt dari Menu “Assembly Features”, lalu pilih komponen yang akan disatukan dengan Belt/Rantai, tentukan besaran diameter lingkaran dari tiap komponen, tentukan juga untuk Panjang total Belt/Rantai dan Diameter dari Belt/Rantai -nya. Setelah itu rekan-rekan bisa memilih untuk men-create Part Belt nya atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat video berikut ini :

Share

MENGGUNAKAN ARC CONDITION UNTUK DIMENSI ANTAR LINGKARAN

Pernahkan rekan-rekan menemui atau mendapati sebuah gambar Sketsa, mungkin bisa dari Vendor atau dari Perusahaan rekanan, yaitu dimana Jarak dimensi yang digunakan antar 2 buah lingkaran, atau sebuah lingkaran dengan sebuah garis, namun pada dimensi tersebut mengambil ukuran titik terluar dari lingkaran atau titik terdalam-nya. Sehingga kita akan sedikit bingung dalam membuat Part tersebut di SOLIDWORKS

Mungkin bagi rekan-rekan yang belum mengetahui Arc Condition biasanya menambahkan sebuah Point pada titik terluar atau terdalam dari sketsa lingkaran. Atau menghitung ulang jarak ke titik tengah lingkaran-nya. Hal itu tidak perlu dilakukan apabila rekan-rekan melakukan setting pada Arc Condition dimensi-nya.

Arc Condition bisa digunakan hanya Ketika membuat / memberikan Dimensi dengan memilih langsung pada garis Lingkaran-nya, jadi bukan pada titik tengah lingkaran. Ketika pemilihan sudah sesuai, maka pada settingan “Leaders” dari Dimension yang muncul di sebelah kiri panel akan ada pilihan Arc Condition pada titik Minimal, Center, atau Maximal dari Sketsa Lingkaran tersebut. Sehingga kita dapat menyesuaikan pengukuran dimensi pada sketsa lingkaran-nya.

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan simak video berikut ini :

Share

PENJELASAN SUB ASSEMBLY PADA SOLIDWORKS

Dalam Assembly didalam software cad SOLIDWORKS ada berbagai tipe komponen yang dapat diinsert, dimana hal tersebut berlaku sesuai dengan File yang diinsert pada Assembly, dapat berupa sebuah Part atau sebuah Assembly juga. Nah, Ketika kita memasukkan Assembly kedalam Assembly maka status nya dapat berubah menjadi Sub Assembly. Dan Sub Assembly ini memiliki beberapa fitur yang dapat diexplore untuk dapat kita pergunakan semaksimal mungkin. Hal apa Saja mari simak Artikel ini.

 Didalam Sub Assembly ada 2 kondisi yaitu Rigid dan Flexible, Ketika kondisi nya Rigid maka Sub Assembly tersebut akan dalam kondisi kaku artinya mate yang kita gunakan pada Sub Assembly tersebut tidak berfungsi, namun Ketika kondisi Flexible maka Sub Assembly tersebut dapat digerakkan sesuai dengan mate yang kita lakukan pada Sub Assembly tersebut. Lalu, kita dapat men-copy Sub Assembly tersebut secara langsung, dan Memecah Isian Part dari Sub Assembly tersebut sehingga tidak memiliki status sebagai Sub Assembly dan memudahkan kita dalam melakukan mating.

baca juga : REMOVING INTERFERENCE DALAM MULTI-BODY PART DAN DALAM PEMBUATAN ASSEMBLY

Selain itu kita dapat membuat sebuah Sub Assembly langsung dari part-part yang kita insert didalam Assembly, merubah nama Sub Assembly, dan langsung menyimpan Sub Assembly tersebut kedalam sebuah File Assembly yang terpisah.

Untuk penjelasan lebih Detail-nya, silahkan rekan-rekan bisa melihat video berikut ini :

Share

MEMBUAT HOLE DIDALAM ASSEMBLY

Didalam Assembly pada SOLIDWORKS ada suatu fitur yang dapat memudahkan para penggunanya untuk dapat langsung membuat sebuah Hole dengan standard tertentu. biasanya rekan-rekan menggunakan fitur Hole Wizard didalam sebuah Part, namun untuk fitur ini seperti menggunakan Hole Wizard didalam Assembly. Dan, fitur ini dapat langsung mengidentifikasi pembuatan lubang pada 2 part lainnya atau lebih. Penasaran? Simak Artikel ini.

Didalam Assembly ada sebuah fitur yang diberi nama Hole Series, dimana dengan menggunakan Hole Series ini rekan-rekan dapat langsung membuat sebuah lubang dengan standard / jenis-jenis Hole seperti pada Hole Wizard. Pembuatan lubang dengan Hole Series ini juga dapat dilakukan langsung pada 2,3, atau lebih Part yang saling bertumpuk. Sehingga akan meminimalisir waktu pembuatan Hole.

 Rekan-rekan dapat langsung menemukannya dari Opsi Menu “Assembly Features”. Lalu seperti didalam Hole Wizard rekan-rekan bisa memilih tipe / jenis Hole apa yang akan dibuat.  Selanjutnya menentukan Spesifikasi pada Middle Part dari Assembly tersebut dan menentukan Spesifikasi Hole pada End Part nya. Tinggal klik “OK” dan hole sudah langsung terbentuk pada Assembly.

Untuk penggunaan fitur lebih jelasnya, simak video berikut ini :

Share

MENAMPILKAN PANJANG GARIS RADIUS DAN TOTAL PANJANG GARIS SKETCH

Dalam melakukan pembuatan Sketch pada SOLIDWORKS terkadang kita merasa penasaran pada Panjang aktual dari sebuah garis melengkung / radius line pada SOLIDWORKS karena biasanya yang muncul hanyalah ukuran besaran Radius nya. Lalu dalam membuat sketsa Garis yang panjang misalkan kita membuat sketch Profile sebuah Rantai, dan kita penasaran berapakah Panjang total dari garis tersebut. Biasanya para user SOLIDWORKS akan menggunakan fitur Measure untuk melihat Panjang dari garis-garis seperti yang disebutkan tadi. Tapi ada cara yang lebih cepat dibanding menggunakan fitur Measure. Bagaimana caranya? Simak Artikel Berikut ini.

Untuk menampilkan Panjang sebuah Radius Line di Sketsa, rekan-rekan tinggal menggunakan Fitur Smart Dimension, lalu melakukan pemilihan pada titik / point dari ujung-ujung garis Radius tersebut, biasanya akan muncul ukuran dimensi Linear karena kita memilih 2 buah point. Nah, langsung saja rekan-rekan memilih garis radius nya sesaat setelah dimensi Linear nya muncul. Maka, akan langsung muncul untuk ukuran Panjang sesuai dengan lekukan radius garis tersebut.

 Lalu, untuk melihat total Panjang dari garis di gambar Sketsa, rekan-rekan bisa menggunakan fitur “Path length Dimension” yang dapat dipilih dari opsi fitur Smart Dimension. Tinggal pilih garis Path nya dan Klik “OK” maka akan muncul Dimensi Total dari Garis Path tersebut, dan langsung bisa diedit juga untuk merubah total Panjang nya.

Simak pada Video Berikut untuk gambaran lebih Jelasnya :

Share

MEMANFAATKAN FITUR MOVE FACE / MOVE COPY BODIES

Salam Semangat Sobat SOLIDWORKS,
Tentunya sobat SOLIDWORKS pernah merasa kesulitan ketika menerima File dari Ekstensi
aplikasi lain seperti .igs .stl .stp atau yang lainnya. Kesulitan dapat terjadi karena dari ekstensi file tersebut saat dibuka di SOLIDWORKS terlihat pada Design Tree hanya akan muncul 1 history, yaitu Imported. Ya, tentunya user akan merasa kebingungan saat melakukan editing pada file ini, atau biasanya yang dilakukan merubahnya menjadi Surface lalu mengeditnya. Tapi, sebelum melakukan opsi tersebut, kita bisa Memanfaatkan fitur-fitur dari Command Manager / Menu Direct Editing terutama ialah Move Face atau Move/Copy Bodies. Memang apasih bedanya? Simak artikel berikut ini.

  1. Move Face
    Fitur Move Face terdiri dari 3 pilihan yaitu Offset, Translate dan Rotate. Offset untuk
    menambahkan atau mengurangi Panjang dari sebuah Face pada bagian Part tersebut.
    Translate untuk memindahkan posisi sebuah bagian pada Part secara Linear. Rotate
    untuk memindahkan posisi sebuah bagian pada Part secara Circular.
  2. Move/Copy Bodies.
    Fitur Move/Copy Bodies terdiri dari 2 pilihan yaitu Constraint dan Translate. Constraint
    bekerja seperti mating tiap Part pada Assembly namun bedanya mating dilakukan dalam
    Template Part. Sehingga dari Multi-Body part yang terpisah dapat diedit dan
    digabungkan menjadi satu kesatuan Part. Translate digunakan untuk memindahkan atau
    merotasi tiap Bodies pada Multi-body Part, setiap memindahkan Bodies kita dapat memilih untuk membuat Duplikasi Bodies atau tidak.
    Untuk lebih jelasnya, mari lihat pada video berikut ini :

Masih menemukan kesulitan dalam design 2d ataupun 3d, kami siap membantu anda dengan jasa gambar 2d, 3d yang kami tawarkan.. konsultasikan masalah anda sekarang juga!!

Share