Mate Pop-up Toolbar

Salam hangat untuk seluruh user SOLIDWORKS di Indonesia. Bagaimana aktivitas desain anda menggunakan SOLIDWORKS? Pastinya sudah makin jago menggunakannya

Tips & Tricks solidworks kali ini membicarakan terkait dengan Mate, pastinya sering menemui fitur tersebut untuk merakit sebuah assembly product.
Sering merakit komponen dalam assembly SOLIDWORKS? Dengan menggunakan toolbar pop-up mate SOLIDWORKS dapat menghemat banyak waktu dan mousing!
Mate pop-up toolbar memang tidak secerdas mate manager yang biasa kita gunakan. Seperti contoh; Mate manager dapat memprediksi langsung kapan dia memilih parallel, coincident, ataupun juga mate yang lain. Tetapi dengan Mate pop-up toolbar yang memang tidak secerdas Mate manager, dapat membantu anda secara waktu dan efisiensi dalam pemilihan mate.

Bagaimana cara menggunakan Mate pop-up toolbar?

  1. Pilih entities (face, edge, point, dll) yang ingin anda mate antara lebih dari 2 komponen (pemilihan sambil menekan tahan ctrl)
  2. Setelah memilih beberapa entities tersebut, maka Mate pop-up toolbar akan muncul, tetapi yang perlu diperhatikan yaitu usahakan mouse pointer anda masih berada di area yang tidak jauh dari pemilihan terakhir. Karena jika mouse pointer anda digerakan terlalu jauh dari pemilihan terakhir, maka Mate pop-pu toolbar akan hilang.

  3. Lalu pilihlah mate yang sesuai dengan entities yang anda pilih.

Seperti contoh juga, jika kita ingin menggunakan Width Mate, anda tinggal hanya memilih 4 face (sambal menekan tombol ctrl) kemudian Width Mate akan muncul pada Mate pop-up toolbar.


Kita dapat membandingkan kecepatan dan kemudahan Mate Pop-up Toolbar melawan Mate Manager yang lebih cerdas tetapi juga lebih rumit untuk digunakan. Cobalah menggunakan Width Mate dengan face yang sama menggunakan Mate Manager dan menjadi jelas betapa lebih banyak pemilihan yang dipilih.

 

Demikian tips & tricks mengenai penggunaan Mate Pop-up Toolbar pada proses assembly. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dalam pengerjaan desain terlebih pada saat proses melakukan assembly.

Share

MERUBAH TIPE ELEMEN DALAM SOLIDWORKS SIMULATION

Pernahakah ketika kita melakukan running menggunakan SolidWorks Simulation terasa lama dikarenakan jumlah elemen serta nodal yang sangat banyak padahal kasus analisa sangat sederhana?

Hal tersebut dikarenakan ketidakefisien dari jenis elemen yang digunakan untuk melakukan running simulasi. Untuk memudahkan serta menghemat waktu kalkulasi pada saat melakukan simulasi pada SolidWorks Simulation untuk jenis analisa baik statik, dinamik, linear dan nonlinear diperlukan pemilihan tipe elemen yang tepat.

Pada dasarnya pemilihan elemen untuk jenis analisa sangat penting untuk mengoptimalkan simulasi. Tipe-tipe elemen yang ada di SolidWorks Simulation:

1. Elemen Beam Elemen ini terdiri dari dua nodal dan satu penghubung dan biasa digunakan untuk jenis profil yang seragam seperti struktur baja.

2. Elemen Shell Elemen ini terdiri dari tiga nodal dan tiga penghubung biasa digunakan untuk anlisa pelat tipis yang mempunyai tebal yang tidak terlalu besar.

3. Elemen Solid Elemen ini terdiri dari empat nodal dan empat penghubung biasa digunakan untuk analisa dengan bentukan yang sangat kompleks seperti bentuk engine block, dies.

Adapun cara untuk merubah tipe elemen didalam SolidWorks Simulation sebagai berikut: A. Merubah elemen solid menjadi elemen beam Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen solid ke elemen beam – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Treat as Beam

B. Merubah elemen beam/shell menjadi elemen solid Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen beam ke elemen solid – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Treat as Solid

C. Merubah elemen solid menjadi elemen shell Pada kasus ini kita akan meruba elemen dari elemen solid ke elemen shell – Jalankan analisa (Contoh: Analisa Statik) – Klik kanan pada part yang akan dirubah elemenya – Pilih Define Shell by Selected Face

– Pilih Tipe shell (Contoh: Thin) – Pilih Face yang dijadikan base/dasar permukaan shell – Masukkan besarnya ketebalan (Contoh: 3 mm)

 

Share

SOLIDWORKS Goes To Campus

Prepare Your Future Career
Kalian bingung bagaimana cara kita menghadapi dunia kerja khususnya di bidang Engineering / Design ?

Atau kalian bingung bagaimana cara mengasah skills SOLIDWORKS
untuk dapat menjadi added value untuk Fresh Graduate?

Tenang kita punya solusinya, yuk diskusikan langsung
oleh pakar yang sudah ahli dan mengerti mengenai
software Design 3D?

Mau kampusmu didatangi oleh kita ? GRATIS !

kirimkan proposal terbaik mu ke : cici@arismadata.com

atau hubungi kami ke no : 0878 325 238 63

*Syarat dan ketentuan berlaku

Share

Toolbox dalam Vault SOLIDWORKS PDM

Pada tutorial solidworks basic ini akan dibahas Bagaimana cara Mengelola SOLIDWORKS Toolbox dalam Vault SOLIDWORKS PDM

Ketika SOLIDWORKS PDM digunakan untuk mengelola SOLIDWORKS Toolbox, ia dapat melakukan beberapa fungsi otomatis:

• Menambahkan komponen Toolbox yang hilang ke Vault PDM
• Membuat referensi antara komponen Toolbox dan Assembly SOLIDWORKS
• Proses Check out dan check in komponen Toolbox dan membuat version baru dari komponen Toolbox

Untuk Setup SOLIDWORKS PDM untuk mengelola SOLIDWORKS Toolbox :
1. Copy Toolbox data folder “SOLIDWORKS Data” ke dalam vault
2. Lakukan Check in pada folder SOLIDWORKS Toolbox

3. Pada SOLIDWORKS Administration Tool, checklist “Manage SOLIDWORKS Toolbox in the vault” and checklist “Allow clients to change SOLIDWORKS Toolbox components option”
4. Dibawah Toolbox root folder path, klik pada “…” (browse button), Cari folder root Toolbox yang sudah dimasukkan ke SOLIDWORKS PDM Vault yang sudah di buat pada step 1 & 2

5. Setelah step di atas selesai, Buka program SOLIDWORKS, “System Options”> “Hole Wizard / Toolbox”, modifikasi bagian folder dan browse ke Vault toolbox
6. Pastikan untuk mengaktifkan “Make this folder the default search location for Toolbox Components”. Opsi ini akan secara otomatis mengupdate path SOLIDWORKS Toolbox Comonent setelah mereka di check in

 

Share

Component Preview Window

Pada saat kita melakukan assembly, memasangkan komponen dengan mates antara komponen satu dengan komponen yang lainnya, terkadang kita kesulitan dalam memposisikan part atau sub assembly tersebut. Ketika sudah kita berikan satu mates pada part dengan komponen utama, posisi part tersebut akan susah untuk kita pilih face atau edge untuk kita berikan mates lagi. Problem tersebut terkadang sangat menganggu, karena proses mates pada assembly menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kita bisa menggunakan fitur Component Preview Window. Pada saat akan melakukan mates, kita klik pada part atau subassembly tersebut, lalu kita klik component Preview Window.

Setelah kita klik fitur tersebut, tampilan window dari graphic area SolidWorks akan terbagi menjadi 2, sebelah kiri menampilkan graphic area utama, sebelah kanan menampilkan preview part / subassembly yang akan kita mates.

Kita menambahkan mates dengan memilih face pada part / subassy di sebelah kiri, dan kita pilih face pada assy utama, tanpa ada kendala, karena posisi part atau assy utama bisa kita putar secara jendela terpisah.

Demikian weekly tips & trik untuk minggu ini, selamat mencoba. Untuk request materi weekly tips & trik yang lain, silakan email ke solidworks-support@arismadata.com .

 

Share

Berinovasi untuk Kesehatan – Meningkatkan Pengalaman Pasien dengan SOLIDWORKS

Bagaimana Produsen Perawatan Kesehatan Mengatasi Tantangan Pasar yang Berkembang sangat Cepat dengan menggunakan Software desain 3D CAD SOLIDWORKS untuk berinovasi, mengotomatisasi, integrasi, dan berkolaborasi untuk menghemat waktu, mengurangi biaya produksi dan juga meningkatankan kualitas.

Untuk memberikan penemuan medis, peningkatan kualitas, dan inovasi perawatan kesehatan yang diperlukan untuk memenuhi harapan pasien yang terus meningkat untuk pengalaman dan hasil yang lebih baik, perusahaan perawatan kesehatan saat ini banyak yang sudah melakukan otomatisasi melalui pengembangan produk dan manufaktur yang cerdas.

Pada eBook ini akan dibahas semua bagaimana produsen terkemuka di industri dibidang kesehatan yang dinamis ini menggunakan Solusi dari SOLIDWORKS untuk mengatasi tantangan pasar yang berkembang pesat saat ini.

Download EBOOK dan pelajari bagaimana SOLIDWORKS dapat membantu perusahaan-perusahaan dan produsen peralatan medis mengubah tantangan yang ada menjadi peluang yang mengtungkan.

Share

Equipotential Conflict pada SOLIDWORKS Electrical

Salam hangat bagi para user SOLIDWORKS pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang tips SOLIDWORKS Electrical yaitu mengenai topik “Equipotential Conflict”

Jadi Equipotential Conflict adalah kondisi yang terjadi ketika dua garis yang berbeda dalam design Schematic kita saling terhubung,

Gambar 1 (Gambar Equipotential Conflict)

Kemudian yang menjadi masalah adalah terkadang kita secara tidak sengaja menghubungkan antara dua garis yang berbeda tersebut dan mengakibatkan Equipotential Conflict, dan yang lebih parahnya lagi adalah ketika design kita akan di produksi lalu orang produksi melakukan wiring berdasarkan gambar yang kita buat padahal terdapat Equipotential Conflict disana dan alhasil ketika produk jadinya di testing maka akan terjadi masalah bahkan hal ekstrimnya bisa terjadi kerusakan di beberapa Komponen atau bahkan keseluruhan sistem akibat hal tersebut

Apakah ada solusi untuk masalah tersebut??? Tentu jawabannya ada, dengan mengaktifkan fitur Equipotential Conflict pada SOLIDWORKS Electrical maka kita bisa tau bagian mana yang terjadi Equipotential Conflict dari infomasi graphics pada gambar Schematics kita

Dan untuk mengaktifkan fitur ini kita hanya perlu memperhatikan 2 hal yaitu :

  1. Pastikan Wire anda sudah diberikan penomoran atau marking melalui “Number new wires” di menu Process SOLIDWORKS Electrical

 

 

Setelah semua wire anda diberikan penomoran atau marking secara otomatis oleh SOLIDWORKS Electrical, maka step selanjutnya adalah

  1. Aktifkan Fitur Equipotential Conflict pada tab “Project Configuration” tepatnya pada bagian “Graphic”

Maka sekarang ketika anda tidak sengaja menghubungkan antara dua garis yang berbeda pada design anda di SOLIDWORKS Electrical maka akan secara real time diberikan informasi Equipotential Conflict pada tampilan Schematics anda,

Wow menarik bukan?? Silahkan coba dan buktikan manfaat dari fitur “Equipotential Conflict” ini, Selamat mencoba

Share