fitur Termination Type pada SOLIDWORKS Electrical Schematic

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu feature di SOLIDWORKS Electrical Schematic, namanya adalah Termination Type. Feature ini merupakan salah satu feature terbaru di tahun 2019 ini. Termination Type berfungsi untuk menambahkan termination atau yang biasa kita sering sebut “skun”. Biasanya dalam project electrical, skun tidak memiliki symbol. Skun akan ditambahkan ketika proses perakitan secara langsung. Beberapa perusahaan, biasanya membuat report untuk penghitung berapa skun yang akan digunakan dalam satu project electrical. Penghitungan skun biasanya dikelompokkan ke dalam jenis skun dan warna skun. Karena skun tidak pernah dibuat dalam symbol, biasanya penghitungannya sangat sulit dan biasanya dilakukan secara manual. Lantas bagaimana cara SOLIDWORKS Electrical Schematic menghitung jumlah skun dan jenisnya, sementara symbol skun tidak pernah ada dalam project electrical (schematic dan singel line) ? Mari kita bahas satu persatu.
1. Pastikankan SOLIDWORKS Electrical Schematic sudah pada versi 2019, sehingga feature “Termination type manager” pada menu Library sudah muncul. Pada Termination types manager, anda dapat menambahkan jenis skun baru. Skun baru yang anda tambahkan dapat langsung digunakan pada bagian project schematic.
Termination Type
2. Pada bagian Termination type manager, terdapat icon, yang mana ini berfungsi untuk menambahkan termination/skun dengan type baru.
Termination Type 2
3. Setelah mengklik icon “New“ pada Termination type manager, akan terlampir seperti di bawah ini. Kita dapat mengklik icon search pada kolom symbol. Icon search ini akan terhubung dengan Symbol pada “Symbol Manager“, kita dapat langsung memilih bagian mana yang akan kita jadikan symbol untuk jenis skun baru yang akan kita buat dan pilih “Select“. Jangan lupa untuk menambahkan Name dan Description pada tiapa kolom yang tersedia. Kedudian jika sudah selesai, kita dapat mengklik “OK” pada Termination type properties. Maka symbol skun baru anda bisa digunakan.
4. Untuk penggunaan dalam schematic dan agar dapat dihitung dalam report skun, maka caranya seperti ini
Termination Type 3
a. Klik kanan pada symbol yang akan diberikan skun. Kemudian pilih “Edit symbol terminal…”
Termination Type 4
b. Kemudian muncul pop up window dari “Edit terminal”. Klik pada kolom Termination tipe, kemudian akan muncul pop up window.
Termination Type 5
c. Kita dapat memilih jenis skun atau termination yang akan kita gunakan, kemudian kita bisa klik select.
Termination Type 6
d. Maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah. Pada termination type langsung terlihat type yang sudah dipilih. Kemudian, bisa lakukan cara yang sama apabila akan menambahkan lagi termination type atau skun dengan jenis yang berbeda, bisa lakukan cara yang sama seperti yang sebelumnya.
Termination Type 7
Apabila semua jenis dan warna skunnya sama, anda dapat memblok seluruh kolom termination type. Kemudian langsung pilih symbol skun yang diinginkan.
5. Untuk menampilkan bagian report dari Termination type atau tipe skunnya, kita dapat menggunakan feature “Report“ yang ada pada bagian menu Process.
Termination Type 8
Kemudian akan muncul pop up window “Report Manager”. Pada bagian ini biasanya dari beberapa daftar report, report untuk Termination type atau tipe skun, belum masuk dalam list report. Maka, kita dapat menambahkan dengan cara mengklik “Add“
Termination Type 9
Kemudian akan muncul pop up window “Report Configuration selector”. Pada kolom “Description”, kita dapat mengetik Termination, maka report Termination type akan langsung muncul. Pada bagian paling ujung dari report termination, kita dapat mengklik centang bagian kotak sebelah kiri, kemudian klik OK.
Termination Type 10
Maka, report termination type akan muncul pada list report (seperti pada gambar di bawah ini). Bagian kolom kanan adalah report hasil dari List Termination type. Dari report ini kita dapat melihat jenis dari skun dan jumlahnya. Kita juga dapat melakukan generate report ke dalam project dengan menggunakan feature “Generate drawing“. Anda juga dapat mengexport report ke dalam bentuk excel.
Termination Type 11
Demikian pembahasan untuk feature Termination type atau skun. Semoga info ini menambah pengetahuan kita tentang SOLIDWORKS Electrical. 

Share

Test Drive SOLIDWORKS 2020 Beta

solidworks 2020 beta version

solidworks 2020 beta versionKabar gembira untuk user Solidworks di indonesia, SOLIDWORKS 2020 Beta sekarang sudah bisa di uji coba..

pihak dassault system telah mengumumkan bahwa SOLIDWORKS® 2020 Beta sudah aktif dan siap untuk dicoba, untuk menghasilkan rilis yang seimbang dan berfokus pada kinerja, kualitas, dan permintaan peningkatan yang digerakkan oleh pelanggan Tim R&D SOLIDWORKS telah bekerja keras untuk mencapai semua itu.

Kini SOLIDWORKS 2020 telah melakukan banyak peningkatan penting untuk membantu Anda mengoptimalkan dan merampingkan proses pengembangan produk Anda dari desain konseptual hingga produk-produk manufaktur khusus pada bidang-bidang seperti berikut:

• Meningkatkan Kinerja pada gambar, rakitan dan simulasi untuk secara signifikan membantu Anda mempercepat desain rakitan besar dan menjalankan analisis validasi

• Meningkatkan Alur Kerja yang Efisien dalam desain, simulasi, manajemen data, dan juga alur kerja manufaktur yang disederhanakan untuk mempersingkat waktu ke pasar, dan yang lebih penting lagi solidworks 2020 dapat meningkatkan kualitas produk, dan mengurangi biaya produksi

• Desain yang Terhubung dengan Ekosistem manufaktur dapat dengan mudah terhubung ke platform 3DEXPERIENCE® dengan desktop dan cloud untuk mengelola semua aspek pengembangan dan dlam pembuatan desain produk

Jika Anda ingin langsung mencobanya bisa langsung ke situs web solidworks 2020 beta untuk memastikan semuanya bekerja dengan baik.

Share

Cara membuat Custom Default Machine pada CAMWorks

Taukah anda?? Pada bawaan instalasi dari CAMWorks sudah disediakan beberapa default machine, dengan default standard tersebut kita sudah dapat melakukan pembuatan program NC secara normal.

custom camworks
Akan tetapi disini kita tidak bisa menyesuaikan ketika mesin yang kita punya tidak masuk spesifikasinya dengan default mesin bawaan dari CAMWorks karena pilihannya default mesin masih terbatas, sehingga akan terjadi kendala karena adanya ketidak sinkronan spesifikasi mesin yang kita miliki dengan spesifikasi mesin dari default machine bawaan program CAMWorks akan terlihat ketika akan menjalankan program CAM dimesin.
custom camworks
Apa sajakah faktor yang mempengaruhi :
1. Machine Duty : Faktor ini mengkategorikan mesin dari pembebanan pekerjaan permesinan yang dilakukan, termasuk di kategori manakah mesin yang kita miliki. (Light,Medium,Heavy)
2. Number Of Axis : Setiap mesin bisa digolongkan kedalam mesin yang memiliki berapa jumlah axis dilihat dari kebutuhan benda kerja yang di kerjakan pada mesin tersebut. Hal ini juga yang harus kita sesuaikan spesifikasi jumlah axis mesin yang kita punya pada pembuatan program CAM.
3. Max Feedrate : Masing-masing mesin dibuat sudah ditentukan berapa batas maksimal feederate yang bisa dijalankan oleh mesin dengan memperhitungkan safety faktornya. Maka dari itu hal ini akan berpengaruh diawal kita menetukan spesifikasi pada program CAM yang kita buat.
4. Max Spindle Speed : Selain feedrate ,faktor lain yang mempengaruhi ialah Spindle Speed (RPM). Disatu mesin sudah ditentukan dengan memasukan safety factornya berapa Max Spindle Speed yang mampu dijalankan. Tentunya faktor ini yang harus kita perhatikan juga ketika kita membuat program pada CAM.
Apabila salah satu dari faktor-faktor tersebut tidak masuk dalam spesifikasi antara mesin yang kita miliki dengan Default Machine bawaan dari CAMWorks maka kita wajib membuat Custom Default Machine baru.
Bagaimana cara membuat Custom Default Machine dalam CAMWorks, berikut step-step yang harus diikuti untuk membuat Custom Default Machine :
1. Masuk ke Technology Database pada CAMWorks
custom camworks 3
2. Berikut tampilan dalam Technology Database pada CAMWorks kita pilih yang mesin Mill.
custom camworks 4
3. Kemudian kita COPY salah satu dari default yang sudah ada.
custom camworks 5

4. Selanjutnya kita isikan masing-masing spesifikasi menyesuaikan dengan mesin yang kita miliki.
Contoh MAZAK VERTICLE NEXUS 430A
mesin cnc mazak
spesifikasi
spesifikasi 2
5. Apabila semua spesifikasi sudah kita lengkapi kemudian kita SAVE spesifikasi yang sudah kita tentukan. Maka pada daftar akan nada penambahan default yang sudah kita buat.
camworks spesifikasi
6. Selanjutnya kita cek pada settingan Define Machine pada CAMWorks, apabila Custom Default yang kita buat success maka pada daftar mesin akan tertampil penambahan Custom Default yang baru kita buat.
camworks spesifikasi 3

Pembuatan Custom Default Machine sudah selesai dan sudah dapat digunakan. Apabila nanti kita pilih Machine – Mazak maka nanti kita tidak perlu setting pada Tool Cribe,Post Prosessor,Posting,Setup,Rotary Axis,Tilt Axis yang ada di dalam settingan Define Machine, dengan demikian kita dapat menghemat beberapa step pada pembuatan program pada CAMWorks.

Demikian cara pembuatan Custom Default pada CAMWorks, semoga materi ini dapat membantu teman-teman.
Dan apabila ada petanyaan mengenai CAMWorks bisa langsung melalui alamat email Arisma Data Setia info.solidworks@arismadata.com atau bisa langsung menghubungi nomor telpon PT Arisma Data Setia
di (62)21 – 2961 9225.

Share

Copy Settings Wizard

Sebelum masuk ke topik pembahasan, saya ingin bertanya. Apakah anda pernah melakukan pemindahan SOLIDWORKS dari komputer lama ke komputer yang baru? Apakah setelah anda melakukan pemindahan SOLIDWORKS, banyak settingan yang harus dilakukan? Seperti Template, Shortcut Key, ataupun settingan option yang lain.
Pada tutorial solidworks singkat kali ini, kita akan membahas terkait dengan SOLIDWORKS Copy Settings Wizard. Dimana fitur ini dapat membantu anda dalam penyimpanan semua settingan yang sudah ada, hal ini bisa anda gunakan jika mengalami pemindahan SOLIDWORKS dari komputer lama ke komputer yang baru.
Langsung saja kita lihat langkah – langkah dari penggunaan SOLIDWORKS Copy Settings Wizard :Copy Settings Wizard
Copy Settings Wizard
Keterangan :
1. Pilih Windows kemudian search dengan nama Copy Settings Wizard
2. Pilih Save Settings untuk penyimpanan settingan SOLIDWORKS
3. Pilih Browse untuk menentukan folder penyimpanannya, kemudian tentukan juga settingan apa saja yang ingin disimpan
4. Settingan akan tersimpan dalam bentuk seperti pada gambar, kemudian bisa anda copy ke komputer yang baru lalu anda buka file tersebut di komputer yang baru (SOLIDWORKS harus sudah terinstall di komputer yang baru)
5. Restore Setting from File, pilih beberapa settingan yang akan digunakan
6. Kemudian pada Select the Destination, pilih Current User
7. Finish Operation
8. Copy Setting Wizard sudah berhasil

Demikian cara melakukan Copy Setting Wizard pada SOLIDWORKS. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda

Share

fitur cavity untuk assembly

Tutorial solidworks singkat kali ini akan membahas mengenai pembuatan sebuah Cetakan atau Rongga. Feature ini bisa digunakan hanya di Assembly dengan sebuah komponen/part di potong dengan komponen atau part yang lain. Seperti contoh dibawah ini.

1. Masukan 2 buah komponen. Contoh : Stiper & Punch seperti dibawah ini
cavity solidworks
2. Edit komponen / part yang akan di buat rongga atau di potong. (Edit Component Striper)
cavity solidworks 2
3. Pilih Feature Cavity, atau Insert > Mold > Cavity
cavity solidworks 3
4. Muncul Properties seperti dibawah ini:
cavity solidworks 4
5. Pilih Ok maka part striper tadi akan berongga seperti punch nya.
cavity solidworks 5
Demikian tutorial solidworks singkat kali ini, semoga membantu dan bermanfaat

Share

SOLIDWORKS 2019 Hole Wizard Update

kali ini kita akan membahas mengenai Hole wizard yg ada di Solidworks 2019. Sama seperti ketika SOLIDWORKS membuat dimensi sketsa pertama, kita secara otomatis skala seluruh bagian kita kembali pada tahun 2014, dengan rilis SOLIDWORKS 2019, mereka telah menambahkan fitur lain yang telah meminta pengguna yang membuat pemodelan desain kita lebih mudah bahkan jika itu seperti pembaruan kecil di pandangan pertama.

Jika kita berubah pikiran tentang pilihan hole pada SOLIDWORKS 2019 Hole Wizard Tool, kita tidak perlu lagi mengingat dan memasukkan kembali spesifikasi hole kita! Apakah itu merupakan perubahan desain di akhir proses desain kita, atau perubahan ketika pertama kali mendefinisikan part, itu akan menjadi lebih mudah dengan tidak perlu mendefinisikan ulang pengaturan Hole wizard kita setiap kali perubahan dilakukan.

Fitur ini dapat dikonfigurasi, jadi jika metode sebelumnya dari setiap jenis lubang yang memiliki pengaturan default lebih disukai, pengaturan dapat diubah dalam system option di bawah ‘hole wizard / tool box’ setting.
Mari kita melihat cara kerjanya

Untuk melihat perubahan pada Hole Wizard, kita akan menggunakan rak ini yang saat ini memiliki counter bored hole untuk menerima pan head machine screw untuk memasang bilah. Sebuah design review telah mengungkapkan bahwa konsumen jauh lebih suka counter sunk flat head screw pada bilah rak mereka, dan Anda telah ditugaskan untuk beralih konfigurasi untuk menggunakan counter sunk fastener.
hole wizard
Meskipun ini adalah penyederhanaan yang berlebihan, masih membutuhkan modifikasi definisi lubang, dan ketika diubah menjadi gaya counter sunk, pengaturan lubang saat ini sebelumnya akan hilang.
Dengan SOLIDWORKS 2019, pengaturan yang digunakan untuk counter bored hole akan dipertahankan ketika beralih ke counter sunk hole.
hole wizard 2
hole wizard 3
Fitur ini dapat dikonfigurasi, jadi jika metode sebelumnya dari setiap jenis lubang yang memiliki pengaturan default lebih disukai, setting dapat diubah dalam system option di bawah setting ‘hole wizard / tool box’.

Share

Analisa Statik SolidWorks Simulation

Mendeteksi Singularity pada Analisa Statik SolidWorks Simulation Menggunakan Stress Hot Spot Diagnostics.

Pernahakah ketika kita melakukan anlisa struktur khususnya anlalisa statik menjumpai adanya kejanggalan terhadap hasil yang kita simulasikan. Kejanggalan tersebut berupa singularity, pada saat kita melakukan simulasi semakin kecil ukuran mesh nilai maksimum stress (von mises) semakin tinggi dan nilai tersebut berujung infinity (singular) sehingga konvergensi hasil tidak tercapai yang menyebabkan hasil simulasi menjadi tidak valid. singularity bisa terjadi akibat adanya keruncingan pada sudut tertentu seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Analisa Statik1

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Stress Hot Spot Diagnostics, fitur ini merupakan fitur terbaru di SolidWorks Simulation 2019 dimana untuk mengetahui apakah terdapat adanya singularity pada saat melakukan analisa statik.

Jalankan analisa statik
Pada kasus dibawah ini ujung L-bracket dijepit dengan tumpuan fixed geometry dan diberi beban sebesar 900 N ke arah vertikal.

Mesh
Mesh yang digunakan pada analisa statik ini yaitu coarse dan medium yang dapat dilihat pada gambar berikut
mesh coarse
meshmedium
Result Stress (Von Mises)
Bisa dilihat hasil stress (von mises) terdapat perbedaan yang signifikan nilai maksimum stress antara mesh kasar (52 MPa) dan mesh medium (65 MPa) hal tersebut dikarenakan adanya singularity dibagian corner L-Bracketnya, semakin kita kecilkan lagi ukuran meshnya maka nilai maksimum stressnya semakin naik. Untuk mengetahui adanya singularity dapat didiagnosis dengan menggunakan Stress Hot Spot Diagnostics.
mesh coarse result
meshmedium result
Stress Hot Spot Diagnostics
Stress Hot Spot Diagnostics memudahkan kita untuk menemukan adanya singularity sehingga kita dapat memperbaiki geometri yang ditemukan adanya singularity, untuk menampilkan Stress Hot Spot Diagnostics yaitu:
klik kanan pada results  Klik Stress Hot Spot Diagnostics  masukkan nilai sensitivitas (semakin besar nilainya semakin detail)  Klik Run Stress Hot Spot Diagnostics.
hotspot
Jika ditemukan adanya kejanggalan (singularity) maka akan muncul notifikasi seperti berikut.
simulation
Lokasi singularity dapat dilihat pada gambar berikut dimana warna abu-abu menunjukkan lokasi elemen yang menunjukkan singularity
singularity
Modifikasi
Untuk memperbaiki singularity dapat dilakukan pemberian fillet untuk mengurangi ketajaman siku pada L-Bracket dan kemudian kita lakukan Stress Hot Spot Diagnostics dan diperoleh tidak adanya singularity.
fillet

Share