membuat ketebalan, memotong dan merotate dengan pemilihan face

Tutorial solidworks basic kali ini akan membahas mengenai penggunaan Move Face yang di peruntukan membuat / menambahkan ketebalan, mengurangi atau merotate dengan hanya memilih face yang sudah ada tanpa membuat sketch terlebih dahulu. Feature ini bisa di gunakan di file SOLIDWORKS atau pun Imported file. Dari bentukan di bawah ini akan di rubah geometri nya hanya dengan memanfaatkan face nya.

Feature Move Face sendiri terletak di Direct Editing seperti di bawah ini.
Metode nya sendiri nanti ada 3 : Offset , Tranlate , Rotate

  1. Offset
    – pilih Face yang akan di tambahakan ketinggian atau ketebalan – dan berikan panjang berapa
    – Ceklis Flip direction apabila akan mengurangi /cutting dari face tadi
  1. Translate
    – pilih Face yang akan di tambahakan ketinggian atau ketebalan – dan berikan panjang berapa.
    – Parameter untuk metode arah ketebalan atau pemotongan Blind, Up to Vertex, Up to Surface, Offset
    from Surface, Up to Body.
    – Menentukan direction referensi Plane, Edge, Planar Face , Axis.
    – Menentukan panjang ketebalan nya berapa.
  1. Rotate (ini di gunakan untuk body surface)
    – Ceklis Copy apabila face mau di copy
    – Paramenter Axis sebagai pusat rotate
    – Parameter derajat kemiringan
    – Ceklis Flip direction untuk membalik arah kemiringan

Demikian tips & trick solidworks kali ini , semoga bisa membantu dan bermanfaat.

Share

SOLIDWORKS Manage – Creative, Innovative, and Fully Customizable Dashboard

Pernahkah Anda membayangkan ada software yang dapat kita kelola secara bebas dengan tampilan yang kita bisa ubah sesuai kebutuhan kita?

SOLIDWORKS Manage, adalah salah satu software project management yang dapat menjawab pertanyaan di atas.
Dengan fitur Dashboard di SOLIDWORKS Manage, kita bisa melihat perkembangan perusahaan dari berbagai aspek. Fully Customizable Dashboard di SWM sangat membantu kita untuk menjadikan SWM sebagai project management software yang bersifat “User Friendly”.

solidworks manage
Kita bisa membuat berbagai dashboard sesuai dengan yang kita mau. Mengganti dashboard pun sangat mudah dilakukan, hanya dengan memilih dashboard yang disediakan oleh Administrator, kita bisa memilih dan menggunakan dashboard sesuka hati.
solidworks manage 2
Pembuatan Dashboard pun cukup mudah. Melalui Administration Options yang dapat diakses oleh Administrator, kita bisa membuat dashboard dari template baru ataupun copy desain yang sudah ada untuk dimodifikasi.
solidworks manage 3
Masih banyak fitur yang akan sangat membantu Anda mengolah project menjadi lebih mudah dan tersistem dengan SOLIDWORKS Manage. Do More with SOLIDWORKS!!!

Share

Part Reviewer Pada Menu Tools SOLIDWORKS Application

Halo, sobat SOLIDWORKS. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu feature di menu Tools SOLIDWORKS Application, yakni Part Reviewer. Apa itu “Part Reviewer”? apa fungsi dari Part Reviewer? dan bagaimana cara menggunakannya?

Feature Part Reviewer digunakan dalam menu part pada SOLIDWORKS yang berfungsi untuk mempermudah pembelajaran dalam pembuatan sebuah part. Dari feature ini kita dapat melihat langkah-langkah pembuatan sebuah part dengan menggunakan feature-feature penting (misal : extrude boss, loft surface, flang lange, dan lainnya) yang ada di SOLIDWORKS. Selain itu, kita juga dapat melihat sketch-sketch dalam pembuatan part lengkap dengan ukuran atau dimesinya. Feature ini pastinya akan membantu anda menjelaskan pembuatan part yang telah anda design, terutama kepada para user atau pengguna yang baru atau sedang mempelajari SOLIDWORKS.
Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihat caranya seperti dibawah ini ;

Cara untuk mengaktifkan feature Part Reviewer
Part Reviewer
Pilih menu Tools pada Pull Down Menu pada SOLIDWORKS. Arahkan kursor pada SOLIDWORKS Application. Kemudian pilih Part Reviewer.
Part Reviewer 2
Setelah Part Reviewer pada Tools Toolbar diklik, maka Part Reviewer akan muncul pada Task Pane. Dari file part yang telah anda buka maupun anda ingin membuka file part baru, anda dapat menggunakan Part Reviewer yang telah aktif pada Task Pane. Jangan lupa untuk mengklik icon Auto Show pada bagian pojok kanan atas dari Task Pane, agar menu Task Pane tetap terbuka.
Part Reviewer 3
Gunakan bagian pengontrol seperti pada gambar di atas, untuk melihat tiap proses atau tiap feature yang digunakan pada saat pembuatan part. Pada icon paling kiri dari bagian kontrol (jump to Begining) berfungsi untuk menampilkan step paling awal dai pembuatan part, sementara bagian paling kanan dari bagian kontrol (jump to End) berfungsi untuk menampilkan step paling akhir. Pada bagian tengah, ada icon Step Beck dan Step Forward, yang masing-masing berfungsi untuk melihat step sebelum dan sesudahnya.
Part Reviewer 4
Kemudian, juga terdapat menu detail Show Detail Sketch, yang dapat menampilakan bentuk sketch secara detail lengkap dengan ukuran yang diberikan pada sketch.
Part Reviewer 5
Selain itu, anda juga dapat memberikan comments dari tiap step yang dilakukan. Ini dapat berfungsi sebagai catatan intuk rekan design anda, maupun juga untuk rekan tim lainnya. Untuk dapat membuat comment ataupun mengedit command, anada cukup mengklik icon pensil, maka kolom comment akan langsung aktif.
Demikian pembahasan untuk feature Make Independent. Semoga info ini menambah pengetahuan kita tentang proses Assembly pada SOLIDWORKS.

Share

DUPLIKASI PROJECT ASSEMBLY PADA SOLIDWORKS

Salam untuk seluruh user SOLIDWORKS di Indonesia dan dimanapun berada. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tips and trick pada SolidWorks, khususnya yaitu cara-cara untuk duplikasi suatu project assembly keseluruhan dengan lebih mudah dan cepat.

Sesuatu yang diinginkan oleh semua desainer dan engineer adalah membuat suatu proyek baru yang didasarkan, seringkali, pada iterasi desain yang sebelumnya. Jika anda sudah menggunakan SOLIDWORKS, anda akan menyadari bahwa ada referensi hubungan antara keseluruhan assembly dan komponennya. Jadi jika kita hanya men-copy satu set file komponen di windows explorer lalu merubah nama file komponennya akan menjadi masalah pada keseluruhan assembly-nya.

Jadi, metode apa yang bisa digunakan untuk menyalin, mengganti nama, dan memindahkan keseluruhan assembly? Mari kita bahas!

Save As
Jika anda bekerja hanya dengan satu file, anda dapat menggunakan opsi “save-as copy and continue” dan “save-as copy and open” untuk menggandakan file.
assembly solidworks
‘Save as Copy and Continue’ menyimpan file dengan nama baru tetapi meninggalkan yang lama tetap terbuka di layer.
‘Save as Copy and Open’ menyimpan file yang saat ini terbuka ke nama baru (menutup file lama) namun ini juga akan memperbarui semua referensi ke file baru. Jadi harus berhati-hati!
Dengan melakukan 2 opsi diatas, metode penyalinan akan tetap bisa dilakukan, tapi akan meninggalkan referensi yang merujuk ke file asli nya. Untuk mengatasinya, kita bisa mengaktifkan opsi “include all referenced components”.
assembly solidworks 2
Ini akan menyimpan semua bagian sub-part dari keseluruhan assembly pada waktu yang bersamaan. Dalam dialog “save-as” anda akan mendapatkan beberapa pengaturan penggantian nama atau anda bisa meng-klik ‘Advance’ jika anda membutuhkan pengaturan lebih lanjut atau jika file baru itu memerlukan untuk disimpan di lokasi yang berbeda.

assembly solidworks 3

Pack and Go
Jika anda tidak ingin repot-repot membuka aplikasi SOLIDWORKS dengan tujuan untuk menduplikasi file part. Anda bisa menggunakan fitur ”Pack and Go”. Fitur ini tersedia pada windows Explorer, dengan cara melakukan klik kanan mouse, dengan tempat kursor di file part yang ingin kita duplikasi.
assembly solidworks 4
Atau jika file tersebut sudah terbuka di SOLIDWORKS di list File menu.
“Pack and Go” terlihat seperti “save-as Advance” menu. Anda bisa menambahkan awalan atau akhiran ke semua file dan memilih kemana anda ingin menyimpan file tersebut.

assembly solidworks 5
Namun, anda juga dapat memilih untuk menyimpan file kedalam ZIP dan anda dapat mengklik dua kali pada ‘save to name’ atau pada ‘save to folder’ dan sesuaikan nama baru/lokasi baru.
assembly solidworks 6
Jika anda mengingikan project baru terhubung langsung dengan file aslinya, anda bisa men-uncheck file nya di list file, dan duplikasi project anda akan tetap terhubung dengan file aslinya, ini sangat berguna apabila part anda adalah part standar yang biasa digunakan.
assembly solidworks 7
Copy Tree
Jika anda memiliki SOLIDWORKS PDM standard atau Professional, anda bisa menggunakan fitur bawaan yang bernama ‘Copy Tree’.

assembly solidworks 8
Fitur ini bekerja dengan cara yang sama seperti ‘Pack and Go’ namun dengan peningkatan di interface tatap muka, yang memungkinkan visibilitas lebih baik dari apa yang telah anda konfigurasikan, dan juga membuat lebih mudah dalam perubahan ke sub-file dengan menggunakan ‘filter Display’.
assembly solidworks 9
Ada keuntungan lebih, dalam pengaturan untuk menduplikasikan part yang direferensikan atau versi terakhir dari part tersebut. Dan secara otomatis memberikan penamaan gambar setelah model nya.
Jika anda memiliki PDM Professional, anda juga dapat menggunakan fitur tambahan yaitu “Rename with serial number”. Jadi, hanya dengan meng-klik pada sebuah tombol, anda dapat membuat penomoran serial number ulang pada seluruh komponen assembly sehingga lebih cepat.
assembly solidworks 10
Sekian 3 metode yang bisa digunakan, unuk membuat duplikasi project pada SOLIDWORKS. Semoga informasi ini bermanfaat, dan dapat mempercepat waktu dalam pembuatan project-project baru.

Share

ANALISA HEAT EXCHANGER PADA SOLIDWORKS FLOW SIMULATION

Pada tutorial solidwoks simulation kali ini kita akan mencoba menganalisa perpindahan panas pada Heat Exchanger dimana suatu sumber panas (Heat Source) dipindahkan melalui fluida yang bergerak dalam saluran (Refrigerant-R123) dan perpindahan konveksi pada permukaan luar (udara) Heat Exchanger. Adapun skematik dan properti dari fluida dapat dilihat pada gambar berikut:

HEAT EXCHANGER

Jalankan Flow Simulasi

Pembuatan wizzard setup
• Project Name : Heat Exchanger Analysis
• Unit System : SI (MKS)
• Analysis Type : Internal
Include > Heat Conduction in Solid
Gravity (Y = -9.81 m/s2)
• Default Fluid > Air (gass) sebagai domain utama
Refrigerant-R123 (subdomain)
• Default Solid > Aluminum
• Wall Condition > Default
• Initial Condition > Default

HEAT EXCHANGER 2
HEAT EXCHANGER 3

Subdomain Fluida
Untuk mendefinisikan domain fluida yang berbeda (Refrigerant-123) pada region tertentu diperlukan subdomain condition.
Pilih Face domain kemudian pilih Fluid Type > Refrigerant R-123
HEAT EXCHANGER 4
Boundary Condition
Untuk mendefinisikan fluida yang bergerak diperlukan kondisis batas dimana harus memiliki minimal 1 inlet dan 1 outlet. Pada kasus ini fluida sub domain bergerak dengan kecepatan 0,001 kg/s.

HEAT EXCHANGER 5
HEAT EXCHANGER 6

Heat Source
Sumber panas (Heat Source) merupakan sumber termal yang akan dipindahkan ke fluida baik yang diam (udara) atau yang bergerak (Refrigerant-R123). Sumber panas (Heat Source) sebesar 200W pada permukaan Heat Exchanger seperti berikut:

HEAT EXCHANGER 7
HEAT EXCHANGER 8
HEAT EXCHANGER 9
Klik Run untuk proses kalkulasi dan untuk mencapai konvergensi
HEAT EXCHANGER 10
Note : Grafik Konvergensi untuk Global Goal (Temperatur fluida dan Temperatur solid)

Result
Setelah proses running kita dapat melihat hasil flow simulasi. Berikut ini beberapa parameter result flow simulasi.
• Velocity Flow Result
Kecepatan subdomain fluida Refrigerant-R123

HEAT EXCHANGER 11
• Cut Plot Temperature Result
Pada cut plot dibawah ini dapat dilihat distribusi temperatur untuk region fluida dan solid dapat dilihat untuk temperatur solid berada pada 100 oC dan temperatur udara lingkungan berada pada settingan 25 oC.
HEAT EXCHANGER 12
• Flux Plot
Klik kanan Flux Plot  Insert  pilih semua komponen
Dapat dilihat laju perpindahan dari heat source menuju fluida udara dan R123.

HEAT EXCHANGER 13

Share

Setingan performa terbaik SOLIDWORKS Composer

solidworks composer explodePada tutorial solidworks singkat kali ini, kita akan membahas terkait dengan SOLIDWORKS Composer. SOLIDWORKS Composer bekerja sama dengan SOLIDWORKS CAD dengan mengonversi file part dan assembly menjadi model yang bisa dikerjakan untuk dokumentasi seperti assembly instruction atau manual book.

Akan tetapi terkadang saat menggunakan SOLIDWORKS Composer kita mengalami kurang maksimalnya performance pada saat menggunakannya, seperti contoh :
• Saat mengarahkan kursor ke bagian dalam assembly composer, tujuannya ingin menyorot satu bagian, composer memulai semacam pergerakan dan menyorot seluruh bagian.
• Waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk mengimpor file SOLIDWORKS ke Composer
• Pada saat melalukan rotate atau zoom in/out model, tampilan pada model tersendat atau patah – patah.
Semua masalah di atas dan masalah terkait lainnya adalah karena masalah Grafik dan dapat diselesaikan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini :

Application Preferences – Quality :
Pastikan dalam SOLIDWORKS Composer profile sudah disetting ke High Quality.
solidworks composer
Untuk melakukan settingan tersebut yaitu dengan cara buka File > Preferences > kemudian terbuka Application Preferences window > General > Profile > Pilih High Quality > Klik Apply dan OK. Di SOLIDWORKS 2019 profile sudah tersetting High Quality by default.

Graphic Card settings :
Tambahkan juga SOLIDWORKS Composer kedalam daftar program NVIDIA Control untuk memastikan menggunakan graphic card sudah terpasang, bukan menggunakan graphic card bawaan dari intel machine.
Untuk melakukannya, bisa dengan cara klik kanan pada area kosong di desktop > NVIDIA Control Panel > Manage 3D settings > Program settings > Add > search Dassault Systemes Composer > klik Apply dan OK.
solidworks composer 2
Demikian kira – kira tips & tricks mengenai apa yang dilakukan jika anda ingin memaksimalkan penggunaan SOLIDWORKS Composer. Semoga dapat bermanfaat untuk aktivitas desain Anda dan meningkatkan performa dan mempercepat proses dalam pengerjaan desain anda dengan SOLIDWORKS Composer.

Share

Grouping Mates pada SOLIDWORKS 2019

Group Mates pada solidworks 2019 yaitu sebuah fitur baru di SOLIDWORKS 2019, latar belakang dikembangkannya fitur ini dikarenakan cukup sulit dan jenuhnya mencari mates bila terjadi error pada salah satu atau beberapa mates apalagi jumlah mates pada assembly kita sudah mencapai ratusan mates, jadi seperti apa prosesnya akan kami bahas lebih lengkap.

Pernah kah anda mengalami error pada mates ketika anda tidak sengaja melakukan suatu hal pada SOLIDWORKS anda? Jika iya pasti anda akan kesal karena untuk menyelesaikan problem ini anda harus mencari mates yang error pada struktur mates apalagi jika jumlah mates sudah mencapai puluhan, ratusan atau mungkin ribuan..

Tapi tenang saja pada rilis versi 2019 SOLIDWORKS sudah semakin menyempurnakan fitur – fiturnya terkusus untuk kasus ini adalah mates, dimana kita bisa melakukan metode yang dinamakan Group Mates, yang mana fitur atau fungsi ini sangat membantu kita karena dengan fitur ini SOLIDWORKS akan secara otomatis melakukan “Grouping” atau pengelompokan pada Mates yang kita punya secara otomatis,
grouping solidworks
Hanya dengan Klik Kanan pada Mates anda kemudian pilih Group Mates maka aka nada dua pilihan yaitu By Status dan by Separate Fasteners untuk kasus kali ini kita pilih By Status
grouping solidworks 2

Setelah kita pilih, maka pada List mates kita akan muncul folder – folder “Grouping” sesuai dengan kondisi mates yang terjadi pada assembly kita dan untuk kasus kali ini terbuat secara otomatis 5 folder yaitu :
1. Solved : Mates tidak ada masalah
2. Errors : Terjadi error misalnya hilang referensi
3. Over Defined : Terjadi Over Defined pada mates
4. Suppressed (Missing) : Komponen di Suppress
5. Inactive (Fixed) : Mates yang berjenis Fixed
grouping solidworks 3

Jadi dengan adanya fitur ini kita tidak perlu lagi mencari satu persatu mates mana yang rusak atau Over Defined ataupun yang lainnya, karena hal ini sudah di “group” secara otomatis oleh SOLIDWORKS sehingga untuk proses “troubleshooting” akan jauh lebih mudah tanpa harus mencari – cari mates yang rusak.

Demikian tutorial solidworks kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi proses design anda menggunakan SOLIDWORKS.

Share