ANALISA POROUS MEDIA pada FLOW SIMULATION

kita akan mencoba menganalisa medium berporous atau medium yang memiliki lubang-lubang kecil yang berfungsi menghambat laju aliran fluida yang berguna untuk meredam suara di SOLIDWORKS Flow Simulation. Sebagai contoh konverter exhaust pada kendaraan bermotor yang memiliki porous media untuk meredam bunyi dari mesin motor bakar.

Jalankan Flow Simulasi

Pembuatan wizzard setup

  • Project Name: Porous Media Analysis
  • Unit System: SI (MKS)
  • Analysis Type: Internal
  • Default Fluid –> Air (gass) sebagai domain fluida
  • Wall Condition, Default wall thermal condition –> adiabatic
  • Initial Condition –> Default

pembuatan material porous

Untuk membuat material porous secara custom dapat dilakukan dengan menggunakan engineering database sebagai berikut:
Klik Tools –> Pilih Flow Simulation –> Pilih Tools –> Pilih Engineering Database

Pada engineering database –> Pilih Porous Media –> Pilih user defined –> Klik kanan –> Pilih New Item

Pada Porous Media Database berikan nilai porosity sebesar 0,5 –> Pada Resistance calculation formula Pilih Dependency on velocity –> Berikan nilai A sebesar 57 kg/m2.

Boundary Condition

Untuk mendefinisikan fluida yang bergerak diperlukan kondisis batas dimana harus memiliki minimal 1 inlet dan 1 outlet. Pada kasus ini fluida udara bergerak dengan kecepatan 12 m/s dan untuk outlet menggunakan static pressure dengan besar tekanan atmosfir 1 bar.


Note : Boundary Condition untuk Inlet

Note : Boundary Condition untuk Outlet

Pendefinisian Porous Media

Setelah database material dibuat, selanjutnya adalah pendefinisian untuk komponen yang akan dijadikan porous media. Berikut ini langkahnya:
Klik Tools –> Pilih Flow Simulation –> Pilih Insert –> Pilih Porous Medium

Pada jendela porous medium pilih dua komponen monolith seperti pada gambar berikut –> Pilih porous medium isotropic –> klik OK

Disabel komponen monolith setelah mendefinisikan porous medium karena jika masih terdapat komponen monolith maka akan dianggap solid body dan jadi penghalang (tidak ada fluida yang lewat). Berikut cara mendisable komponen:
Klik kanan Input Data –> Pilih Component Control –> Hilangkan centang pada komponen monolith (porous medium) –> Klik OK

Global Goal

Untuk mencapai keadaan steady state parameter yang diamati yaitu inlet pressure, outlet pressure, overall pressure drop (inlet – outlet), converter drop (mid pressure – outer pressure)

Mesh

Mesh yang digunakan adalah mode Automatic dengan Setting Level: 3

Running

Klik Run untuk proses kalkulasi dan untuk mencapai konvergensi

Result

Setelah proses running kita dapat melihat hasil flow simulasi. Berikut ini beberapa parameter result flow simulasi.

  • Velocity Flow Result, Kecepatan subdomain fluida Refrigerant-R123

Terdapat penurunan kecepatan didaerah porous material yang semula kecepatanya 12 m/s dibagian porous menjadi 2 m/s

Goal Plot

Klik kanan goal plot –> pilih semua parameter goal –> Klik Show

Dari goal plot dapat dilihat terjadi penurunan pressure drop sebesar 164 Pa yang dihitung dari inlet pressure – outlet pressure, sedangkan penurununan konverter drop yang dihitung dari inlet monolith2 pressure – outlet pressure sebesar 83 Pa, hal tersebut sesuai dengan prinsip kerja konverter.

jika ada pertanyaan seputar software solidworks jangan ragu untuk menghubungi kami kami siap membantu anda

Share

Cara manual Backup Solidworks PDM Database

Saat memecahkan masalah SOLIDWORKS PDM, atau saat melakukan Software Upgrade, anda mungkin perlu membackup secara manual Database SOLIDWORKS PDM di luar Schdule maintenance yang biasanya dijadwalkan.

Cara backup ini dapat dijalankan sebagai task di Microsoft SQL Server Management Studio.
Langkah 1: Pada SQL Server Management Studio, klik kanan pada database PDM yang ingin di backup, kemudian klik pada flyout Tasks dan pilih “Backup

Langkah 2: Di kotak dialog Backup, di General Page, pastikan bahwa tipe Backup diatur ke Full dan Backup Component diatur ke Database. Di Destination area, periksa kembali bahwa opsi Backup diatur ke Disk. Anda mungkin perlu memilih existing destination yang ada dan kli Remove“, lalu klik “add“.

Backup the SOLIDWORKS PDM Database

Langkah 3: Dalam dialog Select Backup Destination, klik “…” dan pilih folder tempat file backup yang sudah dibuat. Masukkan nama termasuk ekstensi “bak”. Klik Ok pada dialog Select Backup Destination  untuk kembali ke Layar General pada backup dialog.

Select Backup Destination

Langkah 4: Pada Media Options di jendela dialog Backup, atur Overwrite media option ke Overwrite all existing backup sets, lalu centang opsi di bawah Reliability ke Verify backup when finished.

Overwrite media option

Compress backup

Langkah 5 (Opsional): Ukuran file backup tergantung pada ukuran vault. File ini bisa sangat besar, mungkin beberapa gigabytes. Namun ketika dikompresi ukuran file akan berkurang secara dramatis. Jika ukuran file akan sangat besar, pada halaman Opsi backup dari jendela dialog backup, Anda mungkin ingin mengatur tindakan Kompresi ke compress backup. Atau, file .bak dapat dikompres menggunakan kompresi Windows atau program pihak ketiga.

Share

Import File DWG pada SOLIDWORKS Elctrical

Kali ini kita akan membahas tentang caranya melakukan Import DWG file pada SOLIDWORKS Electrical. Pada Ribbon menu SOLIDWORKS Electrical, terdapat menu Import/Export. Pada bagian tersebut terdapat feature Import DWG files untuk bagian Import. Pada feature Import DWG files ini, kita dapat mengubah atau mengimport file dari project SOLIDWORKS Electrical kedalam file DWG. Berikut untuk cara mengimport file project SOLIDWORKS Electrical ke dalam file DWG.

Pertama, pilih feature Import DWF files pada Ribbon menu Import/Export.

Kedua, pilih folder asal dari file DWG pada bagian “Folder of files to import”, kemudian pilih book sesuai dengan posisi book yang ingin ditambahkan file DWG pada project SWE, pada kolom “Destinantion book”. Detelah selesai, pilih “Next”.

Ketiga, bila dalam satu folder terdapat beberapa file, anda dapat memilih file yang akan diimport dan sisanya bisa anda delete.

Apabila file yang akan diimport ke dalam project electrical sudah pilih, anda dapat mengklik next untuk tahap selanjutnya.

Keempat, apabila ada symbol, block, ataupun title block dari file DWG yang akan dihapus, anda dapat mencheck list. Anda juga dapat mereplace atau mengganti object dengan object dari file DWG lain. Namun, apabila tidak ada yang direplace maupun didelete, maka anda dapat langsung mengklik “Next” untuk ke tahap selanjutnya

Kelima, kita dapat menentukan posisi dari hasil import DWG file. Dan pada bagian ini kita juga bisa menambahakan jarak dari bagian tengah dengan menggunakan offset

Keenam, apabila dalam file DWG configuration, anda dapat memilih Save import configuration. Namun kalau tidak ada, anda dapat memilih Do not save. Configuration di sini maksudnya adalah configuration untuk description dari files

Setelah semua proses atau tahapan import dilakukan, maka anda dapat melihat file DWG yang anda import ke dalam project pada Side Panel kiri SOLIDWORKS Electrical. Biasanya untuk penomoran dari dari lembar project akan langsung mengikuti urutan sebelumnya.

Hasil Import DWG file langsung masuk ke project yang sedang dibuka

Demikian pembahasan untuk feature Termination type atau skun. Semoga info ini menambah pengetahuan kita tentang SOLIDWORKS Electrical

Share

Pembuatan program CAMWorks dari file 2D DXF/DWG pada SOLIDWORKS

bagaimana Pembuatan program CAMWorks dari file 2D DXF/DWG pada SOLIDWORKS ? Apakah di CAMWorks hanya dapat membuat program dari file 3D? Bagaimana kalau kita hanya memiliki file dalam bentuk 2D dan akan kita buat program CAM’nya.

Di CAMWorks kita dapat membuat program dari file DXF/DWG, dengan begitu kita tidak perlu susah2 membuat 3D’nya terlebih dulu kemudian membuat program CAM’nya. Dari layer yang di hasilkan file DXF/DWG bisa langsung dipilih bagian yang akan kita buat program, baik itu facing,lubang,countur dsb.

CAMWorks adalah feature-based CAM software yang cukup intuitif, sehingga dapat membantu anda meningkatkan produktifitas proses machining dengan menggunakan teknologi yang terbaik dikelasnya dan juga menggunakan alat otomatisasi yang dapat disesuaikan guna untuk memaksimalkan efesiensi dari mesin CNC yang anda miliki. solusi cam software pertama dengan CERTIFIED GOLD PRODUCT yang dirancang khusus untuk beroperasi di SOLIDWORKS. dan juga bisa beroperasi berdiri sendiri (standalone)

untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada video dibawah ini :

Share

Fitur DFM Xpress pada solidworks

Fitur DFM Xpress pada solidworks ini adalah bagian dari xpress produk, fitur ini terletak pada menu tools dan berfungsi untuk pengecekan dari desain yang kita buat
apakah desain itu bisa diproses atau tidak, baik itu proses secara milling, turning, sheetmetal ataupun injection molding, jadi fitur ini lebih untuk mengecek dari proses manufaktur

untuk standard defaultnya bisa kita custom dari mulai holedepth ratio, minimum tooldepht dan kita bisa atur parameternya sesuai kebutuhan. untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada video berikut ini yang akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan fitur DFM Xpress ini:

jangan lupa subscribe youtube channel kita supaya kita semangat membuat video-video yang lainnya
kalau kata halilintar subscribe itu gratis kakak

Share

Mengkonvert Modo Appearance dari PhotoView 360 ke solidworks Visualize

Salam hangat untuk para user solidworks Indonesia, Pada kesempatan ini saya mau membahas mengenai cara mengkonvert Modo Appearance dari  PhotoView 360 ke solidworks Visualize.
Convert mode appearance ini di maksudkan agar  bisa di gunakan di solidwoks visualize karena di solidwoks visualize hanya bisa mengunakan format  ‘.svap’.

Berikut cara convertnya:
1. Buka SOLIDWORKS, Pilih bagian Modo appearance yang diinginkan.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 1 - SOLIDWORKS - Appearances Tab
Gambar 1 – SOLIDWORKS – Appearances Tab

2. Gunakan atau aktifkan SOLIDWORKS Visualize pada Add-in, dan pilih Export Simple pada tab fitur SOLIDWORKS Visualize.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 2 - SOLIDWORKS - Visualize Add-In Export Simple
Gambar 2 – SOLIDWORKS – Visualize Add-In Export Simple

3. Lalu buka Solidworks Visualized,dan pilih dan klik appearance pada tab Appearances  (beri nama pada appearance).
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 3 - VISUALIZE - Appearance Tab
Figure 3 – VISUALIZE – Appearance Tab

4. pilih appearance , dan klik  Export
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 4 - VISUALIZE - Export Appearance
Gambar 4 – VISUALIZE – Export Appearance

5. beri nama dan klik Save. File akan ter simpan dengan format SOLIDWORKS Appearance File (.svap). kita dapat membuat folder pada library dan menyimpan file appearance pada folder tersebut.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 5 - VISUALIZE - Save As .svap
Gambar  5 – VISUALIZE – Save As .svap

6. Dan sekarang Modo appearance pada local library files.
SOLIDWORKS Visualize – Converting Modo Appearances for Use in Visualize - Figure 6 - VISUALIZE - Local Appearances Library
Gambar 6 – VISUALIZE – Local Appearances Library

 

Share

Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM

Pada SOLIDWORKS CAM sudah dilengkapi dengan Automatic Feature Recognition atau bisa disingkat AFR, feature inilah yang pada kebanyakan software CAM tidak memilikinya. Apakah itu AFR pasti sobat sekalian penasaran dengan feature ini kenapa digadang-gadang dapat mempersingkat waktu pembuatan program CAM. AFR adalah feature yang mampu menganalisa bentuk geometri dari part (pengganti dari chain), dan kemudian akan diteruskan menentukan operation dan toolpath yang sesuai dari bentuk / geometri tersebut. Sehingga AFR dapat menghemat waktu yang cukup besar pada saat user membuat program CAM.
Bagaimana cara penggunaan AFR ?

1. Kita setting terlebih dahulu parameterDefine Machine, Stock Manager, Coordinate System, Setup.

a.) Define Machine,  dari define machine kita tentukan mesin yang akan kita gunakan (Machine), daftar Tool yang akan kita gunakan untuk membuat program tersebut (Tool Crib), beserta Post Prosessor yang dimiliki mesin kita.

b.) Stock Manager , kita masukkan dimensi raw material beserta jenis materialnya apa.

c.) Coordinat System : kita tentukan koordinat settingan zero X,Y dan Z programnya ada dimana

d.) Mill Setup : setelah kita tentukan coordinat system, kita masuk pada setup benda kerja tersebut akan di proses dari sisi mana, setup disini juga bisa disebut sebagai Operation Prosess ke-x (OP ke-x) karena setiap benda kerja tentunya akan berbeda-beda jumlah OP’nya bisa satu,dua atau lebih dari itu.

2. Pada penggunaan fiturnya AFR, kita bisa klik pada Extract Machinable Features.

AFR atau setelah kita klik Extract Machinable Feature secara otomatis akan mendeteksi dari bentukan-bentukan feature CAD atau biasanya user mengenal sebagai bidang yang diproses (Chain),bentukannya antara lain bisa liahat gambar dibawah ini :

Setelah dipilih Extract Machinable Feature di maka Feature akan otomatis memilih sendiri,

3. Setelah itu baru bisa kita Generate Operation Plan

4. Terakhir kita Generate Toolpath untuk merubah operation menjadi toolpath.

5. Terakhir bisa kita simulasikan program yang sudah kita buat menggunakan AFR tadi.

Kita juga bisa memilih bagian mana saja yang prosesnya akan muncul di AFR, jadi tidak semua proses kita buat secara otomatis. Berikut cara setting AFR’nya :

Selain bisa kita pilih featur apa saja yang dapat di otomatiskan kita juga dapat mengedit parameter-parameter operation, dan toolpath. Jadi kita juga bisa control sesuai dengan style parameter yang biasa di perusahaan kita pakai.

Dengan menggunakan AFR kita bisa mengefisienkan pembuatan program kita, dan bisa meningkatkan produktivitas kita. AFR dapat digunakan untuk pembuatan program Lathe dan Milling 2.5 axis, selebihnya dari axis tersebut kita harus membuat program secara manual atau biasa disebut sebagai Interactive Feature Recognition (IFR).

Demikian pembahasan kita mengenai feature Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM ,masih banyak fitur-fitur lainnya pada SOLIDWORKS CAM. Demikian ulasan fitur SOLIDWORKS CAM. Dan apabila ada petanyaan mengenai SOLIDWORKS CAM bisa langsung melalui alamat email Arisma Data Setia info.solidworks@arismadata.com atau bisa langsung menghubungi nomor telpon Arisma Data Setia di (62)21 – 2961 9225.

Share

MENGURANGI BIAYA PADA PROSES PRODUKSI 3D PRINTER – ultimaker

Halo sobat SOLIDWORKS semuanya. Tips kali ini akan berbeda dari yang sebelumnya. Karena, kita akan membahas mengenai sebuah teknologi baru yaitu mesin cetak 3D (3 Dimensi) atau yang biasa disebut 3D-Printer. FFF 3D Printing – sebuah teknologi digital yang membuat objek fisik dengan cara membuat lapisan demi lapisan material – memiliki pengaruh yang revolusioner pada sebuah proses produksi. Dari industry otomotif sampai industry kecantikan. Merk-merk terkenal diseluruh dunia sudah mendapatkan keuntungan kompetisi dengan menggunakan 3D Printer dalam memproduksi kembali, mengurangi biaya produksi, dan mempercepat waktu untuk produk sampai ke pasaran.

Alat cetak 3 Dimensi di Rumah

Pabrik dan bengkel selalu mengandalkan alat bantu produksi setiap harinya. Jigs, fixture, dan alat pengecek kualitas memfasilitasi dalam memproduksi lebih cepat, mengurangi penyimpangan hasil selama assembly dan pemasangan, memegang komponen dengan aman, dan merampingkan rutinitas lini produksi.
Tetapi alat bantu produksi sering kali merupakan barang yang harus disesuaikan. Outsourcing produksi ke pihak ketiga menyebabkan waktu tunggu lama, biaya tambahan, berat bertambah, dan pertimbangan penyimpanan dengan setiap produksinya, dengan proses manufaktur yang sepenuhnya dikontrol oleh pemasok. Setiap masalah dengan desain akan memerlukan siklus pengulangan, dan akan berdampak pada pengiriman produk yang lambat.
Pencetakan 3D memberikan fleksibilitas lebih besar untuk pembuatan peralatan produksi, menghilangkan kendala yang sering terjadi, seperti waktu tunggu, pengiriman, dan faktor terkait lainnya. Karena setiap item diproduksi secara sendiri (in-site), proses pembuatan sepenuhnya berada di bawah kendali diri sendiri.
Material Polimer printer 3D menawarkan berbagai sifat yang berbeda, seperti ketangguhan yang tinggi, kekuatan yang tinggi, fleksibilitas, ketahanan terhadap bahan kimia, dan banyak lagi. Bahan relatif murah, memungkinkan produksi desain yang lebih luas. Jika diperlukan perubahan alat, atau tempat kerja memiliki saran tentang cara meningkatkan ergonomi alat, setiap desain dapat direvisi, dicetak 3D ulang, dan dapat digunakan dalam hitungan jam. Jika suatu bagian tidak memenuhi persyaratan yang tepat dalam pengaplikasiannya, ia dapat dicetak ulang dengan bahan yang lebih
keras atau kaku. Dan jika lebih banyak bagian diperlukan, desain dapat dicetak ulang sebanyak yang Anda butuhkan.

  • Jadilah yang terdepan dalam persaingan dengan biaya murah. Kurang dari 1% manufaktur global saat ini memanfaatkan teknologi printer 3D
  • Biaya produksi yang rendah memungkinkan rentang aplikasi yang lebih besar daripada metode produksi konvensional yang biasanya, tanpa kompromi pada ROI.
  • Barang mudah disesuaikan, disempurnakan, dan diadaptasi dengan biaya seminimal mungkin.
  • Waktu pengembangan alat berkurang dari hitungan bulan menjadi hitungan hari.
  • Hasil jalur perakitan dan efisiensi produksi ditingkatkan dengan cara yang menghemat biaya.
  •  

Memvalidasi hasil desain lebih cepat

            Pencetakan dari Desain 3D itempat meningkatkan siklus pembuatan prototipe, sehingga produk dapat sampai ke pasar lebih cepat. Biaya produksi yang tidak mahal dalam pembuatan prototipe 3 dimensi yang fungsional dan keakuratan dimensi tinggi, serta dapat dibagikan langsung ke pelanggan untuk dilakukan pengecekan bentuk, kesesuaian ukuran, dan fungsi. Prototipe 3 dimensi yang disempurnakan dapat memberikan pemangku kepentingan utama pada perusahaan, sebuah awal permulaan dalam strategi komunikasi marketing dan penjualan – Sebelum barang produksi pertama di buat.
Polimer seperti nilon atau polipropilena dapat dicetak 3D, jadi dalam beberapa kasus Anda dapat menguji prototipe dengan sifat material yang sama dengan produk akhir. Barang-barang yang dimaksudkan untuk produksi dengan bahan-bahan mahal, seperti logam mulia, pertama-tama dapat diproduksi sebagai prototipe 3D yang murah untuk memverifikasi karakteristik fisiknya. Pencetakan 3D juga dapat digunakan untuk membuat cetakan, atau untuk pertimbangan lain yang berada di luar produk itu sendiri, seperti prototipe kemasan.

  • Yakinlah akan konsep produk sebelum berinvestasi dalam peralatan produksi yang mahal.
  • Buktikan konsep berhasil sebelum memproduksinya dengan bahan yang lebih mahal, seperti logam.
  • Prototipe dengan bahan yang sama dengan barang-barang produksi, seperti nilon atau polypropylene.

Membuat end-use part

            Pernahkah anda mengalami kondisi harus memperbaiki produk atau mesin yang terbuat dari suku cadang yang mahal, atau sudah tidak diproduksi lagi? 3D printer memungkinkan kita untuk meproduksi part tersebut dengan kualitas tinggi yang bisa langsung digunakan sebagai objek fungsional alat.
Metode konvensional, seperti alat cetak injeksi, harus mengikuti pembatasan aturan untuk desain produksi. Dengan 3D Printer pembatasan tersebut tidak ada, memungkinkan pembuatan bentuk yang lebih berbeda dari konvensionalnya, yang meningkatkan kerja structural, menghemat bahan yang digunakan, dan memperpendek siklus desain produksi sebuah alat.
Ketersediaan material dalam 3D Printer meluas setiap harinya, jadi apakah perlu material yang diperkuat, tahan kimia, aman untuk bersentuhan dengan makanan, atau jenis lainnya yang terstandarisasi industry. Sangat mungkin semua pengaplikasian bisa dicakup.

  • Membuat alat yang kompleks dengan cepat dan murah.
  • Menghilangkan keterbatasan yang ada pada outsourching.
  • Keuntungan dari kemudahan pembuatan desain secara berulang.
  • Manufaktur dengan kemudahan akses dan terukur

Pencetakan 3D adalah yang paling serbaguna dari semua proses pembuatan, dan dapat menghasilkan bentuk yang lebih kompleks daripada teknologi lainnya. Tanpa perlu tooling tetap atau kendala manufaktur subtraktif lainnya, pencetakan 3D menyimpan material hanya jika diperlukan. Ini menghasilkan lebih sedikit limbah dan lebih sedikit biaya transportasi.
Peralatan manufaktur konvensional bergantung pada kalibrasi khusus dan staf staf yang terlatih untuk mengoperasikannya. 3D Printer membuat penggunaannya  dapat diakses oleh siapa saja. 3D Printer Ultimaker dirancang agar mudah dan aman digunakan, dan konfigurasi printer serta operasi pemeliharaannya secara otomatis, jadi Anda tidak harus mahir secara teknis untuk menggunakannya. 3D Printer yang diproduksi oleh Ultimaker telah menjalani pengujian ketat agar sesuai dengan standar internasional untuk penggunaan tanpa pengawasan yang aman, sehingga Anda aman meninggalkan printer saat sedang mencetak, sementara Anda mengerjakan pekerjaan yang lain.
Perangkat lunak yang dibangun di dalam setiap 3D printer Ultimaker yang mendukung konektivitas jaringan untuk mengatur dan mengoperasikan printer dalam produksi jangka pendek dapat dilakukan di dalam tempat kerja Anda. Dengan menggunakan perangkat lunak ini, 3D printer yang sudah dikelompokkan dapat saling berkoordinasi dan memproses antrian pekerjaan untuk memproduksi barang secara paralel, untuk memenuhi permintaan secara efisien. Analitik utama, seperti waktu cetak, penggunaan bahan, dan lainnya dicatat dengan aman dan tersedia untuk dilihat, sehingga Anda dapat melacak proses, dan perkiraan persediaan secara efektif. Semua ini dapat dikontrol oleh satu orang dari satu antarmuka, seperti laptop, smartphone, atau tablet. Dengan aplikasi berfitur lengkap dan konektivitas cloud, Anda juga dapat memulai pekerjaan, melacak kemajuan pekerjaan cetak Anda, dan menerima pemberitahuan status di luar jaringan lokal Anda.

  • 3D Printer dapat menghasilkan berbagai bentuk yang berbeda tanpa perlu mengubah perkakas yang digunakan.
  • Biaya transportasi dan pembuangan limbah lebih sedikit dibandingkan dengan metode subtraktif.
  • Kemudahan penggunaan printer 3D Ultimaker memungkinkan Anda mengeluarkan biaya lebih sedikit untuk membayar tenaga kerja ahli.
  • Printer 3D Ultimaker memenuhi standar internasional untuk penggunaan yang aman tanpa pengawasan.
  • Printer 3D Ultimaker yang didukung jaringan adalah solusi produksi yang otomatis dan dapat diskalakan.
  • Penyederhanaan pembuatan desain model

            Pembuatan model adalah langkah penting dalam industri arsitektur, desain produk, dan industri kreatif lainnya. Industri-industri ini sudah mengandalkan pemodelan CAD untuk menyampaikan ide, jadi bisa mengkonversi data ini menjadi sesuatu yang bisa dicetak 3D adalah proses yang sederhana. Model pencetakan 3D menghilangkan karakteristik pembuatan model konvensional yang memakan waktu dan padat karya, tidak memerlukan tenaga terampil, dan menghasilkan lebih sedikit limbah daripada metode konvensional, seperti busa atau pengerjaan kayu.
Arsitek dengan cepat mengadopsi pencetakan 3D untuk membuat prototipe yang rumit, dan tidak perlu lagi berkompromi dengan detail atau akurasi model, semuanya menghemat waktu dan biaya dalam proses. Dari model kecil hingga model konteks besar, ketelitian tinggi, prototipe yang terperinci dapat diproduksi secara akurat oleh printer 3D dalam hitungan jam, dan kemudian diduplikasi bila diperlukan.
Klien dapat melihat, menyentuh, dan merasakan konsep untuk mendapatkan ide yang lebih jelas tentang hubungan spasial dari suatu desain – lebih dari sekadar dengan hanya melihat desain CAD di layar. Dan jika sebuah ide perlu dikomunikasikan dengan cepat melintasi jarak yang jauh, data CAD dapat dibagikan dan dicetak di setiap lokasi.

  • Mengkomunikasikan ide dengan model yang diproduksi secara langsung dan jelas dari data CAD Anda
  • Membuat geometri kompleks yang biasanya sulit dibuat dengan tangan,
    dengan detail pada skala besar atau kecil
  • Menurunkan proses pengembangan dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa hari
  • Penduplikasian model dengan mudah jika diperlukan

Kami PT ARISMA DATA SETIA juga menyediakan jasa desain 3D CAD Modeling (baik 2D maupun 3D), Drafting, Converting File, Rendering. Kami siap membantu anda baik untuk personal ataupun perusahaan yang menemui kesulitan dalam membuat desain mesin, membuat gambar teknik untuk produksi, atau ingin membuat presentasi teknis.

Share