{"id":8817,"date":"2020-03-19T11:04:00","date_gmt":"2020-03-19T04:04:00","guid":{"rendered":"http:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/?p=8817"},"modified":"2020-03-19T11:04:00","modified_gmt":"2020-03-19T04:04:00","slug":"menganalilsa-kecepatan-aliran-air-pada-sebuah-pipa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/2020\/03\/menganalilsa-kecepatan-aliran-air-pada-sebuah-pipa\/","title":{"rendered":"Menganalilsa kecepatan aliran air pada sebuah pipa"},"content":{"rendered":"<p>Tips and Tricks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan add-ins Xpress Product yaitu FloXpress. Fitur ini berfungsi untuk melakukan analisis aliran dari produk yang dirancang (cth : pipa, valve, dan sebagainya). Resullt yang dihasilkan berupa kecepatan aliran yang terjadi pada saluran dari produk yang dirancang.<\/p>\n<p>Untuk tipe aliran bisa <a href=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/2020\/02\/analisa-porous-media-pada-flow-simulation\/\">menganalisis aliran air atau udara<\/a>. Untuk parameter input bisa berupa tekanan, kecepatan aliran massa, atau kecepatan aliran volume. Untuk Menjalankan \u201cAnalyze water velocity on Pipe\u201d ikuti langkah dibawah ini:<\/p>\n<p>1. Buatlah sebuah part seperti gambar dibawah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis.jpg\" alt=\"\" width=\"376\" height=\"233\" \/><\/p>\n<p>2. Terlebih dahulu buat sebuah \u201cLid\u201d karena untuk melakukan analisis aliran kita harus membuat part tersebut memiliki volume. Membuat \u201cLid\u201d bisa dengan menggunakan fitur Extrude.<\/p>\n<p>3. Buatlah \u201cLid\u201d pada saluran masuk dan saluran keluar desain yang kita buat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis2.jpg\" alt=\"\" width=\"412\" height=\"128\" \/><\/p>\n<p>4. Rubah Transparansi pada body dari part dibuat, supaya aliran didalam part dapat terlihat<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis3.jpg\" alt=\"\" width=\"263\" height=\"157\" \/><\/p>\n<p><strong>Mengaktifkan Xpress Product.<\/strong><\/p>\n<p>5. Klik menu Tools \u2013 Xpress Product \u2013 Pilih FloXpress.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis4.jpg\" alt=\"\" width=\"343\" height=\"119\" \/><\/p>\n<p>6. Akan muncul notifikasi Welcome. Lalu diklik Next.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis5.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p>7. Pada Check Geometry, aktifkan View Fluid Volume untuk dapat melihat volume dari part yang dibuat, akan muncul seperti gambar dibawah. Lalu klik Next lagi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis6.jpg\" alt=\"\" width=\"477\" height=\"275\" \/><\/p>\n<p>8. Pilih fluida yang akan digunakan yaitu Water, lalu klik Next.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis7.jpg\" alt=\"\" width=\"181\" height=\"168\" \/><\/p>\n<p>9. Gunakan Mass Flow Rate untuk parameter yang digunakan pada saluran masuk. 0,1 kg\/s dengan suhu 303K. Pilih Face seperti gambar dibawah untuk titik saluran masuk. Klik Next.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis8.jpg\" alt=\"\" width=\"485\" height=\"253\" \/><\/p>\n<p>10. Untuk saluran keluar akan otomatis terpilih Pressure dengan nilai tekanan default-nya. Lakukan pemilihan Face seperti gambar dibawah, untuk titik saluran keluar. Klik Next.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis9.jpg\" alt=\"\" width=\"526\" height=\"284\" \/><\/p>\n<p>11. Klik pada tombol Play berwarna hijau seperti gambar disamping untuk mulai melakukan Running Simulasi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis10.jpg\" alt=\"\" width=\"187\" height=\"198\" \/><\/p>\n<p>12. Setelah Running selesai, secara otomatis akan terbuka View Result. Beberapa point penting pada View Result ini :<\/p>\n<ul>\n<li>1. Play Trajectories untuk memainkan animasi aliran.<\/li>\n<li>2. Plot Setting, memilih hasil tampilan garis aliran berupa Pipes atau Balls, beserta jumlah element plot-nya.<\/li>\n<li>3. Generate Report untuk menghasilkan report simulasi aliran dalam bentuk Word.<\/li>\n<li>4. Result Plot, melihat hasil nilai perubahan kecepatan <a href=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/2014\/07\/menghitung-volume-internal-fluida\/\">aliran fluida<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/FloXpress-Velocity-Analysis11.jpg\" alt=\"\" width=\"534\" height=\"305\" \/><\/p>\n<p>13. Dapat dilihat, hasil kecepatan aliran fluida pada Inlet sebesar 0.061 m\/s, dikarenakan pada part ini terjadi penyempitan luas penampang maka aliran akan bergerak semakin cepat, sehingga nilai kecepatan aliran pada Outlet berubah menjadi 0.146 m\/s.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tips and Tricks singkat kali ini akan membahas mengenai penggunaan add-ins Xpress Product yaitu FloXpress. Fitur ini berfungsi untuk melakukan analisis aliran dari produk yang dirancang (cth : pipa, valve, dan sebagainya). Resullt yang dihasilkan berupa kecepatan aliran yang terjadi pada saluran dari produk yang dirancang. Untuk tipe aliran bisa menganalisis aliran air atau udara. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,22,11],"tags":[],"class_list":["post-8817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-solidworks","category-solidworks-add-on-modules","category-tutorial-solidworks"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8817"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8817\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}