{"id":8721,"date":"2020-02-10T11:38:14","date_gmt":"2020-02-10T04:38:14","guid":{"rendered":"http:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/?p=8721"},"modified":"2020-02-10T11:38:14","modified_gmt":"2020-02-10T04:38:14","slug":"automatic-feature-recognition-afr-pada-solidworks-cam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/2020\/02\/automatic-feature-recognition-afr-pada-solidworks-cam\/","title":{"rendered":"Automatic Feature Recognition (AFR) pada SOLIDWORKS CAM"},"content":{"rendered":"<p>Pada <a title=\"solidworks cam\" href=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/2018\/01\/solidworks-cam-fiture-terbaru-di-solidworks-2018\/\" target=\"_blank\"><strong>SOLIDWORKS CAM<\/strong><\/a> sudah dilengkapi dengan Automatic Feature Recognition atau bisa disingkat AFR, feature inilah yang pada kebanyakan software CAM tidak memilikinya. Apakah itu AFR pasti sobat sekalian penasaran dengan feature ini kenapa digadang-gadang dapat mempersingkat waktu pembuatan program CAM. AFR adalah feature yang mampu menganalisa bentuk geometri dari part (pengganti dari chain), dan kemudian akan diteruskan menentukan operation dan toolpath yang sesuai dari bentuk \/ geometri tersebut. Sehingga AFR dapat menghemat waktu yang cukup besar pada saat user membuat program CAM.<br \/>\nBagaimana cara penggunaan AFR ?<\/p>\n<p><strong>1. Kita setting terlebih dahulu parameter<\/strong><strong><em><u>Define Machine, Stock Manager, Coordinate System, Setup. <\/u><\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-1.jpg\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"143\" \/><\/p>\n<p><strong><u>a.) Define Machine<\/u><\/strong>,\u00a0 dari define machine kita tentukan mesin yang akan kita gunakan <strong><em>(Machine)<\/em><\/strong>, daftar Tool yang akan kita gunakan untuk membuat program tersebut <strong><em>(Tool Crib)<\/em><\/strong>, beserta <strong><em>Post Prosessor<\/em><\/strong> yang dimiliki mesin kita.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-2.jpg\" alt=\"\" width=\"759\" height=\"424\" \/><\/p>\n<p><strong><u>b.) Stock Manager , <\/u><\/strong>kita masukkan dimensi raw material beserta jenis materialnya apa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-3.jpg\" alt=\"\" width=\"524\" height=\"361\" \/><\/p>\n<p><strong><u>c.) Coordinat System<\/u><\/strong> : kita tentukan koordinat settingan zero X,Y dan Z programnya ada dimana<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-4.jpg\" alt=\"\" width=\"611\" height=\"365\" \/><\/p>\n<p><strong><u>d.) Mill Setup :<\/u><\/strong> setelah kita tentukan coordinat system, kita masuk pada setup benda kerja tersebut akan di proses dari sisi mana, setup disini juga bisa disebut sebagai Operation Prosess ke-x (OP ke-x) karena setiap benda kerja tentunya akan berbeda-beda jumlah OP\u2019nya bisa satu,dua atau lebih dari itu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-5.jpg\" alt=\"\" width=\"616\" height=\"399\" \/><\/p>\n<p>2. Pada penggunaan fiturnya AFR, kita bisa klik pada Extract Machinable Features.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-7.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"181\" \/><\/p>\n<p>AFR atau setelah kita klik Extract Machinable Feature secara otomatis akan mendeteksi dari bentukan-bentukan <a title=\"fitur terbari solidworks 3 cad\" href=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/2018\/08\/10-fiture-terbaru-di-solidworks-2019-3d-cad\/\">feature CAD<\/a> atau biasanya user mengenal sebagai bidang yang diproses (Chain),bentukannya antara lain bisa liahat gambar dibawah ini :<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-8.jpg\" alt=\"\" width=\"417\" height=\"247\" \/><\/p>\n<p>Setelah dipilih Extract Machinable Feature di maka Feature akan otomatis memilih sendiri,<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-9.jpg\" alt=\"\" width=\"287\" height=\"396\" \/><\/p>\n<p>3. <strong>Setelah itu baru bisa kita<\/strong> <strong><em>Generate Operation Pla<\/em><\/strong>n<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-10.jpg\" alt=\"\" width=\"575\" height=\"264\" \/><\/p>\n<p><strong>4. Terakhir kita <em><u>Generate Toolpath<\/u> <\/em>untuk merubah operation menjadi toolpath.<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-11.jpg\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"284\" \/><\/p>\n<p>5. <strong>Terakhir bisa kita simulasikan program yang sudah kita buat menggunakan AFR tadi.<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-12.jpg\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"195\" \/><\/p>\n<p>Kita juga bisa memilih bagian mana saja yang prosesnya akan muncul di AFR, jadi tidak semua proses kita buat secara otomatis. Berikut cara setting AFR\u2019nya :<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/solidworks-cam-13.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"431\" \/><\/p>\n<p>Selain bisa kita pilih featur apa saja yang dapat di otomatiskan kita juga dapat mengedit parameter-parameter operation, dan toolpath. Jadi kita juga bisa control sesuai dengan style parameter yang biasa di perusahaan kita pakai.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan AFR kita bisa mengefisienkan pembuatan program kita, dan bisa meningkatkan produktivitas kita. AFR dapat digunakan untuk pembuatan program Lathe dan Milling 2.5 axis, selebihnya dari axis tersebut kita harus membuat program secara manual atau biasa disebut sebagai <strong><em>Interactive Feature Recognition (IFR).<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Demikian pembahasan kita mengenai feature <strong><u>Automatic Feature Recognition (AFR)<\/u><\/strong> pada SOLIDWORKS CAM ,masih banyak fitur-fitur lainnya pada SOLIDWORKS CAM. Demikian ulasan fitur <a title=\"solidworks\" href=\"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\"><strong>SOLIDWORKS<\/strong><\/a> CAM. Dan apabila ada petanyaan mengenai SOLIDWORKS CAM bisa langsung melalui alamat email Arisma Data Setia info.solidworks@arismadata.com atau bisa langsung menghubungi nomor telpon Arisma Data Setia di (62)21 \u2013 2961 9225.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada SOLIDWORKS CAM sudah dilengkapi dengan Automatic Feature Recognition atau bisa disingkat AFR, feature inilah yang pada kebanyakan software CAM tidak memilikinya. Apakah itu AFR pasti sobat sekalian penasaran dengan feature ini kenapa digadang-gadang dapat mempersingkat waktu pembuatan program CAM. AFR adalah feature yang mampu menganalisa bentuk geometri dari part (pengganti dari chain), dan kemudian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,604,899,578,23,22,750,11,1],"tags":[],"class_list":["post-8721","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-solidworks","category-belajar-solidworks","category-camworks","category-design-3d","category-solidworks-2","category-solidworks-add-on-modules","category-solidworks-cam","category-tutorial-solidworks","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8721\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arismadata.com\/solidworks\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}