Managed Detection & Response untuk membantu perusahaan memperkuat keamanan siber tanpa membebani tim IT internal.
Ancaman Siber Tidak Mengenal Jam Kerja
Transformasi digital membuat perusahaan semakin bergantung pada jaringan, server, endpoint, aplikasi, dan data. Namun semakin besar ketergantungan terhadap teknologi, semakin besar pula permukaan serangan yang harus dilindungi.
Di sisi lain, tidak semua perusahaan memiliki tim cybersecurity khusus yang dapat melakukan monitoring selama 24 jam. Dalam banyak organisasi, tim IT harus menangani berbagai tanggung jawab sekaligus: menjaga network tetap tersedia, memastikan server berjalan, membantu pengguna, mengelola endpoint, menangani project infrastructure, sekaligus merespons security alert.
Masalahnya, serangan siber tidak menunggu jam kerja.
Ketika sebuah endpoint menunjukkan aktivitas mencurigakan pada tengah malam, ketika kredensial pengguna mulai disalahgunakan, atau ketika terjadi komunikasi tidak wajar dengan sistem eksternal, perusahaan membutuhkan kemampuan untuk mendeteksi dan meresponsnya secepat mungkin.
Pertanyaannya: siapa yang mengawasi ketika tim IT sedang tidak berada di depan dashboard keamanan?
Ketika Tim IT Harus Mengurus Semuanya
Keterbatasan SDM merupakan salah satu tantangan utama dalam menjaga security posture perusahaan. Menambah personel cybersecurity memang dapat menjadi pilihan, tetapi tidak selalu mudah. Perusahaan perlu mempertimbangkan proses rekrutmen, kompetensi, pelatihan, shift kerja, teknologi pendukung, hingga biaya operasional.
Selain itu, jumlah security alert yang tinggi dapat menyebabkan alert fatigue. Tim harus memilah mana aktivitas normal, false positive, dan indikasi ancaman yang benar-benar membutuhkan tindakan.
Jika semua proses tersebut harus dilakukan hanya oleh tim internal, risiko keterlambatan deteksi dan respons dapat meningkat.
Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan yang dapat memperluas kemampuan tim internal tanpa harus membangun seluruh kapabilitas security operation dari awal.
Monitoring Saja Tidak Cukup
Banyak perusahaan telah menggunakan berbagai lapisan keamanan seperti firewall, endpoint protection, email security, network monitoring, atau security information and event management. Teknologi tersebut merupakan fondasi penting.
Namun, memiliki tools keamanan tidak otomatis berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan seluruh alert yang dihasilkan.
Sebuah sistem dapat mendeteksi aktivitas anomali, tetapi tetap diperlukan proses untuk memahami konteksnya: apa yang terjadi, seberapa berbahaya aktivitas tersebut, sistem mana yang terdampak, apakah terdapat indikasi serangan lanjutan, dan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Di sinilah Managed Detection & Response (MDR) memiliki peran penting.
Apa Itu Managed Detection & Response (MDR)?
Managed Detection & Response (MDR) adalah layanan keamanan siber yang menggabungkan teknologi deteksi dengan keahlian security analyst untuk membantu perusahaan melakukan monitoring, deteksi, analisis, investigasi, dan respons terhadap ancaman.
Secara sederhana, MDR tidak hanya bertanya “apakah ada alert?”, tetapi juga membantu menjawab “apakah alert tersebut merupakan ancaman, apa konteksnya, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya?”.
Pendekatan ini membantu perusahaan mendapatkan kemampuan security operation yang lebih terstruktur tanpa harus membangun dan mengoperasikan seluruh fungsi SOC secara mandiri.
Bagaimana MDR Bekerja?
Secara umum, proses MDR dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan berikut:
- Monitor
Aktivitas pada endpoint, network, dan sistem yang terhubung dipantau secara berkelanjutan untuk menemukan indikasi aktivitas yang tidak normal. - Detect
Teknologi keamanan dan mekanisme analisis digunakan untuk mengidentifikasi pola atau aktivitas yang berpotensi menjadi ancaman. - Analyze & Investigate
Alert dianalisis untuk menentukan tingkat risiko, konteks kejadian, serta kemungkinan dampak terhadap lingkungan IT perusahaan. - Respond
Ketika ditemukan indikasi ancaman, dilakukan tindakan mitigasi atau diberikan rekomendasi respons yang sesuai agar dampak dapat diminimalkan. - Report & Improve
Hasil monitoring dan investigasi dirangkum dalam laporan serta rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan security posture perusahaan secara berkelanjutan.
MDR vs. Mengandalkan Tim IT Internal Saja
MDR bukan berarti menggantikan tim IT internal. Justru, MDR dapat berfungsi sebagai extension of the IT and security team.
Tim internal tetap berfokus pada operasional dan kebutuhan bisnis, sementara fungsi monitoring, analisis alert, threat investigation, dan dukungan incident response dapat diperkuat oleh layanan MDR.
Perbandingan Pendekatan
| Aspek | Tim IT Internal Saja | Dengan Dukungan MDR |
| Monitoring | Terbatas pada kapasitas dan jam kerja | Dapat dilakukan secara berkelanjutan |
| Security Specialist | Tergantung ketersediaan SDM | Didukung oleh tenaga keamanan khusus |
| Analisis Alert | Menjadi beban tim internal | Dibantu proses triage dan analisis |
| Incident Response | Bergantung kesiapan internal | Lebih terstruktur |
| SOC | Perlu dibangun dan dikelola sendiri | Kemampuan managed service dapat dimanfaatkan |
Manfaat MDR bagi Perusahaan
Monitoring Keamanan Berkelanjutan — Membantu perusahaan memantau aktivitas keamanan tanpa sepenuhnya bergantung pada jam kerja tim internal.
Mengurangi Beban Tim IT — Tim internal dapat lebih fokus pada operasional, project, dan inisiatif strategis.
Mempercepat Detection & Response — Ancaman dapat dianalisis dan ditangani dengan proses yang lebih terstruktur.
Mengurangi Alert Fatigue — Alert dapat melalui proses triage sehingga tim tidak harus menangani setiap notifikasi secara manual.
Meningkatkan Security Visibility — Perusahaan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keamanan infrastrukturnya.
Lebih Efisien — Perusahaan dapat memperoleh kapabilitas security monitoring dan response tanpa harus langsung membangun seluruh ekosistem SOC sendiri.
Kapan Perusahaan Membutuhkan MDR?
• Belum memiliki security team khusus atau SOC 24/7.
• Jumlah security alert semakin banyak dan sulit ditangani.
• Tim IT memiliki workload yang tinggi.
• Membutuhkan monitoring keamanan di luar jam kerja.
• Memiliki banyak endpoint, cabang, atau lingkungan IT yang kompleks.
• Menangani data dan sistem yang bersifat kritikal.
• Memiliki kebutuhan compliance atau tuntutan peningkatan security posture.
• Ingin memperkuat kemampuan cybersecurity tanpa membangun SOC secara mandiri dari awal.
PT. Arisma Data Setia sebagai Partner Solusi Keamanan Siber
PT. Arisma Data Setia membantu perusahaan merancang, mengimplementasikan, dan memelihara solusi IT dan keamanan yang sesuai dengan kebutuhan infrastrukturnya.
Dalam penerapan solusi Managed Detection & Response, dukungan dapat mencakup:
• Consultation — memahami kebutuhan, risiko, dan kondisi infrastruktur existing.
• Assessment — membantu mengidentifikasi area yang perlu diperkuat.
• Solution Design — menyusun pendekatan solusi berdasarkan kebutuhan bisnis dan teknis.
• Installation & Implementation — melakukan deployment serta integrasi solusi dengan lingkungan IT yang tersedia.
• Monitoring & Technical Support — membantu menjaga operasional solusi tetap optimal.
• Maintenance — menyediakan dukungan pemeliharaan dan troubleshooting sesuai kebutuhan.
Kesiapan Siber Dimulai dari Deteksi yang Lebih Cepat
Ancaman siber mungkin tidak dapat diprediksi, tetapi kesiapan perusahaan dapat dipersiapkan.
Keterbatasan SDM bukan berarti perusahaan harus mengurangi perhatian terhadap cybersecurity. Dengan pendekatan Managed Detection & Response, perusahaan dapat memperkuat kemampuan monitoring, detection, investigation, dan response tanpa harus membangun seluruh kapabilitas keamanan secara mandiri.
PT. Arisma Data Setia siap membantu perusahaan mulai dari konsultasi, assessment, desain solusi, installation, implementation hingga maintenance untuk mendukung kebutuhan keamanan dan infrastruktur IT.
Hubungi PT. Arisma Data Setia untuk mendiskusikan kebutuhan Managed Detection & Response dan strategi keamanan siber yang sesuai dengan lingkungan IT perusahaan Anda.
FAQ
Apakah MDR menggantikan tim IT internal?
Tidak. MDR berfungsi sebagai perpanjangan kemampuan tim IT/security internal, terutama untuk monitoring, analisis, dan respons keamanan.
Apakah MDR hanya dibutuhkan perusahaan besar?
Tidak. Kebutuhan MDR bergantung pada risiko, kompleksitas infrastruktur, jumlah endpoint, kebutuhan monitoring, dan kapasitas SDM keamanan perusahaan.
Apakah MDR sama dengan antivirus?
Tidak. Antivirus merupakan salah satu lapisan proteksi endpoint, sedangkan MDR mencakup proses monitoring, detection, analysis, investigation, dan response yang lebih luas.
Apakah MDR berarti perusahaan harus membangun SOC sendiri?
Tidak. Salah satu nilai MDR adalah membantu perusahaan memperoleh kapabilitas security operation melalui layanan terkelola tanpa harus membangun seluruh fungsi SOC sendiri.

No responses yet